This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknodik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIK ONLINE: PERLUASAN TUGAS DARI KELAS KONVENSIONAL MENUJU KELAS MAYA Kusnohadi Kusnohadi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.187 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.134

Abstract

Abstrak:Perkembangan teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) membawa perubahan dramatis dalam semua aspek kehidupan, termasuk pada bidang pendidikan. Penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi melahirkan model baru dalam pembelajaran dengan munculnya online learning. Online learning merupakan model pembelajaran dengan menggunakan jaringan internet sebagai saluran utama komunikasi dan interaksi pembelajaran. Negaranegara maju seperti di Amerika serikat telah lama mengembangkan pembelajaran online, sedangkan di Indonesia model pembelajaran ini mulai tumbuh. Hasil pembelajaran online menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa secara online tidak kalah bila dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan cara biasa. Pembelajaran online juga mampu membangun kemampuan berfikir tingkat tinggi, melatih daya analisis, kolaborasi, dan berkomunikasi pada siswa. Komponen pembelajaran online serupa dengan pembelajaran tatap muka, unsur pembedanya terletak pada setting lingkungan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tugas-tugas pendidik pada kelas maya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang relevan dengan pendidik online. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran online mempunyai keterkaitan erat terhadap tugas-tugas pendidik mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang semuanya harus disesuaikan dengan lingkungan online. Oleh karenanya disarankan agar setiap pendidik perlu mengkaji landasan teori yang mendukung implementasi tugas-tugas pendidik dan berlatih menggunakan teknologi pendukung pembelajaran online.Kata Kunci: pembelajaran online, tugas pendidik Abstract:The development of information and telecommunication technologies brings about dramatic changes toward all aspects in our lives including education. The implementation of information and communication technologies (ICT) brings up a new learning model in the form of online learning. Online learning is a learning model that uses internet as a main channel of communication and learning interaction. Advance countries such as United States of America have been developing online learning for long period of time while on the other side, it has just begun to grow in Indonesia. The result of the online learning shows that online students’ achievement is as good as regular students. Online learning also form a high-level thinking skills, practical and analytical skill, collaborative, and communicative competence of students. Online learning is similar to face-to-face learning. The difference is mainly on the the learning environment. This study aims at describing the duties of educators in the virtual classroom. The methodology used is a literary review which is related to online educator. The result of the study indicates that the application of online learning is closely related to educators’ duties from planning stage, implementation, and evaluation of learning which are adapted to online environment. Therefore, it is suggested for online educators to examine the theoretical base to support their duties and to practice using online learning technology.Keywords: online learning, educators’ duties
MENERAPKAN KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM PELATIHAN Kusnohadi Kusnohadi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.174

Abstract

Abstrak:Kemampuan berkomunikasi menjadi sebuah kebutuhan primer bagi seorang fasilitator, di mana kegiatan pelatihan dilakukan melalui interaksi dan komunikasi. Hasil pelatihan yang rendah disebabkan oleh penerapan pola interaksi dan komunikasi yang tidak sesuai dengan tujuan dan materi pelatihan, serta karakteristik peserta. Komunikasi persuasif dalam konteks pelatihan tidak semata-mata merupakan proses tranformasi pesan oleh fasilitator kepada peserta, tetapi juga merupakan upaya untuk membantu peserta dalam mewujudkan rekonstruksi pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk memahami materi pelatihan dan mengubah tingkah laku. Peluang menerapkan komunikasi persuasif muncul di berbagai kesempatan di kelas, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen komunikasi persuasif dan penerapannya secara tertulis, lisan, dan dalam diskusi kelompok. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang relevan dengan penerapan komunikasi persuasif dalam pelatihan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dibangun atas empat pilar yaitu: logos, pathos, ethos, dan passion. Kemampuan komunikasi persuasif yang baik diyakini mampu mengatasi masalah-masalah belajar dan memudahkan belajar dalam setting pelatihan sehingga mampu mewujudkan perolehan hasil pelatihan yang optimal bagi peserta. Dengan demikian, disarankan agar setiap fasilitator melatih diri agar menjadi terampil dalam menerapkan komunikasi persuasif. Memadukan kemampuan komunikasi persuasif dengan teknologi informasi dan komunikasi akan membuat penerapan komunikasi persuasif lebih menarik dan menyenangkan.Kata Kunci: Komunikasi, persuasif, pelatihanAbstract:Communication skill is a primary need for a facilitator, because training is conducted through interaction and communication. Low training result is caused by interaction and communication pattern implementation which is not in line with the training objective as well as material, and with the participants’ characters. In the training context, persuassive communication is not merely a process of message transformation from the facilitator to the the participants, but also an effort to assist the participants to understand the materials and to shift their attitude. Opportunities to apply persuassive communication are during the whole class so that it must be optimized. This article is aimed to describe the components of persuassive communication and its application in written as well as spoken forms, and also in in discussion forum. This study result shows that persuassive communication is built on four pilars: logos, pathos, ethos, and passion. Good persuassive communication skill is believed to be able to solve learning problems and to make learning in training setting easier, so that it can result in a maximum training result. Therefore, it is recommended that every facilitator should develop their own skill of persuassive communication. Integrating information and communication technology with this skill will make persuassive communication application more interesting and fun.Keywords: Communication, persuassive, training