Suryo Pratolo
Program Studi Akuntansi Univeritas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kemanfaatan E-Filing, Pemahaman Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Kabupaten Kulon Progo dan Sleman Muhamad Aditya Firdaus; Suryo Pratolo
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 4, No 1 (2020): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rab.040154

Abstract

Latar Belakang: Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia yang sudah mencapai 13%, bahkan untuk negara Vietnam dan Singapura sudah mencapai 16%. Rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak di Indonesia mendorong pemerintah membuat strategi yang mampu mendorong wajib pajak untuk patuh membayar pajak. Maka, Kualitas pelayanan dapat ditingkatkan melalui peningkatan kemampuan dalam bidang perpajakan, memperluas tempat pelayanan terpadu, dan menggunakan sistem teknologi dan informasi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh kemanfaatan E-Filing, pemahaman wajib pajak, kualitas pelayanan dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak.Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat ex-post facto. Sampel penelitian ini adalah wajib pajak badan yang melaporkan SPT melalui E-Filing di kabupaten Kulonprogo dan Sleman. Teknik penggumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kemanfaatan e-Filing berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, Pemahaman wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak,Kualitas pelayanan pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dan Sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.Keterbatasan Penelitian: Penelitian ini terbatas untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Sleman, maka masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui Kemanfaatan E-Filing, Pemahaman Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan daerah lain.Keaslian/Novetly Penelitian: Penelitian terkait pajak masih terus berkembang, khususnya bidang sistem informasi pajak. Dan penelitian ini memberikan diskusi baru untuk bidang perpajakan.
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Intensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing : Studi Empiris pada Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Pemerintah Kota serta Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta Diah Hapsari Dianingsih; Suryo Pratolo
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 2, No 1 (2018): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rab.020120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris determinan whistleblowing yang terdiri dari tingkat keseriusan kecurangan, self efficacy, dukungan organisasi dan locus of commitmentsebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini yaitu Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia perwakilan ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kota sertaKabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta.Sampel dalam penelitian ini yaitu Auditor BPK-RI perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sertaBadan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) 4 Kabupaten dan 1 Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dengan instrumen berupa kuesioner. Jumlah kuesioner yang dibagikan kepada responden sebanyak 120 kuesioner denganhasil 90 kuesioner dinyatakan sempurna dan dapat diolah. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS 22.0.Data diproses dengan menggunakan path analysisyang menunjukanhasil bahwa tingkat keseriusan kecurangan, self efficacydan dukungan organisasi tidak berpengaruh terhadap intensi untuk melakukan tindakan whistleblowingdengan locus of commitmentsebagai variabel intervening. Hasil penelitian ini diharapkandapat menjadi bahan pertimbangan untuk membangun sistem whistleblowingyang lebih efektif khususnya bagi organisasi sektor publik.