Munir Munir
Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasajana IAI Tribakti Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Pemahaman Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas Ix SMPN 1 Prambon Tahun Pelajaran 2016/2017 Munir Munir
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 8 No. 3 (2018): Intektual:Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/intelektual.v8i3.729

Abstract

Penerapan model pembelajaran “Jigsaw” diharapkan mampu membuat peserta didik menjadi antusias dalam mengikuti pembelajaran. Pada pembelajaran Jigsaw, pembelajaran difokuskan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung (direct experience) dan menyenangkan. Masalah poko apakah melalui penerapan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Sombong kelas IX.1 di SMPN 1 Prambon tahun pelajaran 2016/ 2017?” Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini berbasis kolaboratif, sehingga dalam pelaksanaannya penelitian dilakukan melalui kerja sama dengan guru lain mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas IX.1 di SMPN 1 Prambon. Peneliti berperan sebagai guru untuk melakukan tindakan pembelajaran sesuai perencanaan tindakan yang dibuat. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi pokok sombong di kelas IX.1 di SMPN 1 Prambon tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai peserta didik per siklus dimana pada pra siklus yang awal mulanya hanya 44,1% (15 peserta didik) dari 34 peserta didik yang mencapai nilai KKM 75. Sedangkan siklus I hanya mencapai 64,7% (22 peserta didik) dari 34 peserta didik yang mencapai nilai KKM 75. Kemudian hasil tersebut diperbaiki lagi pada siklus II hingga mencapai ketuntasan belajar sebanyak 94,1% ( 32 peserta didik) dari 34 peserta didik. Sedangkan proses diskusi/nilai partisipasi observasi peserta didik di dalam kelas peserta didik juga mengalami peningkatan, dimana pada pra siklus masih mencapai 47,1% (16 peserta didik). Kemudian siklus I baru menggunakan model pembelajaran jigsaw yang ternyata masih mencapai 70,6% atau 24 peserta didik yang mencapai ketuntasan klasikal. Namun pada siklus II terdapat peningkatan yang sangat signifikan mencapai 97,05% atau 33 peserta didik berperan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran mengunakan model pembelajaran jigsaw.