Alfiana Yuniar Rahmawati
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TERORISME DALAM KONSTRUKSI MEDIA MASSA Alfiana Yuniar Rahmawati
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 2, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jrmdk.v2i2.9658

Abstract

Munculnya aksi teror beberapa dekade terakhir ini menjadi perhatian yang cukup serius di Indonesia. Isu terorisme sudah sering menjadi headline di beberapa media massa seperti media Kompas.com dan Republika.co.id. Doktrin terorisme selalu didengungkan di berbagai media sebagai klaim bahwa gerakan teror masih ada dan akan terus terjadi tanpa bisa diprediksi. Analisis wacana kritis model Roger Fowler diterapkan untuk menganalisis berita bom bunuh diri di depan Mapolrestabes Medan yang pelakunya diduga sebagai teroris. Penelitian ini berupaya menelaah dua model analisis Roger Fowler yaitu melalui kosakata dan kalimat. Berdasarkan hasil analisis, dapat diungkapkan bahwa Kompas.com menyebut peristiwa bom bunuh diri sebagai aksi terorisme, sementara media Republika.co.id lebih berhati-hati menyebut aksi ini sebagai misi dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Wacana berita bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan dari ke dua media yaitu Kompas.com dan Republika.co.id, pada umumnya lebih memihak pada pelaku. Hal ini terlihat pada kosakata yang digunakan dan tata bahasa dalam kalimat-kalimat berita yang disajikan. Berita yang disajikan lebih mengarah pada kondisi pelaku. Pertarungan wacana dari masing-masing media begitu tampak terlihat dengan penggunaan kosakata yang didominasi oleh kalimat aktif. Hal ini seakan ingin mempertegas bahwa pelaku bom bunuh diri merupakan tindak kejahatan kriminal paling ekstrem yang sudah seharusnya dihilangkan dari negara Indonesia.