Kedisiplinan siswa-siswi MIN 2 Bengkulu Selatan memiliki kemajuan yang berbeda-beda antara siswa satu dengan siswa lainnya. Ada yang perlu dibimbing ada yang sudah sadar akan kedisplinan, dan ada beberapa anak belum serius tapi arahnya sudah ada. Jenis penelitian adalah penelitian penelitian kualitatif atau penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1) Proses kegiatan religius tahfidzul Qur’an dan shalat dhuha berjama’ah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Selatan dimulai pukul 07.00 WIB siswa berbaris rapi di lapangan, guru mengucapkan lima nilai budaya kerja, yel-yel madrasah, asmaa’ul husna dan tahfidzul Qur’an dipimpin oleh guru. Pukul 07.30 WIB shalat dhuha berjamaah sesuai jadwal kelas mengingat kapasitas mushola. Pelaksanaan shalat diimami guru, setelah shalat mendengar wasilah shalat dhuha dan kembali ke kelas. 2) Proses pembentukan karakter disiplin melalui kegiatan religius tahfidzul Qur’an dan shalat dhuha berjama’ah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Selatan yaitu diawali dari sebuah pembiasaan, keteladanan guru dan motivasi. Dengan melalui pembiasaan kegiatan religius tahfidzul Qur’an dan shalat Dhuha dapat membentuk karakter displin siswa. Kegiatan religius tahfidzul Qur’an dan shalat Dhuha bertujuan membangun pondasi siswa menjadi anak yang disiplin, religius, dan cerdas serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. 3) Faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan karakter disiplin siswa melalui kegiatan religius tahfidzul Qur’an dan shalat dhuha berjama’ah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Selatan antara lain keluarga, guru, lingkungan tempat tinggal dan teman sejawat.