Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Makna Simbolik Dibalik Rumah Adat Masyarakat Waibalun Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur Martinus Irwanto Ishak
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Spektrum Komunikasi
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v8i1.58

Abstract

Every culture has its function and meaning. The function and meaning, on the one hand, can be understood in plain view but on the other hand, requires a series of approaches to understanding it well. Of course, the meaning and function of a culture can only be understood in full by the people who use that culture. Furthermore, culture or culture cannot be separated from the language itself. Language becomes one of the determining elements to understand well the nature of a culture. Language can translate the meanings and symbolic meanings of a form or object used in a culture. The Waibalun community in Larantuka Sub-district, East Flores Regency has several symbolic meanings that are expressed in their traditional houses. Therefore, this study specifically examines the symbolic meaning found in traditional houses belonging to the Waibalun community. To answer the purpose of this study, the researcher used a qualitative method with data collection techniques that were interviews and documentation. The results of the research show that the symbolic meaning of the traditional house of the Waibalun community is a determinant of group identity, as a form of religion/respect for ancestors, as a form of appreciation, as a determinant of social status and as a form of livelihood. Besides, the traditional house owned by the Waibalun community has several symbolic meanings that give importance to life and the future of each generation. Surely this symbolic meaning is important and needs to be preserved so that it does not become extinct by the changes of the times.
Implementasi Sistem Informasi Geografis Pemetaan Titik Lokasi Konservasi Penyu Berbasis Web Menggunakan Metode Algoritma Genetika Maria Fatima Deran Botoor; Bernadete Deta; Martinus Irwanto Ishak
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2120

Abstract

Perkembangan teknologi, khususnya di bidang pemetaan, telah berkembang pesat di Indonesia. Hal ini mendorong peningkatan kebutuhan akan data geospasial yang akurat dan terkini. Dalam konteks pemetaan titik lokasi konservasi penyu, SIG dan GA sangat berperan penting dalam membantu dan mengidentifikasi serta memetakan lokasi peneluran, rute migrasi dan area pakan yang sangat peting untuk upaya konsevasi. Ketua Komunitas Sahabat Penyu Loang – Lembata mengatakan bahwa kegiatan konservasi ini dimulai sejak tahun 2016 dengan sarana dan prasarana seadanya. Selanjutnya, bahwa sampai dengan saat ini komunitas tersebut belum memiliki aplikasi apapun terkait pemetaan titik lokasi konservasi penyu. Hal ini menurutnya karena belum dilakukan pemetaan titik lokasi konservasi penyu di wilayah Lembata khususnya di wilayah Loang (Riangbao) dan Riangdua, serta belum adanya website resmi dalam mempublikasikan atau mempromosi kegiatan konservasi penyu di Kabupaten Lembata. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan SIG dan GA untuk pemetaan titik lokasi dan menemukan Solusi optimal pemelihan lokasi konservasi penyu di wilayah perairan Kabupaten Lembata.
Media Pembelajaran Interaktif Pengenalan Tata Surya Menggunakan Metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) Susana Surat; Martinus Irwanto Ishak; Bernadete Deta
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2121

Abstract

Tata surya merupakan bagian penting dalam pembelajaran kususnya di jenjang pendidikan dasar, pada ilmu pengetahuan alam. Namun metode pembelajaran yang konvensional sehingga pembelajaran cendrung kurang menarik perhatian siswa, serta kurangnya pemahaman konsep secara visual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran interaktif mengenai tata surya dengan menggunakan metode multimedia development life cycle (MDLC) didalamnya terdapat enam tahap yaitu concept, design, material, collecting, assembly, testing, dan distribution.media ini dikembangkan dalam bentuk aplikasi interaktif yang meliputi animasi, kuis evaluasi, audio narasi, serta navigasi intuitif guna meningkatkan daya tarik dan pemahaman siswa terhadap materi tata surya. Hasil pengujian usability terhadap 10 responden menunjukan bahwa media pembelajaran ini memperoleh skor rata-rata usability sebesar 94.7321 yang termasuk dalam kategori “sangat efektif”. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif ini di nilai efektif utuk mendukung proses pembelajaran siswa secara lebih menyenangkan dan permakna.
Penerapan Metode Tree-Based Search Terhadap Perancangan Sistem Informasi Monitoring Ketersediaan Obat di Puskesmas Ritaebang Febrida Yunita Kaet; Martinus Irwanto Ishak; Bernadete Deta
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi monitoring ketersediaan obat di Puskesmas Ritaebang menggunakan metode Tree-Based Search. Sistem ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pencatatan manual yang masih digunakan di puskesmas, seperti keterlambatan pencarian data, kesalahan pencatatan stok, dan tidak efisiennya proses pelaporan. Dalam perancangan sistem, digunakan pendekatan berbasis web dengan dukungan database MySQL dan bahasa pemrograman PHP. Metode Tree-Based Search diterapkan untuk mempercepat proses pencarian obat berdasarkan struktur data yang terorganisasi secara hierarkis. Sistem diuji menggunakan metode black-box dan kuesioner skala likert terhadap responden petugas apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat meningkatkan efisiensi pencarian data, mengurangi kesalahan dalam pencatatan, serta mempermudah pelaporan stok obat masuk dan keluar. Dengan adanya sistem ini, proses monitoring menjadi lebih akurat dan cepat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi teknologi bagi puskesmas-puskesmas lain yang masih menggunakan metode manual dalam pengelolaan stok obat.
Sistem Informasi Geografis Penyebaran Titik Lokasi Penginapan Menggunakan Metode Geolocation dan Haversine Formula Fidelis Ratuama Hayon; Bernadete Deta; Martinus Irwanto Ishak
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan titik lokasi dan jarak penginapan menggunakan metode Geolocation dan Haversine Formula di wilayah Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Latar belakang penelitian ini adalah belum tersedianya sistem informasi yang mampu menyajikan secara akurat titik lokasi dan jarak antar penginapan, sehingga menyulitkan wisatawan dalam menentukan tempat menginap. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis spasial yang menyajikan sebaran titik lokasi penginapan di Kota Larantuka. Sistem dikembangkan menggunakan model waterfall, dan diuji menggunakan metode black-box serta skala Likert untuk menilai tingkat kepuasan pengguna. Metode penelitian yang digunakan mengintegrasikan pendekatan SIG dengan metode Geolocation dan Haversine Formula sebagai metode utama dalam menentukan koordinat dan menghitung jarak antar titik lokasi. Data penelitian dikumpulkan melalui tiga teknik: (1) wawancara dengan pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Flores Timur untuk memperoleh informasi penyebaran penginapan, (2) observasi langsung ke lokasi penginapan di Kota Larantuka untuk dokumentasi dan verifikasi titik lokasi, serta (3) studi pustaka terhadap jurnal dan literatur ilmiah terkait SIG. Analisis spasial dilakukan menggunakan perangkat lunak QGIS melalui fungsi overlay. Populasi dalam penelitian ini melibatkan 28 responden dari lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Flores Timur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu memberikan informasi lokasi dan rute penginapan secara efektif, akurat, dan dapat meningkatkan aksesibilitas informasi bagi wisatawan secara signifikan.