Remaja adalah cerminan dari terebentuknya keluarga, bagaimana keluarga mendidiknay menjadikan mereka seperti bentuk dari ciptaan keluarga. Berangkat dari hal tersebut emosional yang tercipta dari kehidpan sehari-hari akan emmbawa dampat bagi perkembangan remaja apakah menajdi emosional, uring-uringan dan tidak termotivasi bahkan malas belajar atau sebaliknya dapat menjadikan remaja menjadi remaja yang tangguh dan dapat di andalkan. Konflik kebanyakan bermula dari kejadian sehari-hari, tetapi tetap saja, remaja dan orang tua yang terlibat dalam konflik yang berulang-ulang tanpa pernah ada kesepakatan akan menjadikan rumah serasa penjara. Orang tua mungkin dapat menekan perilaku menentang anak-anak karena secara fisik anak-anak lebih kecil dari pada orang tua. Tetapi pada masa remaja peningkatan ukuran dan tenaga bisa berakibat pada ketidakpedulian atau konfrontasi terhadap pendiktean orang tua sosial orang tua sehubungan dengan usia paruh baya. Walaupun konflik dengan orang tua meningkat di masa awal remaja, namun konflik ini kebanyakan konflik melibatkan kejadian sehari-hari dalam kehidupan keluarga, seperti merapikan kamar tidur, berpakaian yang rapi, pulang sebelum jam tertentu, tidak terlalu lama bicara di telpon, dan sebagainya Kebanyakan konflik terjadi dengan ibu dan mayoritas terjadi antara ibu dengan putrinya.