Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI SIMPANG TAK BERSINYAL JALAN MT. HARYONO – JALAN BANGGERIS MENGGUNAKAN SOFTWARE KAJI Rusdi Doviyanto
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i2.4074

Abstract

Simpang tak bersinyal adalah simpang yang paling banyak dijumpai di daerah perkotaan di Indonesia. Apabila kinerja simpang menurun, maka akan menimbulkan kerugian pada pengguna jalan akibat terjadinya penurunan kecepatan, peningkatan tundaan, dan antrian kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui volume lalu lintas perhitungan kinerja simpang tak bersinyal pada Jalan MT. Haryono – Jalan Banggeris, mengetahui kinerja simpang tak bersinyal tingkat pelayanan (level of service/LOS) dan memprediksi tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada Jalan MT. Haryono – Jalan Banggeris kondisi 5 (lima) tahun yang akan datang. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder, survey volume lalu lintas dan survey hambatan samping yang kemudian dianalisa berdasarkan MKJI 1997. Hasil penelitian menunjukkan v/c = 0,605< 0,85 dengan arus lalu lintas dengan kapasitas 4104 smp/jam, mempunyai tingkat pelayanan (LOS)  =  C,  dimana  arus  stabil,  kecepatan  dikontrol  oleh  arus  lalu  lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Kata kunci : Simpang Tak Bersinyal, Kinerja, Tingkat Pelayanan
EFEKTIVITAS FUNGSI TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA SAMARINDA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Lisa Astria; Rusdi Doviyanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i1.1063

Abstract

Abstract: The existence of city parks is not only an aesthetic function and the beauty of the city, but other functions such as socio-cultural and ecological for humans. During the COVID-19 pandemic, some people still choose to reduce activities outside the home, this has an impact on closing city parks during the pandemic to suppress the spread of COVID-19. So that in assessing the function of city parks, the main function parameters are ecological functions, socio-cultural functions, economic functions and aesthetic functions. The purpose of this research is to find out and examine the effectiveness of the function of city parks as an alternative entertainment for urban communities in the city of Samarinda. For the stages of research analysis, namely descriptive analysis and scoring analysis using a Likert scale. Overall, the effectiveness level of Mahakam Lantern Park for socio-cultural functions is 2.5, economic function is 2.4 and ecological function is 2.6 which is considered effective compared to aesthetic function of 2.3 which is quite effective. Meanwhile, in Taman Ujung Baru (Taman Bebaya) the socio-cultural function of 2.5 is considered effective, the economic function of 2.4 and the ecological function of 2.4 is quite effective, while the economic function of 1 is considered ineffective. The reason is, during the pandemic, community activities are limited in green open spaces and maintain health protocols.Abstrak: Keberadaan taman kota bukan hanya fungsi estetika dan keindahan kota, tetapi fungsi lain seperti sosial budaya dan ekologi bagi manusia. Di masa pandemi COVID-19, sebagian masyarakat masih memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, hal ini berdampak pada penutupan taman kota selama masa pandemi guna menekan penyebaran COVID-19. Sehingga dalam menilai fungsi taman kota, parameter fungsi utama adalah fungsi ekologis, fungsi sosial budaya, fungsi ekonomi dan fungsi estetika. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji efektivitas fungsi taman kota sebagai alternatif hiburan masyarakat perkotaan di kota Samarinda. Untuk tahapan analisis penelitian yaitu analisis deskriptif dan analisis skoring menggunakan skala likert. Secara keseluruhan, tingkat efektivitas Taman Lampion Mahakam untuk fungsi sosial budaya sebesar 2,5, fungsi ekonomi sebesar 2,4 dan fungsi ekologis sebesar 2,6 yang dianggap efektif dibandingkan dengan fungsi estetika sebesar 2,3 yang cukup efektif. Sedangkan di Taman Ujung Baru (Taman Bebaya) untuk fungsi sosial budaya sebesar 2,5 dinilai efektif, fungsi ekonomi sebesar 2,4 dan fungsi ekologi sebesar 2,4 cukup efektif, sedangkan fungsi ekonomi sebesar 1 dianggap tidak efektif. Pasalnya, selama masa pandemi, aktivitas masyarakat dibatasi di ruang terbuka hijau dan tetap menjaga protokol kesehatan.