Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Serangan Sinyal Jamming Menggunakan Wemos D1 Mini Pada Wireless IEEE 802.11i Ahmad Suwardi; Berkat Fa’atulo Halawa; Robby Toro; Rahmalia Syahputri
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan jaringan nirkabel di masa pandemic COVID-19 saat ini sangat tinggi untuk menunjang pendidikan, pekerjaan, dan lainnya. Jaringan nirkabel memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang mempunyai besaran energi listrik serta magnet tanpa membutuhkan media rambat kabel. Jaringan nirkabel seperti wireless local area network (WLAN), disebut juga sebagai Wi-Fi, menggunakan teknologi WPA2-PSK untuk keamanan komunikasi. Teknologi tersebut menerapkan algoritma AES dan CCMP untuk menggantikan teknologi TKIP yang digunakan pada versi WPA sebelumnya. Pada sistem keamanan jaringan WPA2-PSK, penyerang dapat menggunakan gelombang radio sebagai media untuk mengacaukan hingga mematikan koneksi jaringan pada accsess point. Serangan sinyal jamming ini menyebabkan wireless kehilangan kemampuan untuk memberikan layanan kepada perangkat lain (denial of service). Untuk mengetahui jenis serangan sinyal jamming dan waktu yang dibutuhkan untuk mematikan fungsi accesss point telah di bangun simulasi serangan sinyal jamming berdasarkan tiga jarak yang berbeda dari perangkat penyerang yang menggunakan wemos d1 mini ke acces point. Berdasarkan simulasi tersebut, jarak dan kekuatan sinyal unduh dan unggah sangat berpengaruh pada proses jamming yang dilakukan. Semakin dekat jarak penyerang pada accesss point dan semakin besar kekuatan sinyal, maka akan semakin lama waktu yang diperlukan untuk mematikan fungsi accesss point.
Analisis Kelemahan Sistem Authentication Pengguna Pada Wireless IEEE 802.11i Berkat Fa'atulo Halawa; Ahmad Suwardi; Robby Toro; Rahmalia Syahputri
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan WiFi memanfaatkan gelombang radio sebagai media penghantar komunikasi, sehingga jaringan ini memiliki kerentanan keamanan yang lebih tinggi dibanding dengan teknologi komunikasi lainnya. Berbagai tindakan pengamanan telah diterapkan seperti teknologi WPA2-PSK. Teknologi ini menggunakan sistem keamanan algoritma AES dan CCMP (Counter Cipher Mode with Block Chaining Message Authentication Code Protocol) sebagai pengganti TKIP (Temporal Key Integrated Protocol) yang digunakan oleh WPA. Untuk keamanan sistem jaringan WPA2-AES, penyerang dapat memanfaatkn gelombang radio untuk mendapatkan kata sandi pada saat pengguna terhubung ke jaringan tersebut. Untuk mengetahui jenis serangan password dan waktu yang diperlukan telah dibangun simulasi serangan password cracking dalam bentuk dictionary attack. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, bahwa tipe kata sandi yang menggunakan abjad kecil dan angka, memiliki durasi waktu yang lebih cepat, Sedangkan tipe password kombinasi abjad besar, kecil, angka dan karakter, merupakan jenis password yang memiliki durasi paling lama dalam memecahkan kunci kata sandi. Semakin banyak kombinasi kata sandi yang di gunakan maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memecahkan kata sandi tersebut. Sebaliknya, semakin sedikit kombinasi kata sandi yang di gunakan maka akan lebih mudah untuk diretas. Teknik dan pengujian ini semata-mata dilakukan untuk penetrasi terhadap keamanan jaringan WPA2-PSK, yang bertujuan untuk mengetahui password WPA2-PSK serta untuk menambah wawasan tentang keamanan jaringan tersebut