Fenty Zahara Nasution
Fakultas Psikologi, Universitas Potensi Utama

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KONFLIK EMOSI REMAJA DENGAN ORANG TUA MENGGUNAKAN METODE SACK’S SENTENCE COMPLETION TEST Fenty Zahara Nasution
JURNAL PSIKOLOGI KOGNISI Vol 2, No 2 (2018): KOGNISI FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.689 KB) | DOI: 10.22303/kognisi.2.2.2018.122-135

Abstract

Remaja adalah cerminan dari terebentuknya keluarga, bagaimana keluarga mendidiknay menjadikan mereka seperti bentuk dari ciptaan keluarga. Berangkat dari hal tersebut emosional yang tercipta dari kehidpan sehari-hari akan emmbawa dampat bagi perkembangan remaja apakah menajdi emosional, uring-uringan dan tidak termotivasi bahkan malas belajar atau sebaliknya dapat menjadikan remaja menjadi remaja yang tangguh dan dapat di andalkan. Konflik kebanyakan bermula dari kejadian sehari-hari, tetapi tetap saja, remaja dan orang tua yang terlibat dalam konflik yang berulang-ulang tanpa pernah ada kesepakatan akan menjadikan rumah serasa penjara. Orang tua mungkin dapat menekan perilaku menentang anak-anak karena secara fisik anak-anak lebih kecil dari  pada orang tua. Tetapi pada  masa remaja peningkatan ukuran dan tenaga bisa berakibat pada ketidakpedulian atau konfrontasi terhadap pendiktean orang tua sosial orang tua sehubungan dengan usia paruh baya. Walaupun konflik dengan orang tua  meningkat di masa awal remaja, namun konflik ini kebanyakan konflik melibatkan kejadian sehari-hari dalam kehidupan keluarga, seperti merapikan kamar tidur, berpakaian yang rapi, pulang sebelum jam tertentu, tidak terlalu lama bicara di telpon, dan sebagainya Kebanyakan konflik terjadi dengan ibu dan mayoritas terjadi antara ibu dengan putrinya.