Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakterisasi Sifat Fisiko Kimia Serat Kara Rawe ( Mucuna bracteata ) sebagai Bahan Baku Industri Fauziati, Fauziati; Titik Nurwidayati; Hermanto Hemanto
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.6665

Abstract

Sifat-sifat fisik dan kimia serat sangat diperlukan untuk diversifikasi dan pengolahan serat sesuai dengan peruntukkannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisika dan kimia serat kara rawe sesuai dengan peruntukkanya.Metode penelitian menggunakan dua perlakuan yaitu lama fermentasi (1, 2, 3 dan 4 hari) pada proses pemisahan serat dan konsentrasi NaOH (0,5%, 1% dan 1,5%) digunakan pada proses pemasakan serat (Scouring). Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik sifat fisika serat batang kara rawe dalam bentuk bundel adalah panjang serat antara 77,9 mm sampai dengan 1088 mm, tenacity diperoleh rata-rata 3,59 gr/tex-5,51 g/tex. Berat jenis yang dihasilkan dari ke tiga perlakuan F2, F3 dan F4 rata-rata 1,50-1,54 g/ml hampir sama dengan berat jenis serat kapas dan rami . Dimana berat jenis serat  kapas adalah 1,54 g/cm3 dan berat jenis rami 1,50 g/cm3 F2F3 dengan kadar optimal F2S3. Hasil karakterisasi sifat kimia serat batang tanaman kara rawe yaitu kandungan alpha selulosa tertinggi pada perlakuan F3S3(86,16%) dan hasil lignin tertinggi pada F4S3 (14,33%). Berdasarkan karakteristik fisika serat kara rawe dapat digunakan sebagai sumber bahan baku industri kerajinan (kriya).Kata kunci  : Serat kara rawe, sifat fisika dan kimia, serat rami,serat kapas bahan kerajinan 
Kadar Air, Piperin dan Minyak Atsiri Lada Produk UKM Samboja, UKM Bontang dan di Pasaran Samarinda Eldha Sampepana; Adhitya Rinaldi; Titik Nurwidayati; Suroto Hadi Saputro
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.6672

Abstract

Luas perkebunan lada Provinsi Kalimantan Timur sebesar 8.921 ribu ha dan memiliki aroma lada yang menyengat serta pedas. Lada Kalimantan Timur belum dapat bersaing secara nasional maupun internasional karena mutu yang dihasilkan masih rendah sehingga dilakukan penelitian dengan tujuan mengkarakteristik kadar air, kadar piperin dan kadar minyak atsiri lada putih bubuk dan lada hitam bubuk produksi UKM Samboja dan UKM Bontang serta membandingkannya produk lada yang beredar di pasaran Samarinda. Metode sampling yang digunakan adalah mengambil sampel lada dari 3 lokasi yang berbeda yaitu UKM Samboja, UKM Bontang dan sampel lada yang beredar di Pasaran Samarinda (lada putih bubuk: kode C, D, E) dan lada hitam bubuk (kode X, Y). Hasil analisa lada dari ketiga lokasi pengambilan sampel secara berturut-turut adalah produk lada putih bubuk dengan parameter kadar air: (10,31%; 9,13%; 7,85%; 9,88%; 8,08%), kadar piperin: (4,62%; 5,16%; 5,58%; 6,11%; 6,05%). Minyak atsiri (2,34%; 3,49%; 4,17%. 4,11%; 3,57%). Hasil lada hitam bubuk dengan parameter kadar air: (10,98%; 7,57%; 9,18%; 7,34%), kadar piperin: (5,28%; 5,90%; 6,36%; 6,63%) dan minyak atsiri: (3,17%; 3,53%; 4,46%; 4,37%). Hasil analisa lada dari ketiga parameter tersebut memenuhi standar mutu (SNI 01-3717-1995, SNI 01-3179-1992, SNI 0004:2013, SNI 005:2013) dan standar mutu internasional (ASTA, ESA, IPC, ISO).