Masykur Rahmat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reseksi segmental dan rekonstruksi mandibula dengan mandibular positioner guidance sebagai perawatan ameloblastoma pada pasien edentulus total Benny Widianto; Masykur Rahmat; Rahardjo .
Makassar Dental Journal Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.479 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v2i1.108

Abstract

Ameloblastoma adalah tumor jinak odontogenik yang pertumbuhannya lambat dan bersifat invasif lokal. Tumor ini memperlihatkan tanda-tanda sebagai tumor jinak secara histopatologis, secara klinis bersifat agresif dan destruktif. Ameloblastoma lebih sering terjadi di mandibular daripada maksila. Tingkat rekurensi ameloblastoma sangat tinggi. Tujuan memberikan informasi tentang salah satu cara penatalaksanaan kasus ameloblastoma multikistik dengan reseksi segmental disertai rekonstruksi mandibula menggunakan titanium mandibular plate untuk mengembalikan artikulasi, fungsi, dan bentuk mandibula seperti semula pada pasien total edentulous. Seorang wanita berusia 44 tahun datang ke Poli Bedah Mulut RSUP Dr Sardjito dengan keluhan pembengkakan pada rahang bawah selama 1 tahun. Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, radiologi, CT-Scan, dan biopsi didapat diagnosa klinis ameloblastoma multikistik. Pada kasus ini dilakukan tindakan reseksi segmental dan rekonstruksi menggunakan titanium mandibular plate dan plat dimensi vertikal sebagai mandibular positioner guidance. Disimpulkan bahwa penatalaksanaan ameloblastoma multikistik pada kasus ini dengan reseksi segmental dan rekonstruksi mandibula untuk mengembalikan estetika, artikulasi dan fungsi seperti semula, serta prognosisnya baik.
Refrakturasi dalam upaya koreksi malunion pada fraktur mandibula multipel Fitri Nursapti Arini; Masykur Rahmat; E. Riyati Titi Astuti
Makassar Dental Journal Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.381 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v2i4.134

Abstract

Penonjolan dan posisi dari mandibula dalam tulang wajah menyebabkan sering mengalami trauma. Perawatan fraktur pada maksilofasial pasca trauma yang tidak adekuat dapat menyebabkan maloklusi dan malunion sehingga menyebabkan gangguan fungsional dan estetika wajah. Tulisan ini melaporkan penatalaksanaan fraktur multipel mandibula yang mengalami malunion dan maloklusi. Seorang wanita 18 tahun datang ke bagian Bedah Mulut dengan riwayat kecelakaan lalu lintas hampir satu tahun yang lalu dan telah menjalani pembedahan. Pasien mengeluh mengalami gangguan pengunyahan dan asimetri wajah, pada rontgen panoramik dan CT Scan 3D tampak penonjolan tulang pada basis mandibula kanan yang dengan intra osseus wiring dan terdapat garis fraktur parasimpisis mandibula kiri. Open reduction internal fixation (ORIF) fraktur multipel mandibula dengan miniplate didukung dengan pemasangan arch bar sebagai alat bantu oklusi dilakukan dengan anestesi umum. Pasca operasi gangguan pengunyahan berangsur-angsur berkurang dan empat bulan pasca operasi tercapai oklusi individual. Prognosis kasus dubia at bonam. Disimpulkan ORIF dengan miniplate yang dikombinasi dengan pemasangan arch bar dapat memperbaiki maloklusi dan malunion akibat perawatan yang tidak adekuat sebelumnya. Oklusi yang tercapai adalah oklusi individual.