Individu yang tinggal di panti asuhan akan dihadapkan pada segala dinamika dan problema kehidupan yang dijalaninya seperti merasakan hilangnya makna hidup. Kegagalan dalam memahami makna hidup akan menimbulkan rasa frustasi dan kehampaan, diikuti dengan kemunculan emosi-emosi negatif. Adapun rumusan masalah penelitian ini yaitu untuk melihat adakah hubungan kecerdasan emosional dan dukungan sosial dengan kebermaknaan hidup remaja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode skala. Subjek penelitian ini berjumlah 58 orang. Analisis data penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai Fregresi = 7,853 dimana p = 0,000 < 0,05, ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan dukungan sosial dengan kebermaknaan hidup remaja dengan nilai kontribusi sebesar R2 = 0,365 atau 36,5%, nilai kontribusi variabel kecerdasan emosional terhadap kebermaknaan hidup sebesar R2 = 0,287 atau 28,7% dan nilai kontribusi variabel dukungan sosial terhadap kebermaknaan hidup sebesar 0,246 atau 24,6%. Berdasarkan penelitian ini, bahwa remaja di panti asuhan Al-Jamiyatul Washliyah memiliki kecerdasan emosional, dukungan sosial dan kebermaknaan hidup yang cenderung rendah. Peneliti menyarankan untuk memberikan pelatihan kecerdasan emosional dan dukungan sosial di panti asuhan untuk meningkatkan kebermaknaan hidup mereka.