Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Petugas Kesehatan Terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2020 Fairus P Idris; Mira Umaya; Andi Asrina
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI dikenal sebagai salahsatu yang memberikan pengaruh paling kuat terhadap kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangan. . Pemberian ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu peran petugas kesehatan. Peran petugas kesehatan dalam memberikan ASI eksklusif benar – benar dibutuhkan, yaitu dengan cara memberikan informasi kepada ibu menyusui terkait perlunya pemberian ASI eksklusif serta menjelaskan manfaat-manfaatnya agar bayi dapat diberikan ASI oleh ibunya. Selain itu juga dapat mempengaruhi motivasi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif. Tujuan Umum untuk mengethaui hubungan peran petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bajeng. Metode pe Pemberian ASI dikenal sebagai salahsatu yang memberikan pengaruh paling kuat terhadap kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangan. . Pemberian ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu peran petugas kesehatan. Peran petugas kesehatan dalam memberikan ASI eksklusif benar – benar dibutuhkan, yaitu dengan cara memberikan informasi kepada ibu menyusui terkait perlunya pemberian ASI eksklusif serta menjelaskan manfaat-manfaatnya agar bayi dapat diberikan ASI oleh ibunya. Selain itu juga dapat mempengaruhi motivasi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif. Tujuan Umum untuk mengethaui hubungan peran petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bajeng. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yaitu pengambilan data variabel bebas dan terkait dalam satu waktu yang bersamaan. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang di peroleh melalui wawancara kuesioner. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bajeng Kecematan Bajeng Kabupaten Gowa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bajeng. Hasil penelitian menunjukkan analisis statistic uji Chi-Square diperoleh nilai p value sebesar 0,679 yang berarti lebih besar dari nilai = 0,05. Artinya tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bajeng. Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan pengetahuan ibu agar pemberian ASI eksklusif dapat terlaksana secara menyeluruh di wilayah kerja Puskesmas Bajeng, nelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yaitu pengambilan data variabel bebas dan terkait dalam satu waktu yang bersamaan. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang di peroleh melalui wawancara kuesioner. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bajeng Kecematan Bajeng Kabupaten Gowa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bajeng. Hasil penelitian menunjukkan analisis statistic uji Chi-Square diperoleh nilai p value sebesar 0,679 yang berarti lebih besar dari nilai = 0,05. Artinya tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bajeng. Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan pengetahuan ibu agar pemberian ASI eksklusif dapat terlaksana secara menyeluruh di wilayah kerja Puskesmas Bajeng,
Gambaran Pemberian Air Susu Ibu Pada Masyarkatdi Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2020 Andi Asrina; Rahmawati Rumalean; Fairus Prihatin Idris
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Msalah utama dalam pemberian ASI adalah yaitu berupa adanya kebiasaan masyarakat dalam memberikan ASI, kebiasaan tersebut berupa pemberian makan preakteal yakni madu dan kopi, hal ini pengeruhi oleh adanya dukungan keluarga yang tidak tepat. Tujuan umum Untuk menggali secara mendalam tentang gambaran pemberian ASI pada masyarkat di kecamatan bajeng kabupaten gowa. Tujuan Khusus Untuk menggali informasi secara mendalam dukungan keluarga dalam pemberian ASI pada masyarakat kecamatan bajeng. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kuasi kualitatif yang merupakan penggunaan teori yang dimungkinkan sebagai alat peneliti dalam menemuka masalah pada masyarkat dalam memberikan ASI di Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa tahun 2020 dengan wawancara mendalam (indepth Interview) dan observasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian Menjukan bahwa menunjukan bahwa kebiasaan masyarakat kecamatan bajeng dalam memberikan ASI yakni, kebiasaan memberikan makanan tambahan seperti madu dan kopi dilakukan karena adanya dukungan keluarga yakni suami dan mertua di karenakan adanya tradisi keluarga sehingga pemberian makanan tambahnn berupa madu dan kopi di lakukan. Diharapkan bahwa seluruh masyarakat dan para tenaga kesehatan dapat mengatasi masalah terkait mitos dan kebiasaan dalam upaya mendukung program ASI.
Efektivitas Metode Pembelajaran Inkuiri Mengenai Dampak Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) terhadap Sikap Remaja Andi Asrina; Andi Agung Ashari; Muhammad Ikhtiar
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran inkuiri mengenai dampak penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) terhadap sikap remaja. Metode pembelajaran inkuiri menekankan aspek pembelajaran siswa secara aktif yaitu diarahkan untuk membangun sikap ilmiah siswa dalam belajar dan mengambil keputusan secara mandiri. Penelitian ini dilakukan di SMK 8 Makassar Kota Makassar sebab berdasarkan informasi yang didapatkan sebelumnya bahwa siswa SMK 8 Makassar rentan melakukan pergaulan bebas, sering tidak masuk pada saat jam pelajaran dan sering ditemukannya botol minuman keras di belakang sekolah. Dari informasi tersebut pelajar sangat rentan terkena penyalahgunaan dan peredaran Napza. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 105 siswa kelas XI SMK 8 Makassar. Adapun jumlah sampel yaitu 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu jenis penelitian eksperimen semu (Quasi experiment) dengan desain penelitian one group pretest and posttest design. Sebelum diberikan pre test peneliti membagi siswa menjadi 6 kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 orang. Pembagian kelompok ini ditentukan oleh guru yang telah mengenal kemampuan siswanya dalam hal keaktifan dan nilai akademik. Dengan demikian setiap kelompok memiliki kemampuan yang setara karena masing-masing memiliki anggota kelompok yang aktif dan dengan nilai akademik yang merata. Setelah dilakukan intervensi berupa pemberian metode pembelajaran inkuiri selanjutnya diberikan post test. Data hasil pre dan post test dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata sikap pre test sebesar 61,44% (kategori negatif) meningkat menjadi rata-rata nilai post test 71,78% (kategori positif) setelah diberikan metode pembelajaran inkuiri dengan hasik uji Wilcoxon mendapati P value 0,000< 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran inkuiri mengenai dampak penyelahgunaan Napza efektif meningkatkan sikap remaja. Adapun kekurangan dalam penelitian ini yaitu tidak memiliki variable kontrol, olehnya itu disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melanjutkan penelitian dengan menambahkan variable kontrol dan menggunakan sampel yang lebih besar.