Muslihkah Dwi Hartanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepuasan Kerja dan Peningkatan Prestasi Kerja Muslihkah Dwi Hartanti
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VII, Februari 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6430.866 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i1.3916

Abstract

Sebuah perusahaan tentu memiliki tujuan yang telah ditetapkan dan ingin diwujudkan melalui kegiatan operasional. Upaya untuk mewujudkan tujuan perusahaan tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, baik fisik maupun nonfisik. Salah satu faktor nonfisik yang menjadi persoalan bagi perusahaan adalah masalah kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja mempunyai arti penting bagi karyawan maupun perusahaan, terutama untuk menciptakan keadaan positif di lingkungan kerja perusahaan.Sementara itu, prestasi kerja atau kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan yang telah dirumuskan. karena ukuran terakhir keberhasilan departemen peronalia adalah prestasi kerja atau pelaksanaan kerja (performance) karyawan. Prestasi kerja perlu diberikan umpan batik sebagai pemacu untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasi kerja pada masa yang akan datang.Kepuasan kerja berhubungan dengan prestasi kerja karyawan, meskipun diantara keduanya sulit menentukan apa mempengaruhi yang mana. Hubungan prestasi dan. kepuasan kerja menjadi suatu sistem yang berlanjut (continues). Dimana kondisi kepuasan dan ketidakpuasan kerja menjadi umpan balik atau feedback yang akan mempengaruhi prestasi kerja di waktu yang akan datang, untuk selanjutnya penghargaan dari prestasi akan memunculkan kepuasan maupun ketidakpuasan kerja.Kata kunci: kepuasan kerja, prestasi kerja
Komunikasi dan Penerapan Budaya Kerja Muslihkah Dwi Hartanti
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume VI, Agustus 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2789.725 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i2.3860

Abstract

Lahimya sebuah organisasi selalu didukung oleh tiga unsur yang saling berhubungan, yaitu manusia, kerjasama, dan tujuan bersama. Diantara ketiganya, faktor manusia adalah yang paling penting sebagai pengolah input menjadi output yang memenuhi keinginan pasar. Agar organisasi dapat mencapai tujuan dan mampu menguasai masa depan, maka setiap Sumber Daya Manusia (SDM) harus dikondisikan sedemikian rupa sehingga mereka dapat bekerja dengan efisien. Untuk itu di dalam organisasi diperlukan adanya program budaya kerja yang akan merubah cara kerja lama atau tradisional yang menghambat kemajuan, menjadi cara kerja baru yang lebih terbuka dan mendorong SDM untuk bekerja lebih optimal dan efisien. Pelaksanaan program budaya kerja harus didukung oleh komunikasi yang baik diantara masing-masing level dalam organisasi. Karena dengan komunikasi, adanya benteng birokrasi yang membuat SDM terkotak-kotak dapat dibuka dan dengan demikian penyebaran informasi dapat mencapai sasaran sekaligus memberi peluang untuk adanya koordinasi dan partisipasi. Pelaksanaan komunikasi harus dilakukan dengan efektif yaitu dengan meningkatkan respon serta menghindarkan pesan yang tidak jelas. Dengan demikian informasi yang disampaikan akan lebih jelas dan tidak terjadi salah tafsir.