ADI IRVANSYAH
UNIVERSITAS SILIWANGI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI DESKRIPTIF LAYANAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT BERBASIS PENDIDIKAN MULTIKEAKSARAAN DI PROVINSI DKI JAKARTA ADI IRVANSYAH
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 1 (2017): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v2i1.451

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelenggaraan layanan Taman Bacaan Masyarakat ditinjau dari konsep pendidikan Multikeaksaraan di DKI Jakarta. Berawal dari fenomena yang menunjukkan tingkat keberaksaraan masyarakat di DKI Jakarta tidak lagi pada membca dan menulis secara dasar tetapi keberksaraan yang dibutuhkan di DKI Jakarta lebih bersifat komprehensif.. Selain itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peran Taman Bacaan Masyarakat dalam memelekkan aksara masyarakat dilihat dari Pendidikan multikeaksaraan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survai, penelitian deskriptif bertujuan untuk menempatkan kondisi pada fokus penelitian. Data yang diperoleh dapat dideskripsikan sesuai fenomena yang terjadi ditempat penelitian. Yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah pengelola TBM di Wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini menunjukkan bahwa layanan taman bacaan masyarakat bukan hanya sekedar perpustakaan yang menyediakan koleksi buku, tetapi layanan taman bacaan masyarakat dapat diakses dengan pengembangan keberaksaraan masyarakat secara komprehensif, sehingga layanan Taman Bacaan Masyarakat berfungsi sebagai sumber belajar masyarakat, tempat belajar masyarakat dan tempat rekreasi masyrakat. Terintegrasinya layanan digital literasi, layanan mendongeng, bedah buku memberikan warna terhadap keberaksaraan masyarakat yang memberikan pengaruh kepada literasi masyarakat secara menyeluruh, sehingga dapat menciptakan budaya masyarakat pembelajar.