Fajriani .
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penatalaksanaan bruksisma pada anak Fajriani .; Marhamah Firman
Makassar Dental Journal Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.602 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v1i2.49

Abstract

Bruksisma yang diderita oleh seorang anak biasa pula disebut sebagai gigi mengasah sewaktu tidur dan terjadinya suara grinding. Kondisi ini merupakan aktivitas yang tidak normal dan biasanya hampir pernah terjadi pada seluruh manusia seumur hidupnya. Pada beberapa orang, intensitas bruksisma ringan dan tidak sampai mengganggu kesehatan. Akan tetapi menurut hasil suatu penelitian, 25 % orang yang mengalami bruksism, mendapatkan pengaruh jelek bagi kesehatannya. Perawatan bruksisma pada anak-anak masih menjadi kontroversi. Tidak ada kesepakatan mengenai efektivitas pilihan perawatan, dan studi ilmiah yang ada tidak dapat dibandingkan untuk menilai efikasi atau keampuhan suatu perawatan. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan yang baik bagi praktisi dokter gigi dalam perawatan bruksisma khususnya pada anak.
Penatalaksanaan penyakit pulpa pada gigi anak Fajriani .
Makassar Dental Journal Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.743 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v2i6.149

Abstract

Penyakit pulpa gigi ditandai dengan terbukanya pulpa yang diakibatkan oleh infeksi bakteri dengan adanya karies dan juga dapat pula disebabkan oleh trauma dari suatu benturan atau selama preparasi kavitas. Terbukanya pulpa disebabkan oleh karies yang sering terjadi pada gigi-gigi susu dengan rongga pulpa yang relatif lebih besar, tanduk pulpa lebih menonjol, dan email serta dentin yang lebih tipis. Karies akan menyebabkan infeksi pulpa sedangkan trauma yang menyebabkan terbukanya pulpa akan mengalami infeksi jika terkontaminasi oleh saliva. Pulpa yang terinfeksi ini akan meradang dan dapat terjadi nekrosis pulpa. Jika infeksi menyebar ke tulang alveolar maka benih gigi permanen dibawahnya dapat terkena. Oleh karena itu, gigi susu dengan pulpa yang terbuka tidak boleh dibiarkan tanpa perawatan tetapi harus dilakukan pilihan perawatan konservatif melalui perawatan pulpa sesuai indikasi tingkat keparahan penyakit pulpa pada gigi anak. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan yang baik bagi teman sejawat dalam perawatan penyakit pulpa pada gigi anak.
Penatalaksanaan space maintainer pada anak Fajriani .
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.346 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i3.180

Abstract

Kondisi gigi sulung yang sehat memiliki peranan penting bagi anak, sehingga keberadaannya harus tetap dipertahankan sampai masa erupsi gigi permanen. Kehilangan gigi sulung secara prematur akan mengakibatkan gigi tetangganya bergeser karena adanya gaya ke mesial dari gigi posterior yang erupsi pada masa tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Tanggalnya gigi sulung dapat berakibat buruk terhadap perkembangan oklusal. Sebagaimana diketahui, bahwa gigi sulung tidak hanya berfungsi untuk mengunyah makanan, tetapi juga sebagai penunjuk jalan bagi pertumbuhan gigi permanen yang akan menggantikannya. Jika gigi sulung tercabut terlalu cepat maka gigi permanen akan kehilangan arahnya sehingga erupsinya dapat terganggu. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk mempertahankan gigi sulung selama mungkin untuk mencegah kelainan-kelainan yang dapat terjadi selama masa proses tumbuh kembang seorang anak. Kehilangan gigi sulung dan kegagalan untuk menjaga ruang tersebut selama masa pertumbuhan dan perkembangan akan mempengaruhi oklusi normal pada gigi permanennya. Karena itu, dibutuhkan penggunaan piranti space maintainer yang diharapkan dapat mempertahankan ruang bekas pencabutan sehingga gigi dapat erupsi di tempat tersebut secara adekuat.
Penatalaksanaan kista erupsi pada anak: Management of eruption cyst on children Fajriani .
Makassar Dental Journal Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.72 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v7i3.251

Abstract

Kista erupsi tergolong kista rongga mulut yang merupakan salah satu jenis kista odontogenik yang dapat terjadi pada gigi sulung atau gigi permanen. Kista ini terjadi akibat rongga folikuler di sekitar mahkota gigi yang akan erupsi mengembang karena penumpukan cairan dari jaringan atau darah. Adanya kista ini sering membuat anak rewel, gelisah dan kesulitan saat makan yang dapat berdampak pada kesehatan secara umum dan menyebabkan tumbuh kembang anak terganggu. Kista erupsi pada anak perlu ditangani secara efektif sehingga penderitaan anak dapat segera teratasi. Artikel ini diharapkan dapat membantu dokter gigi dalam penanganan kista erupsi pada anak.