Muhammad mahbub
Institut Agama Islam Qomaruddin Gresik

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektifitas Pembinaan Menjadi Orang Tua Yang Lebih Baik Terhadap Peningkatan Kamampuan Keluarga (Studi Kasus di Desa Tajungwidoro dan Keramat Bungah Gresik) Muhammad mahbub
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2019): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.162 KB)

Abstract

ABSTRACT Be a good parent is not determined by economic, social, or educational background, but it is determined by attitudes and behavior of the parents. Children will imitate the attitudes and behavior of parents. What the children imitate from their parents will be a habit, and then influences the construction of a kid's character. The following are the attitudes and behaviors of parents that are needed to be owned in order to be better parents. This research measure the effectiveness of the coaching on how to increase the family's capability to be a better parent, the results shows (1) There is an increasing capability of family on both positive self-concept, parental affection, father involvement and cooperation in nurturing and avoiding conflict in front of children, (2) There is an increasing number of good indicators are 15-30% average, meanwhile a decreasing number of bad behavior in all indicators are 25% average. (3) That coaching of family capability to be better parents in the two villages is effective; the effectiveness level is very significant. These results indicate that the coaching program is worthy to be continued and developed. ABSTRAK Untuk menjadi orang tua yang baik tidak ditentukan oleh status ekonomi, sosial, ataupun latar belakang pendidikan, tetapi ditentukan oleh sikap dan prilaku sebagai orang tua. Anak-anak akan meniru sikap dan prilaku orang tua. Apa yang ditiru anak dari orang tuanya akan menjadi sebuah kebiasaan yang kemudian mempengaruhi pembentukan karakter anak. Berikut ini sikap dan prilaku orang tua yang perlu dimiliki agar menjadi orang tua yang lebih baik. Penelitian ini merupakan pengukuran terhadap efektifitas pembinaan peningkatan kemampuan keluarga untuk menjadi orang tua yang lebih baik, hasil yang didapat (1) Ada peningkatan kemampuan keluarga baik konsep diri yang positif, kasih sayang orang tua, keterlibatan ayah dan bekerjasama dalam pengasuhan serta menghindari konflik dihadapan anak, (2) Besaran peningkatan pada semua indikator yang baik meningkat rata-rata 15%-30%, sementara terjadi penurunan prilaku tidak baik pada semua indikator menurun rata-rata 25%. (3) Bahwa pembinaan kemampuan keluarga untuk menjadi orang tua yang lebih baik di dua desa tersebut efektif, tingkat efektifitas sangat signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa program pembinaan ini layak dilanjutkan dan dikembangkan objeknya. Kata Kunci; orang tua, kemampuan keluarga, efektifitas, pembinaan
PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP PRILAKU ANAK BERPENGARUH DALAM PENINGKATAN PRILAKU BAIK ANAK (Studi Kasus di Desa Tajungwidoro dan Keramat Bungah Gresik) Muhammad Mahbub
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2019): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.253 KB)

Abstract

Meningkatkan prilaku baik anak, orang tua harus dapat terlebih dahulu mengidentifikasi kelebihan anak, kemudian memahami kekuatan pujian, dan apresisasi atas prilaku baik anak. Sedangkan untuk mengurangi prilaku buruk anak Sedangkan untuk mengurangi prilaku buruk anak, orang tua harus memahami efek negative dari menggunakan hukuman fisik. Strategi untuk mengurangi prilaku buruk pada anak dapat diganti dengan menetapkan aturan bersama anak, menjelaskan konsekuensi yang masuk akal kepada anak, memberikan waktu menenangkan diri dan mengabaikan prilaku anak yang tidak berbahaya dan ditujukan untuk memncari perhatian.Penelitian ini menggali bagamana cara orang tua meningkatkan prilkau baik dan mengurangi prilaku buruk anak sekaligus dampaknya bagi perkembangan anak. Tujuan utama adalah melihat perkembangan cara orang tua dalam memahami prilaku baik dan buruk anak, serta kemampuan mereka meningkatkan banyak kebaikan pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif analitik, deskriptif berusaha menggambarkan Tingkat kemampuan orang tua dalam pemahaman prilaku anak sebagai variabel (X), Teori kuantitatif berupaya mengungkap pengaruh pemahaman orang tua terhadap peningkatan prilaku baik anak dan mengurangi prilaku buruk anak, sebagai variabel (Y), dengan 196 populasi yang dikumpulkan datanya melalui wawancara langsung serta pengamatan, analisis hasil perubahan dan perkembangan prilaku menggunakan analisis statistic berupa prosentase (%), dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa cara orang tua dalam memahami prilaku baik anak dan mengurangi prilaku buruk anak mengalami perubahan yang signifikan sehingga berdampak pada peningkatan prilaku baik anak dan penurunan prilaku buruk anak secara signifikan, memang perubahan ini berakibat pada pola hidup orang tua sehari-hari yang harus menyediakan waktu lebih banyak untuk bersama dengan anak. Kata Kunci; Orang tua, Prilaku Baik, Prilaku Buru, Anak, Pemahaman
PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK SEBAGAI MODAL PEMENUHAN HAK DASAR PENDIDIKAN Muhammad Mahbub
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 18 No 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v18i2.3580

Abstract

In the law of the child act number 23 of 2002 concerning to the child’s protection explains that a child is any person under the age of 18 including any unborn child. Meanwhile, the child right is all the basic needs of the child that must be respected, protected, and fulfilled so that the welfare and life of the child is protected by the law. In the Convention of on the Rights of the Child (CRC), child's right is grouped into: the right to live, the right to grow and develop, the right to get protection, and to participate. On the other hand, education is the manifestation and implementation of the child's right, supervision of the learning process, scheduling the learning time, providing the child's learning need and solving the child's learning difficulties are part of the obligations that parents must fulfill for the basic rights of child's education. In fulfilling the parents' obligations to the child's learning process is not only measured by how much financial given, but is also measured by the attention and assistance on the child’s learning difficulties. In accordance with the topic, this research aims to: (1) providing knowledge of the basic rights of child, (2) providing an understanding about what so- called violence against child, (3) providing skills on how to prevent child abuse, and (4) the fulfillment of parents' obligations towards child’s right as a form of prevention of violence against children. This study employs the theory of change with a quantitative-exploratory approach, the terms of exploratory has positioned the previous findings as a basis ideas and problem solving in this research, thus giving ideas and solutions dealing with the problem that “the fulfillment of child's right is an integral part of preventing violence against children.” It will be very beneficial for parents and teachers as the partners of children in enhancing their education, thus creating an atmosphere conducive academic to child's learning. Keywords; violence, basic rights, education
ANALISA MATERI QUR’AN HADIS MADRASAH ALIYAH DENGAN PENDEKATAN INTERDIPISPLINER Muhammad Mahbub
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i1.3645

Abstract

Curriculum is a set of plans and arrangements regarding objectives, content and materials and methods used in the learning and assessment process to achieve certain desired goals. Al Qur'an and Hadith as an integral part of the Religious Education curriculum at Madrasah Aliyah if learning is carried out effectively and meaningfully, it is hoped that students will be able to solve their religious problems in the community, students will become part of the solution, not the problem. However, the reality that is currently developing is that many Madrasah Aliyah graduates do not have integrity and independence in their religion, belief and religion, which actually becomes a problem for other people, even other groups. So this is where it is necessary to redesign teaching materials as media that provide knowledge, skills and attitudes to students, not only using interpretive analysis as the basis for the conception of the material, but also connecting with other disciplines, synergizing with socio-cultural, political, economic and even religious teachings. other materials that intersect with the material, so that the concept of the material being taught becomes very close to the environment and students' needs. On this basis, the analysis of teaching materials absolutely must use an interdisciplinary approach in unraveling the concept of the verse text side by side with the content of the analysis in the meaning of the verse text. Keywords: al Quran-Hadith, material conception, interdisciplinary
PENGEMBANGAN PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU Muhammad Mahbub
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i2.3759

Abstract

Guru merupakan ujung tombak dalam proses belajar mengajar didalam kelas. Oleh karena itu kemampuan guru marupakan indikator pada keberhasilan proses belajar mengajar. Disamping itu tugas profesionalisme guru juga mencakup tugas terhadap diri sendiri, terhadap keluarga, dan terutama tugas dalam lingkungan masyarakat dimana guru tersebut tinggal. Tugas-tugas tersebut tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang guru, karena bagaimanapun juga sosok kehidupan seorang guru adalah merupakan sosok utama yang berkaitan dengan lingkungan dimana guru tinggal, sehingga guru harus mempunyai pribadi yang rangkap yang harus dapat diperankan dimana guru itu berada. Tugas personal guru yang dimaksud disini adalah tugas yang berhubungan dengan tanggungjawab pribadi sebagai pendidik, dirinya sendiri dan konsep pribadinya. Tugas guru yang berhubungan dengan tanggung jawab sebagai seorang pendidik, sangat erat hubungannya dengan tugas profesionalisme yang harus dipenuhi oleh seorang guru dalam kaitannya dengan pelaksanaan proses belajar mengajar. Dewasa ini sering dijumpai bahwa seorang guru lebih mementingkan tugas pribadinya dari pada harus melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pendidik, sehingga tidak mustahil adanya guru yang tidak bisa melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan baik, karena lebih mementingkan persoalan yang berkenaan dengan pribadinya sendiri. Misalnya seorang guru tidak mengajar karena harus mengajar ditempat lain untuk menambah pendapatan pribadinya. Hal semacam ini seringkali mengakibatkan jatuhnya korban pada salah satu pihak, yaitu anak didiknya, hal ini dikarenakan keteledoran guru yang berusaha mencari tambahan penghasilan untuk dirinya pribadi. Kata Kunci: Profesionalisme, Guru