Muhammad Ulul Albab
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENYOAL KONEKSITAS KRITIK HADITS IGNAZ GOLDZIHER DAN JOSEPH SCHACHT Muhammad Ulul Albab
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 14 No. 1 (2021): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/annisa.v14i1.42

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran orientalis dalam memandang hadits Nabi Muhammad SAW dengan kacamata mereka. Maksud dan tujuan orientalis tentu mempunyai misi khusus dalam menggoyahkan pegangan umat Islam, yaitu hadits. Sosok orientalis seringkali menganggap rendah ajaran Islam lantaran dari sifat kebenciannya yang merupakan warisan akibat kekalahan di pihak Kristen dalam perang salib. Sehingga muncul nama-nama orientalis dengan mentalitas tinggi dalam memerangi Islam. Salah satunya adalah Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht yang aktif dalam mengkritik hadits. Keduanya mempunyai koneksitas dalam dalam mempunyai pandangan sama terkait otentitas hadits. Sehingga perlu tinjauan ulang arah kritik mereka untuk bisa menemukan analisa diskriptif dalam membantahnya. Oleh karenanya, kedua tokoh orientalis tersebut mempunyai hubungan erat dalam pandangannya terhadap hadits, sehingga kita sebagai Muslim tentu mempunyai kewajiban dalam memperjelas terkait otentitas hadits dan ilmu sanad yang benar. This article discusses the role of orientalists in looking at the hadith of the Prophet Muhammad SAW with their views. Orientalist purposes and objectives certainly have a special mission in shaking the grip of Muslims, namely hadith. Orientalist figures often consider the teachings of Islam because of the nature of his hatred which is a legacy of defeat on the war of Christian side. So came the names of orientalists with a high mentality in the fight against Islam. One of them is Ignaz Goldziher and Joseph Schacht who are active in criticizing hadiths. Both have deep connections in having the same view regarding the authenticity of hadith. So it is necessary to review the direction of their criticism to be able to find a descriptive analysis in refusing it. Therefore, the two orientalist figures have a close relationship in his view of the hadith, so that we as Muslims certainly have an obligation in clarifying the authenticity of hadith and the science correct of sanad.
Konsep Emansipatoris dalam Kajian Gender (Analisis Teori Subyektivisme) Muhammad Ulul Albab
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Prodi PAI STIT Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam epistemologi sebuah penelitian sosial memiliki banyak paradigma dalam pemikiran. Ragam pandangan dan perdebatan panjang akan melahirkan kebenaran menurut prespektif masing-masing. Kajian yang menggunakan pola subjektivisme menjadi teori yang tidak bisa dilepas dalam pandangan sosiologi. Peneliti juga menyebutnya bahwa paradigma subjektif itu termasuk bagian penelitian kualitatif. Tentunya, dalam penelitian ini perlu adanya pendekatan fenomenologi (lapangan), etnografi, dan biografi (tokoh). Sehingga dalam kesempatan ini, peniliti mecoba mengkaji pola penelitian subjektif dalam nalar emansipatoris terkait gender. Gerakan aktifis dan pejuang emansipasi wanita dalam memperjuangkan hak-hak yang sudah lama tertindas. Ada beberapa alasan yang memicu bangkitnya perempuan yang memperjuangkan haknya. Salah satunya adalah kesadaran posisi yang terpinggirkan dan didukung gerakan femninisme yang menyuarakan equality antara laki-laki dan perempuan. Pemikiran emansipatoris mencoba menyadarkan pada realitas sosial terkait kemampuan wanita dalam lingkaran kehidupan. Sehingga terbentuklah pandangannya secara subjektif dalam menilai gender.