Sapto Pramono M. Yusuf
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT (Studi Pengembangan Penanggulangan Bencana Desa Tangguh di Desa Boboh Kecamatan Menganti) Sapto Pramono M. Yusuf
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v12i1.239

Abstract

Program penanggulangan bencana berbasis masyarakat desa tangguh di Desa Boboh Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik hingga saat ini masih menimbulkan beberapa permasalahan dalam implementasinya di antaranya adalah: (1) Variabel Komunikasi, implementor masih belum mampumenyampaikan informasi yang efektif, hal ini disebabkan minimnya fasilitas penunjang informasi di desa dan rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap pemerintah; (2) Variabel Sumber Daya, minimnya sumber dayamanusia yang tersedia, minimnya Anggaran kebencanaan dan fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai; (3) Variabel Disposisi, kurangnya kejujuran, komitmen dan tanggungjawab implementor hal inidisebabkan belum adanya upaya yang sesuai harapan dan dibutuhkan masyarakat. Keseriusan implementor yang masih rendah, karena tidak adanya tindak lanjut atau strategi yang digunakan implementor dan upayaupayayang dilakukan masih sangat terbatas; (4) Variabel Birokrasi, terjalinnya hubungan baik antara pemerintah daerah dan aparatur desa cukup baik, sistem koordinasi dapat terjalin, tidak berbelit-belit dan penguatan lembaga masyarakat dapat diandalkan. Oleh karena itu pendekatan melalui paradigma pengurangan risiko merupakan jawaban yang tepat untuk melakukan upaya penanggulangan bencana daerah. Dalam paradigma ini setiap individu, masyarakat di daerah diperkenalkan dengan berbagai ancaman yang ada diwilayahnya, bagaimana mengurangi ancaman (hazard) dan kerentanan (vulnerability) yang dimiliki, sertameningkatkan kemampuan (capacity) masyarakat dalam menghadapi setiap ancaman
IMPLEMENTASI PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS MASYARAKAT (Studi Pengembangan Penanggulangan Bencana Desa Tangguh di Desa Boboh Kecamatan Menganti) Sapto Pramono M. Yusuf
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 12 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v12i1.239

Abstract

Program penanggulangan bencana berbasis masyarakat desa tangguh di Desa Boboh Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik hingga saat ini masih menimbulkan beberapa permasalahan dalam implementasinya di antaranya adalah: (1) Variabel Komunikasi, implementor masih belum mampumenyampaikan informasi yang efektif, hal ini disebabkan minimnya fasilitas penunjang informasi di desa dan rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap pemerintah; (2) Variabel Sumber Daya, minimnya sumber dayamanusia yang tersedia, minimnya Anggaran kebencanaan dan fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai; (3) Variabel Disposisi, kurangnya kejujuran, komitmen dan tanggungjawab implementor hal inidisebabkan belum adanya upaya yang sesuai harapan dan dibutuhkan masyarakat. Keseriusan implementor yang masih rendah, karena tidak adanya tindak lanjut atau strategi yang digunakan implementor dan upayaupayayang dilakukan masih sangat terbatas; (4) Variabel Birokrasi, terjalinnya hubungan baik antara pemerintah daerah dan aparatur desa cukup baik, sistem koordinasi dapat terjalin, tidak berbelit-belit dan penguatan lembaga masyarakat dapat diandalkan. Oleh karena itu pendekatan melalui paradigma pengurangan risiko merupakan jawaban yang tepat untuk melakukan upaya penanggulangan bencana daerah. Dalam paradigma ini setiap individu, masyarakat di daerah diperkenalkan dengan berbagai ancaman yang ada diwilayahnya, bagaimana mengurangi ancaman (hazard) dan kerentanan (vulnerability) yang dimiliki, sertameningkatkan kemampuan (capacity) masyarakat dalam menghadapi setiap ancaman