Rani Saidah
Universitas Ibn Khaldun Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi pembelajaran kesetaraan Paket C dalam meningkatkan kualitas lulusan Rani Saidah
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.971 KB) | DOI: 10.32832/jpls.v12i2.2795

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui evaluasi pembelajaran Kesetaraan Paket C di PKBM Citra Pakuan Bogor. 2) Untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran Kesetaraan Paket C di PKBM Citra Pakuan Bogor. 3) Untuk mengetahui faktor-faktor mendukung dan menghambat peningkatan kualitas lulusan Paket C di PKBM Citra Pakuan Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif analisis adalah metode penelitian yang menggambarkan secermat mungkin tentang beberapa kemungkinan untuk memecahkan masalah yang aktual dengan jalan mengumpulkan data, menyusun atau mengklarifikasikannya. Hasil penelitian ini adalah evaluasi pembelajaran Kesetaraan Paket C di PKBM Citra Pakuan Bogor telah dilakukan dengan baik berdasarkan keberhasilan evaluasi dan dipengaruhi oleh keberhasilan evaluator dalam melaksanakan prosedur evaluasi. Prosedur yang dimaksud ialah langkah-langkah pokok yang harus ditempuh dalam kegiatan evaluasi. Peningkatan kualitas lulusan Kesetaraan Paket C di PKBM Citra Pakuan Bogor bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan warga belajar yang mencakup aspek kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan intelektual, dan kecakapan vokasional Faktor-faktor mendukung dan menghambat peningkatan kualitas lulusan Paket C di PKBM Citra Pakuan Bogor dipengaruhi oleh adanya beberapa faktor pendukung dan tidak terlepas juga adanya faktor penghambat. Faktor pendukung yang ditemukan antara lain: (1) Dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Bogor, (2) Dukungan dari masyarakat sekitar, (3) Popularitas lembaga, (4) Kepercayaan lembaga mitra, (5) Komitmen Pengelola, (6) Fasilitas yang memadai, (7) Motivasi belajar yang tinggi, (8) Adanya program pengembangan unit usaha sebagai bentuk lapangan pekerjaan bagi warga belajar dan (9) Keikutsertaan pengelola dalam diklat dan workshop. Sedangkan faktor yang menjadikan hambatan pengelolaan adalah dari hal pendanaan dan konsep belajar warga belajar tentang pendidikan sepanjang hayat yang masih kurang. Sedangkan faktor yang menjadikan hambatan adalah (1) Faktor ekonomi, (2) Warga belajar yang bermalas-malasan, (3) Masalah cuaca yang kurang bersahabat, (4) Kondisi lingkungan, dan (5) Faktor keluarga.