Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepercayaan diri dengan interaksi sosial, dimana sebagai subjek dalam penelitian ini adalah para mahasiswa di Universitas Potensi Utama Medan yang berjumlah 65 orang. Berdasarkan kajian teoritis yang ada dalam Bab II, maka diajukan hipotesis penelitian yang berbunyi: terdapat hubungan positif antara kepercayaan diri dengan interaksi sosial. Artinya semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin baik interaksi sosial. Sebaliknya, semakin rendah kepercayaan diri, maka semakin buruk interaksi sosial. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi-Product Moment, dimana berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh hasil-hasil sebagai berikut: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan interaksi sosial, dimana rxy = 0,498 ; Sig < 0,010. Artinya semakin tinggi kepercayaan diri, maka interaksi sosialnya semakin baik. Sebaliknya semakin rendah kepercayaan diri, maka interaksi sosialnya semakian buruk. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. Koefisien determinan (r2) dari hubungan antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y adalah sebesar r2 = 0,248. Ini menunjukkan bahwa interaksi sosial dipengaruhi oleh kepercayaan diri sebesar 75,2% pengaruh dari faktor lain terhadap interaksi sosial dimana faktor lain tersebut dalam penelitian ini tidak dilihat, diantaranya adalah faktor imitasi, faktor sugesti, faktor identifikasi, faktor simpati, faktor motivasi dan faktor empati. Hasil lain yang diperoleh dari penelitian ini yakni para mahasiswa di Universitas Potensi Utama memiliki kepercayaan diri yang cenderung tinggi, kemudian dalam hal interaksi sosial, para mahasiswa tergolong yang juga cenderung baik.