Diyan Kurniawati
Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GEJALA SOSIAL PADA TIGA CERPEN KALIMANTAN TIMUR TAHUN 1980-AN Diyan Kurniawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i2.4072

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala sosial yang terdapat dalam tiga cerpen Kalimantan Timur tahun 1980-an. Ketiga cepen tersebut berjudul “Kembali ke Desa”, Surat dari Kekasih”, dan “Keping Hati Menguak Badai”. Dengan teori sosiologi sastra, penelitian ini menganalisis berbagai gejala sosial yang terjadi dalam relasi tokoh dengan lingkungannya. Analisis menunjukkan bahwa gejala sosial yang terjadi pada ketiga cerpen tersebut berupa tokoh yang melakukan pertahanan eksistensinya dengan bermigrasi ke luar daerahnya. Di daerah baru tersebut tokoh mengalami konflik-konflik selama melakukan pertahanan eksistensi. Konflik-konflik yang terjadi menimbulkan tokoh mengambil keputusan untuk kembali ke daerahnya. Selain konflik-konflik, terdapat pula nilai-nilai sosial yang ditampilkan dalam relasi antarindividu. Nilai-nilai tersebut yaitu solidaritas dan empati. Analisis juga menunjukkan pula terdapat tujuan tokoh melakukan pertahanan eksistensi ke luar daerahnya bukan hanya untuk meningkatkan status ekokonomi dirinya, melainkan untuk kembali dan membangun daerahnya yang belum mengalami kemajuan. Tiga cerpen Kalimantan Timur tahun 1980-an menunjukkan gejala sosial manusia melalui pergulatan pertahanan eksitensi di luar daerahnya.Kata kunci: fenomena sosial, eksistensi, migrasiAbstract This study aims to determine the social phenomena in three East Kalimantan short stories in the 1980s. Those are “Kembali ke Desa”, “Surat dari  Kekasih”, and “Keping Hati Menguak Badai”. Using the theory of literature sociology, this research analyzes various social phenomena in characters’ relationship with their environment. The analysis shows that the social phenomena in those short stories are characters who defend their existence by migrating from his or her place.In their new environment, the characters experience conflicts while fighting for their existence. Those conflicts make them return to their old place. In addition, there are also social values portrayed in relationships between individuals, solidarity and empathy. The analysis also reveals that there is a purpose in defending their existence away from their home, not only to improve their economic status, but also to return and make their environment a better place. Those three short stories  show social phenomena through the struggle of defending existence away from their environment. Keywords: social phenomena, existence, migra
IDENTITAS MANUSIA DI RUANG KOTA DALAM DUA CERPEN KALIMANTAN TIMUR TAHUN 1980-AN Diyan Kurniawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.5153

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas manusia yang terdapat di ruang kota dalam dua cerpen Kalimantan Timur tahun 1980-an. Kedua cepen tersebut berjudul Selamat Tinggal Kegelapan” karya Herman S (26 Oktober 1988), dan “Ketika Malam Semakin Menanjak” karya Ch Iskandar (4 Januari 1989). Dengan teori sosiologi sastra, penelitian ini menganalisis berbagai bentuk identitas tokoh yang terjadi dalam relasi tokoh dengan lingkungannya. Analisis menunjukkan bahwa identitas yang terjadi pada kedua cerpen tersebut berupa tokoh yang melakukan pertahanan eksistensi dan keterasingan identitas di ruang kota. Di ruang kota tokoh melakukan pertahanan eksistensi dengan mengambil identitas yang berkaitan dengan kriminal. Perubahan identitas ke arah positif terjadi ketika tokoh menyadari bahwa pekerjaannya  merugikan orang lain.  Analisis juga menunjukkan tokoh yang mengalami keterasingan identitas karena kehilangan semua identitas terdahulu.  Hal tersebut mengakibatkan kelas sosial tokoh menjadi rendah. Dua cerpen tersebut menunjukkan posisi manusia di ruang kota yang diketahui melalui bentuk identias manusia tersebut. Kata kunci: identitas, eksistensi, keterasingan AbstractThis study aims to determine human identity in urban spaces in two East Kalimantan short stories in the 1980s. The short stories are Herman S’ “Selamat Datang Kegelapan”  October 26th, 1988) and Ch Iskandar's “Ketika Malam Semakin Menanjak” (January 4th, 1989). This study analyzes numerous forms of characters’ identity in the character's elationship with his environment using sociological literary theory.The analysis reveals that in those two short stories the identity is in the form of a character who defends the existence and alienation of identity in urban space. In the city space, the character performs the defense of his existency by having identities related to criminals. A positive change of identity occurs when people realize that what they do is disadvantageous to others. The analysis also shows characters who experience identity alienation because of their lost previous identities. This brings about the social class of the character to be low. Those short stories show human position in urban spaces through these forms of human identity. Keywords: identity, existence, alienation