Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELIGIUSITAS TRANSFORMATIF DALAM GURIT BANDHA DONYA (KAJIAN ANTROPODIDAKTIS) Sri Sulistiani
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v6n2.p%p

Abstract

Questioning about religious education in literature related to divinity and religiosity. Religiosity includes belief in God, belief in supernatural powers over humans, and belief in animism and dynamism. One of the media for religious education is through literary works. The author and / or poet with the sensitivity possessed captures religious symbols and the value of faith which then transforms them into a series of words into verses of poetry. The content of beauty and the meaning in literary works reflects the religiosity experience of the author and / or the poet. Regarding faith education in literature, the focus of the problem is how transformative religiosity in Gurit Bandha Donya and how the anthropodidactic value in Gurit Bandha Donya. To answer the problem, it is done through descriptive analysis and content analysis.
TRADISI TIRONAN DI DUSUN NGAPUS, DESA SUMBERHARJO, KECAMATAN SUMBERREJO, KABUPATEN BOJONEGORO (Tintingan Folklor) Erni Ambarwati; sri sulistiani
JOB (Jurnal Online Baradha) Vol 16 No 7 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.812 KB) | DOI: 10.26740/job.v16n7.p%p

Abstract

Tradisi Tironan yaitu salah satu tradisi yang menggunakan teori folklor, teori yang digunakan yaiku teorifolklor setengah lisan yang bermakna folklor tersebut wujudnya campuran antara unsur lisan dan bukan lisan. TradisiTironan di dusun Ngapus, desa Sumberharjo, kecamatan Sumberrejo dilaksanakan setiap tiba hari lahir jawa (weton)orang yang akan dibuatkan tiron atau tumpeng/ambeng.Penelitian ini membahas tentang (1) awal mula terjadinya tradisi tironan di dusun Ngapus,(2) ubarampe danmakna yang terkandung didalam tradisi tironan dusun Ngapus,(3) tata laku tradisi tironan dusun Ngapus,(4) carapelestarian tradisi tironan dusun Ngapus, (5) penilaian masyarakat terhadap adanya tradisi tironan di dusun Ngapus.Tujuan tradisi tironan dusun Ngapus yaitu membahas tentang awal mula terjadinya tradisi tironan dusun Ngapus,ubarame dan juga makna, tata laku tradisi tironan, cara pelestrian dan juga pendapat masyarakat mengenai tradisitironan di dusun Ngapus.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini digunakan dengan menimbang data yang dihasilkan berupa datadeskriptif, yaitu kata-kata berupa tulisan atau lisan dari informan dengan cara melalui wawancara dan dokumentasi.Analisis data dilaksanakan dengan cara memberi interpretasi disetiap bentuk data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi tironan termasuk tradisi di dusun Ngapus yang masih dipercayaoleh masyarakat untuk menumbuhkan rasa syukur dan memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan cara lewatdo‟a setiap waktu hari lahir perhitungan Jawa (weton) tiba atau sebulan sekali. Pelaksanaan tradisi tironan ini dilakukandengan cara runtut dari awal persiapan, acara inti, dan akhir. Tradisi ini menggunakan alat dan bahan yang berupaubarampe yang mempunyai makna sendiri-sendiri. Cara pelestarian tradisi ini yaitu dengan cultural experience dancultural knowladge. Terakhir yaitu pendapat masyarakat mengenai TT ini terbentuk menjadi dua golongan, yaitugolongan setuju dan golongan tidak setuju adanya TT.Kata kunci: tradisi, kebudayaan, tironan, folklor