Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Air Lahan Gambut di Kalimantan Selatan Terhadap Beton Porous dengan Penambahan Fly Ash Eka Purnamasari; Muhammad Saukani; Fitriani Ridzeki
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i2.1581

Abstract

Penelitian terhadap kuat tekan beton beton porous yang menggunakan agregat kasar dengan tambahan material pozzolan fly ash dan direndam dalam air gambut/rawa bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat khususnya yang di wilayahnya dikelilingi oleh lahan gambut/rawa bahwa fly ash ternyata dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Selain itu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk dapat seluas mungkin memanfaatkan limbah pembakaran batu bara (fly ash) misalnya diplikasikan untuk campuran bahan bangunan seperti beton dan mortar. Kemudian akhirnya masyarakat juga memiliki pengetahuan bahwa tidak selamanya beton itu harus dicampur dengan pasir, berbobot berat dan kedap air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental di laboratorium. Variabel penelitian di sini adalah porsi penambahan fly ash pada beberapa variasi porsi campuran beton non pasir dan pengaruh perendaman menggunakan air lahan gambut. Kuat tekan beton porous mengalami penurunan saat perawatan perendaman dengan air gambut. Pada sampel beton porous yang diberi perawatan perendaman dengan air rawa mengalami penurunan kuat tekan beton sebesar 10,28% dibandingkan dengan sampel beton porous yang direndam dengan air PDAM. Kuat tekan beton porous dengan fly ash 10%  yang direndam dengan air gambut yaitu sebesar 6,89 Mpa dan uat tekan beton porous dengan fly ash 20%  yang direndam dengan air gambut yaitu sebesar 7,85 Mpa. Pola retakan yang terjadi dikarenakan penyebaran tegangan pada benda uji akibat proses ikat pegangan pada benda uji dan juga berpengaruh terhadap homogenitas agregat penyusun beton. Pada model yang dilakukan perawatan perendaman dengan air PDAM dan air rawa gambut berdasarkan hasil penelitian pola retak yang terjadi yaitu retakan pada ujung samping.
KORELASI HARGA LIQUID LIMIT (LL) DAN PLASTISITAS INDEKS (PI) DENGAN EXPANSION INDEX (EI) UNTUK TANAH DI KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Fitria Handayani; Eka Purnamasari; Ruliana Febrianty
INFO-TEKNIK Vol 22, No 1 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 1 JULI 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v22i1.11208

Abstract

Sistem Drainase Terpadu Berwawasan Lingkungan (Ecodrain) pada Kawasan Permukiman di Kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin Eka Purnamasari; Robiatul Adawiyah; Akhmad Gazali
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2020): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v6i1.1471

Abstract

Pelambuan is a sub-district in West Banjarmasin, Banjarmasin City, South Kalimantan Province. Part of the Pelambuan area is still a slum area because there is no drainage, garbage problems, sanitation, etc. So it needs awareness and the role of community members to love the environment and live healthily. Thus, the residents must be given an understanding of the integrated environmental drainage system (ecodrain) in residential areas to maintain and create a healthy environment. In principle, ecodrain is a program to restore and improve the quality of urban drainage flow from pollution caused by garbage or wastewater due to the indiscipline of urban residents who throw garbage or wastewater into channels or rivers that cross urban areas. Handling of drainage, which is carried out in an integrated manner by handling waste and wastewater with an environmentally sound concept (ecodrain), can be carried out in the following ways: installation and operation of waste filters, application of proper waste management with the 3R approach (Reduce, Reuse & Recycle) community-based, community-based sanitation improvement (Sanimas), river water quality restoration through bioremediation, construction of rainwater catchment wells to reduce the volume of rainwater runoff that will flow into drainage channels and rivers.
PENYULUHAN SANITASI KOMUNAL DI DESA TAMBAK BARU KECAMATAN MARTAPURA KOTA KABUPATEN BANJAR Eka Purnamasari; Akhmad Gazali; Robiatul Adawiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 3, No 1 (2017): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.853 KB) | DOI: 10.31602/jpai.v3i1.923

Abstract

Tambak Baru is one of 25 villages. Village located in the District Martapura Banjar district. The majority of the population are farmers Tambak Baru (peasant) and household handicraft industry and artisan labor. Geographically, the new Village Pond located at coordinates between 3.23594 ° S and 114 ° 35'30 "- 114.52134 ° East.Wastewater contained in Tambak Baru generally in the form of domestic waste / household. The waste water typically flows into the river nearby, so the burden of the rivers in the region is getting heavier and river water pollution level is high enough. It can be seen from the river in the region. And in the rainy season drainage is not functioning properly so frequent inundation at certain points.Based on the characteristics of the Tambak Baru, District Martapura Banjar Regency, it can be concluded that the aspect of social affecting people in Tambak Baru, District Martapura Banjar district in the act defecating carelessly, among other factors economic, education and mindset of the people in the act defecating , To achieve the target stop Babs performed triggered activity, in order to achieve behavioral change in behavior by simulation calculations Babs feces and fecal water, because people dump sludge into the river. The technical aspects of the constraints is the topography factor (nearby river with settlements), and lack of availability of land as a result of the density of homes that use a centralized waste management system and WWTP Communal.
PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK AGAR BERNILAI EKONOMIS UNTUK PERBAIKAN RESAPAN AIR HUJAN PADA TANAH RAWA DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fitria Handayani; Akhmad Gazali; Robiatul Adawiyah; Eka Purnamasari; Hendra Cahyadi
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 2 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.125 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i2.6260

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di desa Telaga Sari yang daerahnya merupakan tanah rawa yaitu terjadinya banjir yang semakin tahun semakin besar karena volume daya tampung saluran primer semakin berkurang. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan buruk warga membuang sampah anorganik (sampah yang sukar terurai dalam tanah) ke saluran primer dan rendahnya pengetahuan tentang drainase (resapan air). Ada cara yang perlu dilakukan agar banjir tahunan dapat dicegah yaitu dengan memperbaiki sistem resapan air ke dalam (drainase). Perbaikan drainase dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah yang tidak mudah terurai dengan menggunakan kembali (daur ulang) agar bermanfaat, maupun membuat sumur resapan. Pembuatan sumur resapan tidak memungkin karena memerlukan biaya dan proses yang lama sehingga cara yang digunakan adalah pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat seperti pot, tempat penyimpanan barang, celengan dan lain sebagainya. Diharapkan dengan adanya program pemanfaatan sampah anorganik ini dapat memperbaiki taraf hidup di bidang sosial, ekonomi, dan pangan.
Studi Alternatif Perancangan Substructure Pada Jembatan Desa Kuala Tambangan Eka Purnamasari; Revian Daffa Sosiawan
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 10 No 1 (2021): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v10i1.2205

Abstract

Abutmen is an under-bridge building located at both ends of the bridge pillars, serving as a load bearer that occurs on the upper structure of the bridge including the wind load load of the floor plate or force that occurs by the vertical load down. The province of South Kalimantan will widen the road, namely on the Batakan section of Kuala Tambangan Village, Tanah Laut Regency. Therefore, a bridge was built in Kuala Tambangan Village located in Batakan Section which is expected to support transportation. The length of the bridge span is 25.00 m and has a width of 6.00 m. The analysis was to plan an alternative structure of the lower building on the Kuala Tambangan Village bridge. Loading using LRFD (Load and Resistance Factor Design), loading standard for SNI 1725:2016 bridge and RSNI T-12-2004 (concrete structure planning for bridge). Based on the calculation of Substructure Abutment bridge has a length of 8.00 m, and a width of 2.80 m. The quality of concrete used is 25 MPa and the quality of reinforcing steel is BJ-TD 35 with a steel quality of 343 Mpa.
Pengaruh Penambahan Campuran Kapur Dan Abu Sekam Padi Pada Stabilisasi Tanah Gambut Terhadap Nilai Kuat Tekan Dan Kuat Geser (Studi Kasus: Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan) Benny Syaputra; Akhmad Gazali; Eka Purnamasari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i1.7232

Abstract

Tanah gambut sering menimbulkan masalah pada bangunan-bangunan yang ada diatasnya, salah satu alternative yang digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah ialah dengan stabilisasi. Stabilisasi merupakan usaha dalam memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah, yaitu dengan penambahan zar adiktif berupa kapur dan abu sekam padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat geser tanah gambut sebelum dan sesudah distabilisasi menggunakan kapur dan abu sekam padi serta pengaruh variasi waktu pemeraman terhadap nilai kuat tekan dan kuat geser. Penambahan kapur 10%, dan abu sekam padi 5%, 10%, 15%, dengan waktu pemeraman 0 hari, 4 hari, dan 7 hari. Tanah diambil dari Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. Nilai kuat tekan bebas tertinggi terjadi pada campuran kapur 10% + abu sekam padi 15% dan waktu pemeraman 7 hari dengan nilai didapat sebesar 1,793 kg/cm2 titik1 , 1,983 kg/cm2 titik 2, dan untuk kuat geser nilai kohesi tertinggi teradi pada kadar campuran kapur 10% + sekam 15% dengan waktu pemeraman 7 hari sebesar 0,38 titik1, 0,35 titik 2, dan nilai sudut geser 60,5 titik 1, 60 titik 2. Kata kunci : Kuat Tekan, Kuat Geser, Tanah Gambut
SIMULASI PERGERAKAN BUS KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI robiatul adawiyah; eka purnamasari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNI JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.425 KB) | DOI: 10.31602/jk.v2i1.2062

Abstract

Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari mempunyai tiga kampus di Kalimantan Selatan yaitu di Banjarmasin, Anjir, dan di Banjarbaru. Kampus Banjarmasin merupakan kampus utama dari Universitas Islam Kalimantan. Bus Kampus ini telah beroperasi sejak beberapa tahun yang lalu. Awalnya pengoperasian bus kampus ini bertujuan untuk membantu para akademisi antar kampus Banjarmasin dengan kampus Banjarbaru. Namun, karena hanya memiliki 1 unit bus maka masih banyak para akademisi yang menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi untuk kekampus. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasi pergerakan kampus Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari. Metodologi penelitian dilakukan dengan survei wawancara terhadap civitas akademik untuk dilakukan analisis dan evaluasi terhadap kapasitas bus dengan jumlah penumpang yang akan menggunakannya. Hasil dari penelitian ini didapat simulasi pergerakan bus kampus Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari. Maka dari penelitian ini mengusulkan untuk adanya penambahan bus sebanyak 5 buah dan penambahan penjadwalan bus untuk operasi.Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari has three campuses in South Kalimantan, namely in Banjarmasin, Anjir, and in Banjarbaru. The Banjarmasin campus is the main campus of the Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari. The campus bus has been operating since a few years ago. Initially the operation of the campus bus was aimed at helping academics between Banjarmasin campuses and the Banjarbaru campus. However, because it only has 1 bus unit, there are still many academics who use public transportation and private vehicles for Kekampus. This study aims to simulate the movement of the Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari. The research methodology is carried out by interview surveys of the academic community for analysis and evaluation of the bus capacity with the number of passengers who will use it. The results of this study obtained a simulation of the bus movement of the Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari. So from this study propose for the addition of 5 buses and the addition of bus scheduling for operations.
KAJIAN EFEKTIFITAS KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI FC’ 35 MPA DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT LOKAL SPLIT BIRAYANG KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH arif budi haryono; Adhi Surya; Eka Purnamasari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018): JUNI JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.663 KB) | DOI: 10.31602/jk.v1i1.1436

Abstract

Beton merupakan salah satu pilihan sebagai bahan infrastruktur. Beton merupakan campuran dari agregat halus dan agregat kasar (pasir, kerikil, batu pecah atau jenis agregat lain) dengan semen, yang dipersatukan oleh air dalam perbandingan tertentu. Untuk menghasilkan beton yang berkualitas baik dan perlu diperhatikan kuat tekan beton tersebut. Karena semakin besar kuat tekan beton, maka semakin baik juga kualitas beton tersebut. Kuat tekan beton (f’c) menyatakan kekuatan tekan luas bidang permukaan yang disyaratkan (dalam MPa). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efisiensi pemakaian batu birayang, mengetahui pengaruh jenis semen dengan penambahan zat aditif terhadap  beton, mengetahui formula korelasi kuat tekan beton dilaboratorium dan dilapangan.Pengujian  ini  dilakukan  di  Laboratorium  Struktur  dan  Bahan  Politeknik  Negeri  BanjarmasinKalimantan Selatan dengan menggunakan metode SNI ( Standar Nasional Indonesia). Pengujian ini terdiri atas pengujian semen, agregat (kasar dan halus) dan beton. Pengujian terhadap semen meliputi: berat jenis semen, kehalusan semen, kosistensi semen dan waktu pengikatan. Untuk pengujian terhadap agregat (kasar dan  halus)  meliputi:  analisa  saringan,  pemeriksaan  berat  jenis,  abrasi  dengan  mesin  los  angeles, pemeriksaan kadar air , kadar  lumpur, berat  isi,  kandungan organik. Untuk pengujian  beton meliputi: pengujian slump test, kadar udara, dan pengujian kuat tekan.Bedasarkan hasil penelitian ini maka dapat  disimpulkan bahwa split  birayang  lebih efisien dan ekonomis 41 % lebih rendah dari harga split palu,  hasil pengujian dilaboratorium dengan menggunakan semen gresik dan tambahan zat aditif sika kuat tekan rata-rata umur 28 hari didapat 38.79 Mpa  dan dari hasil rata-rata nilai kuat tekan dilaboratorium dan dilapangan hasil nya pun mencapai target estimasi Fc’ 35Mpa sehingga memenuhi syarat yang ditentukan.
ANALISA PEMBEBANAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN BETON PRATEGANG PADA JEMBATAN SULAWESI II DI BANJARMASIN MENGGUNAKAN SNI 1725:2016 rohayah rohayah; Abdurrahman Abdurrahman; Eka Purnamasari
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018): JUNI JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.947 KB) | DOI: 10.31602/jk.v1i1.1437

Abstract

Jembatan Sulawesi I sudah saatnya untuk ditingkatkan dari segi kapasitas yang ada dan konstruksijembatan yang masih menggunakan kayu. Karenanya dibangun jembatan baru di sisi timur dari yang sudah ada dan disebut jembatan Sulawesi II dengan panjang 63,5 m. pada saat di rencanakan dan dibangun jembatan ini di tahun 2016 masih menggunakan peraturan pembebanan jembatan RSNI 2005, seiring dengan waktu, standart tersebut perlu diperbarui sesuai dengan kondisi terkini menggunakan SNI 1725:2016.Perhitungan analisa struktur jembatan Sulawesi II menggunakan program SAP 2000 V19. Sedangkan, perhitungan penulangan pelat lantai prategang pada Jembatan Sulawesi II ini menggunakan metode Bittner.Berdasarkan hasil analisa struktur menggunakan program SAP 2000 yaitu momen akibat beban sendiri adalah 6421.140 kg.m, momen akibat beban mati adalah  11713.134 kg.m, momen akibat beban  hidup  adalah  58640.708  kg.m sedangkan analisis  perhitungan penulangan pelat  lantai menggunakan  metode  Bittner  didapatkan  desain  yang  lebih  rapat  jarak  penulangannya  dandiameter tulangan yang lebih besar yaitu arah memanjang jembatan menggunakan diameter 16 ∅ –100 mm dan arah melintang jembatan diambil diameter 16 ∅ –150 mm. Hasil analis perhitunganbeton prategang didapat  gaya prategang awal (F0)  diperoleh sebesar 77398.224 kg .  Desainprategang menggunakan kabel sistem VSL dengan ASTM A-416 Grade 270 dan diperoleh tipe angkur E5-31 dan Ɵ selongsong 12.540 mm. Dari hasil perhitungan didapatkan jumlah tendon sebanyak 5 buah dengan jumlah strand tiap tendon sebanyak 31strand.