Mardiana Andi Adam
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan antara stres, depresi, kortisol dan periodontitis kronis: tinjauan sistematik: The relationship between stress, depression, cortisol and chronic periodontitis: systematic review Wa Ode Anastasia Muliani Izat; Mardiana Andi Adam; Hasanuddin Tahir
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.781 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i2.273

Abstract

Objektif: Untuk menilai hubungan antara stres, depresi, kortisol dan periodontitis kronis. Metode: Pencarian online PubMed dan Wiley Online Library dilakukan untuk mengidentifikasi artikel yang diterbitkan jurnal kedokteran gigi yang dipublikasikan dari Januari 2015 hingga November 2018 berfokus pada stres, depresi, kortisol, dan periodontitis kronis. Pencarian manual dilakukan untuk mendapatkan teks artikel lengkap. Ditemukan 632 artikel, dan hasil publikasi penyaringan, bukan duplikat 23 artikel tetapi tetapi hanya 4 penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Semua artikel dipilih untuk tinjauan teks lengkap. Sebanyak 4 penelitian dipilih untuk diinklusikan, dengan 174 pasien sebagai subyek. Semua penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan probing depth (PD), clinical attactment level (CAL) dan jumlah kortisol dalam darah pada penderita periodontitis kronis yang disertai stress dan depresi. Simpulan: Stres dan depresi dapat meningkatkan hormon kortisol yang dapat mempengaruhi kesehatan periodontal pada individu.
Penatalaksanaan frenektomi dan depigmentasi gingiva pada pasien preprostetik: laporan kasus: Management of frenectomy and gingival depigmentation in preprosthetic patients: case report Rahma Medikawaty; Mardiana Andi Adam
Makassar Dental Journal Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.476 KB) | DOI: 10.35856/mdj.v8i2.275

Abstract

Pendahuluan: Penempatan prostetik pada daerah yang tidak bergigi sering membutuhkan persiapan bedah pada jaringan mukosa untuk memberikan dukungan prostetik yang terbaik. Beberapa struktur dalam mulut seperti perlekatan frenulum maupun eksostosis tidak memiliki pengaruh pada saat masih terdapat gigi, namun akan menjadi masalah dalam konstruksi prostetik setelah kehilangan gigi. Laporan kasus ini bertujuan membahas prosedur bedah yang dilakukan untuk mempersiapkan jaringan sebelum pembuatan gigi tiruan sehingga fungsi estetik dan pengunyahan dapat dikembalikan. Kasus: Pasien wanita usia 37 tahun datang ke Bagian Periodonsia RSGM Unhas dengan keluhan gigi tiruannya terasa longgar. Pada pemeriksaan intraoral nampak kehilangan gigi 11, dan 21 disertai frenulum labialis rahang atas yang tinggi dan hiperpigmentasi gingiva pada gigi anterior maksila dan mandibula. Prosedur depigmentasi gingiva dengan teknik scraping menggunakan skalpel dan abrasi bur dilanjutkan frenektomi dengan teknik skalpel dalam sekali kunjungan. Kontrol 2 minggu menunjukkan perbaikan perlekatan frenulum dan gingiva berwarna coral pink. Simpulan: frenektomi dan depigmentasi gingiva merupakan perawatan yang efektif untuk meningkatkan estetik serta retensi dan stabilitas gigi tiruan.
Gingivectomy in patients with drug-induced gingival enlargement due to amlodipine consumption: Gingivektomi pada penderita pembesaran gingiva yang diinduksi oleh konsumsi amlodipine Machirah; Mardiana Andi Adam; Gustivanny Dwipa Asri
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembesaran gingiva adalah suatu kondisi ukuran gingiva meningkat yang dapat menyebabkan masalah estetika dan kebersihan gigi. Salah satu etiologi pembesaran gingiva adalah faktor sistemik yang disebabkan oleh konsumsi obat-obatan dari golongan calcium channel blocker. Amlodipine yang dikonsumsi oleh pasien hipertensi dapat memicu pembesaran gingiva. Gingivektomi dilakukan untuk menghilangkan kantong dan peradangan gingiva sehingga didapatkan gingiva yang fisiologis, fungsional dan estetik. Seorang perempuan berusia 47 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi Universitas Hasanuddin, Makassar dengan keluhan kurang nyaman dan tidak percaya diri dengan kondisi gusi bagian depan rahang atas dan bawah sejak enam bulan sebebelumnya. Pasien mengkonsumsi obat hipertensi yaitu amlodipine 10 mg sekali sehari sejak 2 tahun yang lalu. Setelah desinfeksi daerah operasi, anestesi dengan lidokain 2% nor epinefrin, menandai poket dengan menggunakan pocket marker basis, insisi dengan menggunakan pisau Krickland, pengangkatan gingiva dengan menggunakan pisau Orban dan skeling dan root planing, digunakan periodontal pack. Disimpulkan bahwa penderita hipertensi yang mengkonsumsi amlodipine dapat memicu pembesaran gingiva.
Gingivectomy in patients with drug-induced gingival enlargement due to amlodipine consumption: Gingivektomi pada penderita pembesaran gingiva yang diinduksi oleh konsumsi amlodipine Machirah; Mardiana Andi Adam; Gustivanny Dwipa Asri
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembesaran gingiva adalah suatu kondisi ukuran gingiva meningkat yang dapat menyebabkan masalah estetika dan kebersihan gigi. Salah satu etiologi pembesaran gingiva adalah faktor sistemik yang disebabkan oleh konsumsi obat-obatan dari golongan calcium channel blocker. Amlodipine yang dikonsumsi oleh pasien hipertensi dapat memicu pembesaran gingiva. Gingivektomi dilakukan untuk menghilangkan kantong dan peradangan gingiva sehingga didapatkan gingiva yang fisiologis, fungsional dan estetik. Seorang perempuan berusia 47 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi Universitas Hasanuddin, Makassar dengan keluhan kurang nyaman dan tidak percaya diri dengan kondisi gusi bagian depan rahang atas dan bawah sejak enam bulan sebelumnya. Pasien mengkonsumsi obat hipertensi yaitu amlodipine 10 mg sekali sehari sejak 2 tahun yang lalu. Setelah desinfeksi daerah operasi, anestesi dengan lidokain 2% nor epinefrin, menandai poket dengan menggunakan pocket marker basis, insisi dengan menggunakan pisau Krickland, pengangkatan gingiva dengan menggunakan pisau Orban dan skeling dan root planing, digunakan periodontal pack. Disimpulkan bahwa penderita hipertensi yang mengkonsumsi amlodipine dapat memicu pembesaran gingiva.