Berbagai studi dan literatur tentang sifat dan karakter leksikal menegaskan bahwa setiap kata memiliki property yang meliputi semua aspek bahasa yang meliputi aspek fonologi, morfologi, sintak, semantic, dan kalau dikembangkan lebih lanjut frasa kolokasi dan pragmatik (cf. Kaplan and Bresnan, 1982; Rappaport, et al, 1987; Zubizarreta, 1987; Priyono, 2013). Dalam literatur tentang sifat leksikal ini dikenal sebagai Lexical Conceptual Structure. Idealnya setiap penguasaan sebuah kata yang sudah masuk kedalam mental lexicon sudah meliputi semua aspek bahasa tersebut tetapi realitanya tidak demikian. Ada orang yang sudah mengetahui makna sebuah kata tetapi tidak sempurna artikulasinya, atau tidak tepat penggunaannya dalam kalimat dan sebaliknya sudah mengetahui satu arti kata tetapi belum tahu makna lainnya. Hal ini bisa terjadi karena ekposisi terhadap input bahasa tidak menyeluruh meliputi semua aspek bahasa dengan segala variannya. Dengan demikian property kata yang terserap kedalam mental lexicon juga terbatas. Sebaliknya jika input bahasa masuk kedalam mental lexicon lengkap dengan semua lexical property-nya, maka ini akan menjadi tacit knowledge, berupa kompetensi bahasa yang memudahkan pembelajar bahasa menggunakan bahasa tersebut dengan lancar tanpa melibatkan kesadaran kognitifnya. Penelitian ini telah melihat bahwa selama masa studi mahasiswa program studi Bahasa Inggris, FKIP Universitas Mataram, memiliki keterbatasan dalam penggunaan bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka tidak terekpos terhadap input bahasa secara maksimal, yaitu input bahasa yang mengandung banyak property kata yang meliputi semua aspek bahasa.