Dwi Hariyanto
Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN FOKLOR MASYARAKAT KUTAI KARTANEGARA DALAM NOVEL "ERAU KOTA RAJA" Dwi Hariyanto
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 10, No 2 (2015): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.92 KB) | DOI: 10.26499/loa.v10i2.2050

Abstract

                                                             AbstrakKarya novel yang mengangkat folklor masyarakat Kalimantan Timur sangat jarang ditemukan. Selain minimnya pengarang yang menulis karya sastra bergenre novel di Kalimantan Timur, tematema yang mengangkat keberadaan folklor sangat minim sampai saat ini. Salah satu novel yang mengangkat tema foklor adalah novel Erau Kota Raja. Meskipun bukan ditulis oleh pengarang Kalimantan Timur, novel Erau Kota Raja mengajak kita untuk lebih peduli terhadap seni folklor masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Tenggarong, Kutai Kartanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan masalah penggambaran folklor masyarakat Kutai Kartanegara dan upaya pemertahanan folklor di Kutai Kartanegara. Analisis yang digunakan untuk mengkaji novel Erau Kota Raja adalah sosiologi sastra. Namun, sebelumnya analisis struktural digunakan sebagai pijakan awal untuk mengetahui unsur-unsur struktur karya sastra yang terdapat dalam novel Erau Kota Raja. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data yang didapatkan dari studi pustaka dianalisis dengan pendekatan sosiologis dan hasilnya dijabarkan secara deskriptif. Folklor yang diangkat menjadi latar budaya dalam novel Erau Kota Raja adalah pesta erau, tari jepen, seni tingkilan, prosesi beluluh sultan, dan mitos kepuhunan. Kekayaan folklor masyarakat Kutai akan memudar apabila tidak ada kepedulian dari masyarakat untuk melestarikannya, terutama oleh generasi mudanya.Kata kunci: foklor, novel, budaya                                                           AbstractIt is rare to find novels about folklore of East Kalimantan society because there is only few folklore themes and few authors writing such novels. One of the novels about folklore is Erau Kota Raja. It leads us to care more about folklore of East Kalimantan society, especially Tenggarong Kutai Kartanegara, even though the author is not from East Kalimantan. This study aims to uncover the description problems of Kutai Kartanegara society folklore and the efforts to preserve the folklore in Kutai Kartanegara. It uses the structural analysis to get the structure elements of the literary works in the novel. It also applies qualitative method and also the sociology of literature. The data from the library research is analyzed using sociology approach. The result is descriptive. It shows that the novel’s cultural settings are Erau feast, Jepen dance, Tingkilan, Beluluh Sultan, and Kepuhunan myth. The folklore richness of Kutai society are beginning to fade if the society, especially the youngpeople, is ignorant to preserve it.Keyword: folklore, novel, cultural  
KAJIAN SASTRA LINGKUNGAN DI KALIMANTAN TIMUR DALAM CERPEN ”DATARAN MELENGEN” DAN ”BANJIRKAP” Dwi Hariyanto
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 2 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i2.6723

Abstract

Karya sastra berhubungan erat dengan latar belakang lingkungan pengarang. Kalimantan Timur memiliki keindahan alam dan budaya budaya yang menjadi sumber inspirasi pengarang. Cerpen cerpen “Dataran Melengen” dan “Banjirkap” adalah cerpen yang memuat deskripsi lingkungan di Kalimantan Timur. Kedua cerpen ini menarik untuk dikaji dengan model kajian sastra lingkungan yang menitikberatkan pada kajian narasi pastoral dan narasi apokaliptik. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengungkapkan narasi pastoral dan apokalitik dalam kedua cerpen yang dikarang oleh dua orang pengarang Kalimantan Timur. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kedua cerpen tersebut merepresentasikan kondisi lingkungan yang ada di Kalimantan Timur  Kata-kata kunci: ekokritik, lingkungan, cerpen