Ibnu Zulian
Universitas Potensi Utama

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Elastisitas Politik Luar Negeri Amerika Serikat Terhadap Isu Iraq, Suriah Dan Isis Ibnu Zulian
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 1, No 2 (2017): PIR FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.706 KB) | DOI: 10.22303/pir.1.2.2017.119-134

Abstract

AS sering dituding banyak pihak menjalankan Kebijakan internasional “bermuka dua” atau standar ganda sebagaimana berkaitan dengan dengan sikap AS terhadap Timur Tengah. Pragmatisme politik juga mempermasalahkan bagaimana negara dapat berfungsi, dalam arti segala konsekuensi dan tindakan selalu mengacu pada individu, kelompok, dan masyarakat secara menyeluruh. Politik Amerika Serikat berorientasi pada tujuan dan hasil yang akan diperoleh, dengan tidak memperhatikan cara mekanisme pencapaiannya.Tidak mengejutkan apabila inkonsistensi dan kontroversi dalam Kebijakan Luar Negeri AS, namun kepentingan secara pragmatis pada akhirnya memaksa AS pada kebijakan-Kebijakan yang bersifat elastis.Jenis penelitian dari penelitian ini adalah deskriptif eksplanatif, penulis membahas Elastisitas Politik Luar Negeri AS terhadap ISIS dengan kebaruan kajian tentang Inkonsistensi Kebijakan dengan menggunakan teori Pragmatisme dan melacak faktor-faktor yang mempengaruhi Kebijakan Luar Negeri AS melalui tipologi strategi politik luar negeri dari buku John. P. Lovell, yang model strategi ini dicetus oleh William D. Coplin.Inkonsistensi berkaitan dengan pragmatisme yang merupakan the way of life bangsa Amerika. Dinamika dalam invasi menjadi pengaruh besar terhadap proses kebijakan AS, serta gaya kepemimpinan yang diterapkansangat berpengaruh sekali terhadap Elastisitas Politik Luar Negeri AS itu sendiri.
KEBIJAKAN EKSEPSIONALISME AMERIKA DALAM MEDIA ONLINE VOICE OF AMERICA & THE STRATEGIST Ibnu Zulian; Dhilva Ananda
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 2 (2023): PIR Februari 2023
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.2.2023.186 - 196

Abstract

Media Massa merupakan salah satu sumber informasi yang dianggap dapat dipercaya dalam memberitakan suatu informasi dan pemberitaan. Media Massa juga mempunyai kekuatan yang dapat mempengaruhi dalam pembuatan kebijakan luar negeri suatu negara. Di Amerika Serikat, media Massa dianggap sebagai sumber informasi yang memberikan pengaruh yang cukup besar dalam setiap kebijakan pemerintahan. Peranan media Massa di Amerika Serikat dianggap dapat mempengaruhi pembuatan suatu kebijakan pemerintah terkait suatu isu. Penulis mengunakan metdoe kualitatif dengan coding perangkat lunak NVivo melibatkan pengumpulan data kualitatif, seperti wawancara, transkrip, & dokumen. Kemudian mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menganalisis pola dalam data tersebut melalui penggunaan kode atau label. Hasilnya adalah VOA lebih dominan menerbitkan berita terkait gagasan eksepsionalisme dalam konteks The Missionary Nation yakni 80% dan Exemplar Nation sekitar 20% sedangkan The Strategist 77.27% The Missionary Nation & 22,73% untuk Exemplar Nation. Ini menunjukan bahwa Media Amerika (Voice of Amerika) mendominasi mengangkat isu isu terkait ide/gagasan eksepsionalisme dibandingkan The Startegist sebagai media massa online dari Australia dan aktor yang mendominasi dalam kebijakan ini adalah Presdien Donald Trump.