Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI TRIGONOMETRI Jumriani Jumriani
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research dan Development) dengan uji coba terbatas yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dengan model discovery learning pada materi Trigonometri dengan materi pokok perbandingan trigonometri yang meliputi Bacaan Siswa (BS), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Tes Hasil Belajar (THB). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Farmasi dengan jumlah siswa 20 orang. Pertemuan di kelas dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan dengan tes hasil belajar satu kali tiap siswa. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Thiagarajan atau Model 4-D yang meliputi 4 tahap yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran, namun untuk penyebaran dalam penelitian ini belum bisa dilakukan karena penelitian ini hanya uji coba terbatas. Perangkat pembelajaran matematika dengan model discovery learning setelah dikembangkan, divalidasi dan disimulasikan serta mengalami beberapa kali revisi sehingga dihasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan model discovery learning yang layak digunakan. Hasil dari uji coba terbatas menunjukan bahwa (1) skor rata-rata yang peroleh siswa pada tes hasil belajar adalah mencapai kentuntasan secara klasikal, (2) penggunaan perangkat pembelajaran matematika dengan model discovery learning menjadikan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, (3) tanggapan siswa terhadap perangkat pembelajaran matematika dengan model model discovery learning berupa Bacaan Siswa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa dan Tes Hasil Belajar memenuhi kriteria efektif; (5) guru mampu mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, berdasarkan pengelolaan pembelajaran dimana sebagian besar aspek dapat terlaksana dengan baik; (6) perangkat model discovery learning ini memenuhi kriteria kevalidan, keefektifan dan kepraktisan.
Isolasi dan Karakterisasi Jamur pada Daun Kakao Klon 45 yang Terserang Penyakit Jumriani Jumriani
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi jamur pada daun kakao klon 45 yang terserang penyakit dari perkebunan Luwu Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan Jaringan FSains UNCP dengan variabel tunggal, yaitu karakterisasi morfologi jamur secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis jamur yang terisolasi dari daun kakao klon 45 yang terserang penyakit dengan karakter yang berbeda pada warna, arah pertumbuhan, dan struktur miselium dan hifa. Isolat I berwarna putih dengan arah pertumbuhan ke atas dan ke bawah, miselium agak kasar, hifa bercabang, tidak lurus dan berwarna kehitaman. Isolat II berwarna putih dengan arah pertumbuhan ke samping, miselium agak kasar, hifa bercabang, lurus dan berwarna hijau lumut. Isolat III berwarna putih dengan arah pertumbuhan ke atas dan ke bawah, miselium halus, tidak bercabang, tidak lurus dan berwarna agak gelap. Isolat IV berwarna putih dengan arah pertumbuhan ke atas, ke bawah dan ke kanan, miselium agak kasar, hifa bercabang, tidak lurus dan berwarna kehitaman. Isolat V berwarna putih dengan arah pertumbuhan miselium ke atas dan ke bawah, miselium halus, hifa bercabang, tidak lurus dan berwarna kekuningan. Isolat jamur yang diperoleh dibandingkan dengan karakter morfologi jamur penyebab penyakit antraknosa (Colletotrichum gleosporioides) dari Indonesian Culture Collection InaCC) LIPI dan menunjukkan bahwa kelima isolat jamur yang ditemukan berbeda dengan jamur C gleosporioides.