Farisza Gita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pencapaian estetika optimal pada gigitiruan jembatan imidiat anterior atas dengan modifikasi ovate pontik Anggia Desyanti; Farisza Gita
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.784 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i3.184

Abstract

Estetika perawatan dengan gigitiruan cekat pada geligi anterior merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan perawatan. Desain modifikasi ovate pontic dengan menggunakan bahan methacrylate-based composite resin secara direk merupakan pilihan tepat untuk mendapatkan hasil estetik yang optimal dalam perawatan dengan gigitiruan jembatan (GTJ) imidiat anterior. Seorang laki-laki, 45 tahun, gigi 21 sisa akar sehingga diindikasikan untuk pencabutan. Pasien ingin dibuatkan gigitiruan cekat yang estetik untuk memperbaiki penampilannya. Untuk maksud tersebut, dilakukan wax up pada regio 11, 21, dan 22 pada model studi. Kemudian dicetak dengan polivinylsiloxane, heavy body sebagai template. Permukaan labial gigi 11, 21 dan 22 diberi resin komposit warna servikal, tengah dan insisal. Setelah preparasi gigi penyangga 11 dan 22 dilakukan pencabutan sisa akar gigi 21 secara atraumatik. Pembuatan GTJ imidiat dilakukan dengan bahan methacrylate -based composite resin secara direk. Resin komposit ditambahkan ke dasar pontik untuk mendapatkan permukaan yang cembung. Gigitiruan jembatan imidiat ini digunakan selama 6 bulan. Disimpulkan bahwa pemilihan desain modifikasi ovate pontic ditunjang dengan penggunaan bahan methacrylate-based composite resin yang berkualitas tinggi mendukung pencapaian estetika optimal pada GTJ imidiat anterior atas.
Persiapan dasar ovate pontik pada gigitiruan jembatan imidiat untuk mendapatkan emergence profile yang optimal Pinta Marito; Farisza Gita; Roselani W. Odang
Makassar Dental Journal Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.451 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v3i5.192

Abstract

Menggantikan kehilangan gigi anterior membutuhkan pertimbangan estetika yang matang karena terlihatnya servikal gigi dan jaringan lunak sekitarnya saat tersenyum. Ovate pontic merupakan pontik yang dapat memberikan hasil estetika paling baik. Dasar pontik berbentuk cembung untuk mendapatkan emergence profile optimal. Komplikasi pencabutan mengakibatkan resorpsi besar dan masalah estetik sehingga diperlukan tindakan preprostetik bedah augmentasi untuk mempersiapkan ruang bagi gigitiruan. Dilaporkan seorang laki-laki, gigi 11 fraktur 1/3 apikal akar, ingin gigitiruan cekat yang dapat memperbaiki penampilan. Saat pencabutan terjadi kerusakan alveolar ridge akibat ekstraksi sulit sehingga membutuhkan bedah augmentasi untuk mengatasi defeknya. Untuk itu gigitiruan jembatan (GTJ) imidiat sementara dengan ovate pontic disiapkan dengan mengasah duplikat model studi area 11 sedalam 2,5 mm dan 1 mm ke lateral sebagai panduan proses penyembuhan, lalu dilakukan preparasi gigi penyangga 12, 21, dan 22. Saat pencabutan terjadi kerusakan alveolar ridge, direhabilitasi dengan bedah augmentasi menggunakan bone graft. GTJ imidiat sementara dipasang dan dikontrol selama 6 bulan sejalan dengan proses penyembuhan. Dasar pontik disesuaikan hingga didapatkan emergence profile yang optimal. Disimpulkan bahwa pencabutan gigi fraktur di regio anterior disertai komplikasi defek alveolar ridge membutuhkan perawatan preprostetik dengan bedah augmentasi dan GTJ imidiat sementara dengan ovate pontic untuk mendapatkan emergence profile optimal bagi GTJ definitifnya.