Yudi Hendrayana
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pada Jenjang Primary dan Secondary School : A scoping review Zahir Abdul Wahid; Yudi Hendrayana; Burhan Hambali
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 15 No. 1 (2026): June: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v15i1.10913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan model-model pembelajaran pendidikan jasmani yang diterapkan pada jenjang primary dan secondary school serta mengidentifikasi karakteristik penerapan, luaran pembelajaran, dan kesenjangan penelitian dalam literatur internasional. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses for Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Proses review meliputi perumusan pertanyaan penelitian, identifikasi studi relevan, seleksi studi, pemetaan data, serta pengelompokan dan sintesis temuan. Sebanyak 25 studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam penelitian ini. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa beberapa model pembelajaran dominan dalam pendidikan jasmani, antara lain Cooperative Learning, Teaching Games for Understanding (TGfU), Sport Education Model (SEM), Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR), Project-Based Learning (PjBL), serta pendekatan berbasis teknologi seperti blended learning dan flipped learning. Pada jenjang primary school, model berbasis permainan dan kolaborasi, khususnya TGfU dan Cooperative Learning, efektif meningkatkan keterampilan motorik fundamental, kebugaran jasmani, motivasi belajar, serta perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Sementara itu, pada jenjang secondary school, SEM, TPSR, dan model berbasis teknologi lebih dominan dan berkontribusi pada peningkatan performa permainan, keterlibatan peserta didik, kemandirian belajar, regulasi diri, serta tanggung jawab personal dan sosial. Integrasi atau hibridisasi beberapa model menunjukkan dampak yang lebih seimbang pada domain psikomotor, kognitif, dan afektif. Efektivitas model pembelajaran pendidikan jasmani sangat bergantung pada kesesuaian dengan jenjang pendidikan, karakteristik peserta didik, serta konteks implementasi. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan dan penelitian lanjutan terkait model pembelajaran hibrid yang kontekstual serta kajian longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang pembelajaran pendidikan jasmani terhadap kebiasaan hidup aktif peserta didik.
Hubungan Kebugaran Jasmani dengan Tingkat Konsentrasi Peserta Didik dalam Mengikuti Pembelajaran di Sekolah Andika; Burhan Hambali; Yudi Hendrayana
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 4 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/3ctx0a68

Abstract

This study aims to determine the relationship between physical fitness and students’ concentration levels during classroom instruction at SMP Indonesia Raya in Bandung. This study employs a quantitative approach with a correlational design to explore the relationship between physical fitness and students’ concentration levels at SMP Indonesia Raya. The study population consisted of all students at SMP Indonesia Raya Bandung from grades 7 through 9, totaling 75 students. The primary instrument used to measure students’ physical fitness in this study was the Nusantara Student Fitness Test (TKPN). The results of the study indicate that the students’ physical fitness levels, as measured by the Nusantara Student Fitness Test, generally fell into the moderate category, with an average score of 2.1600. Physical condition among students tends to vary because the standard deviation is fairly high. A similar pattern was also observed in students’ ability to concentrate on learning, as assessed using the Grid Concentration Test, where their overall visual focus performance fell within the moderate range, with a more even or homogeneous distribution of data. Research findings indicate that when students are in top physical condition, their ability to concentrate while learning in class also improves. Keywords: Grid Concentrtion Test, Physical Fitness Test, Concentration in Learnin, Students, Tes Kebugaran Pelajar Nusantara