Qomaruddin Qomaruddin
Institut Agama Islam Qomaruddin Bungah Gresik

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Qomaruddin Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2016): December
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.02 KB)

Abstract

Di era globalisasi ini banyak pihak yang menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal. Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan di kota-kota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Agar peserta didik memiliki karakter mulia sesuai norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat, maka perlu dilakukan pendidikan karakter secara memadai. Pendidikan karakter pada dasarnya dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan memperjelas bagaimana penerapan integrasi nilai-nilai karakter dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Pentingnya Pendampingan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Qomaruddin Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2016): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.607 KB)

Abstract

Keberhasilan dalam mendidik anak didik diperlukan berbagai tehnik mendidik maupun prektek yang berlangsung terus menerus, karena mutu pendidikan berfungsi untuk membentuk watak anak didik agar menjadi manusia berakhlaq dab berbudi luhur yang didasarkan pada iman dalam kepribadian yang baik. Lembaga pendidikan agama adalah salah satu sarana untuk mencapai pendidikan yang diharapkan itu, dengan pendidikan agama diharapkan dapat mewarnai kepribadian anak, apalagi pengaruh lingkungan yang kuat di era globalisasi ini sangat mengkhawatirkan orang tua. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan itu maka orang tua memasukkan anaknya ke sekolah Madrasah Tsanawiyah. Meskipun ada sebagian yang ditinggal kedua orang tuanya ke Malaysia, tetapi orang tua berharap semoga anaknya menjadi anak yang berilmu yang dapat mengangkat derajatnya.
Analisis Pemikiran Antonio Gramsci tentang Hegemoni Menurut Konsep Pendidikan Islam Qomaruddin Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2017): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.337 KB)

Abstract

Hegemoni adalah sebuah sebuah upaya pemahaman akan suatu kelompok atau masyarakat dengan tujuan untuk merubahnya. Hegemoni menunjuk pada kuatnya pengaruh kepemimpinan dalam bentuk moral maupun intelektual, yang membentuk sikap kelompok yang dipimpin. Hal ini terjadi dalam citra konsensual yang diciptakan melalui pengaruh terselubung lewat pengetahuan yang disebarkan melalui perangkat-perangkat kekuasaan ataupun dengan pemaksaan. Dengan kata lain, hegemoni adalah sebuah mata rantai strategi memperoleh kemenangan yang lebih banyak di dapat melalui mekanisme konsensus daripada melalui penindasan dan pemaksaan terhadap kelompok lainnya. Gagasan ini muncul berbarengan dengan upaya Antonio Gramsci untuk memajukan revolusi sosialis dalam rangka menghancurkan tatanan dan sistem kapitalisme. Namun Antonio Gramsci menggunakan istilah ini sebagai konsep yang netral, tidak bersifat baik atau buruk. Artinya, ia menggunakan konsep hegemoni dalam kerangka realitas perjuangan kelompok dalam suatu tatanan masyarakat. Hegemoni suatu kelompok menunjukkan bahwa suatu kelompok tersebut telah mampu mempengaruhi kelompok sosial lainnya untuk menerima nilai-nilai politik, budaya, moral, adat, ajaran agama, ataupun nilai-nilai lainnya yang dikehendaki. Proses perebutan pengaruh tersebut dapat dilakukakan melalui lembaga-lembaga sosial masyarakat, termasuk lembaga pendidikan