Wahyuniwati .
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

In office bleaching pada kasus diskolorasi ekstrinsik Wahyuniwati .; Juni Jekti Nugroho
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.596 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i2.177

Abstract

Keinginan untuk memiliki gigi putih dan senyum yang lebih menarik telah menjadi kebutuhan estetika yang penting bagi banyak pasien saat ini. Pemutihan gigi telah menjadi perawatan kosmetik yang populer di kalangan pasien yang ingin meningkatkan penampilan estetika mereka. Selain itu, penggunaan bahan pemutih gigi telah berkembang pesat di kalangan klinisi yang terutama disebabkan oleh minimnya waktu yang dibutuhkan dalam prosedur pemutihan gigi. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk menyajikan protokol in office bleaching. Makalah ini melaporkan seorang wanita usia 35 tahun, merasa tidak puas dengan warna geligi depannya dan menginginkan perawatan pemutihan gigi. Hidrogen peroksida gel 40% diaplikasikan pada geligi anterior atas dengan mengikuti petunjuk pabrik. Setelah prosedur pemutihan, hasil yang memuaskan dapat dicapai. Disimpulkan bahwa pemutihan gigi adalah perawatan non invasif yang dapat memberikan hasil estetika yang memuaskan.
In office bleaching pada kasus diskolorasi ekstrinsik Wahyuniwati .; Juni Jekti Nugroho
Makassar Dental Journal Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.01 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v4i1.211

Abstract

Keinginan untuk memiliki gigi putih dan senyum yang lebih menarik telah menjadi kebutuhan estetika yang penting bagi banyak orang saat ini.Pemutihan gigi telah menjadi perawatan kosmetik yang populer di kalangan pasien yang ingin meningkatkan penampilan estetika mereka. Selain itu, penggunaan bahan pemutih gigi telah berkembang pesat di kalangan klinisi, terutama disebabkan oleh minimnya waktu yang dibutuhkan dalam prosedur pemutihan gigi. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk menyajikan protokol in office bleaching. Dilaporkan seorang wanita usia 35 tahun, merasa tidak puas dengan warna geligi depannya dan menginginkan perawatan pemutihan gigi. Untuk menanganinya, hidrogen peroksida gel 40% diaplikasikan pada geligi anterior atas dengan mengikuti petunjuk pabrik. Setelah prosedur pemutihan, hasil yang memuaskan dapat dicapai. Disimpulkan bahwa pemutihan gigi adalah perawatan non-invasif yang dapat memberikan hasil estetika yang memuaskan.