Iin Kristiyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi Non Verbal terhadap Kepuasan Pelanggan Iin Kristiyani
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XII, No. 1, Februari 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2894.957 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v12i1.3868

Abstract

Pelanggan merupakan salah satu asset terbesar organisasi, terlebih dalam organisasi bisnis. Tanpa adanya pelanggan, suatu organisasi lama kelamaan akan mengalami krisis dan bahkan mati. Salah satu unsur agar pelanggan tetap royal terhadap perusahaan atau organisasi, perlu adanya pelayanan yang berkualitas sehingga dengan demikian kepuasan pelanggan terhadap pelayanan organisasi dapat dirasakan oleh publik. Hak yang sangat menentukan dalam pelayanan kepada pelanggan yaitu adanya suatu komunikasi. Melalui komunikasi yang baik akan dicapai pengertian yang sama/sepaham antara organisasi dan publiknya dan apada akhirnya akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan organisasi. Bagi organisasi bisnis, dukungan publik terhadap organisasi dalam bentuk menggunakan produk/pelayanan jasa organisasi. Komunikasi yang dilakukan organisasi dalam bnetuk komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Komunikasi verbal dilakukan melalui bahasa tulisan dan lisan sedangkan komunikasi non verbal dilakukan melalui bahasa tubuh. Walaupun komunikasi non verbal sering tidak terencana atau kurang terstruktur namun komunikasi non verbal memiliki pengaruh yang lebih besar dari pada komunikasi verbal dalam pelayanan kepada pelanggan. Komunikasi non verbal dapat diwujudkan melalui sikap bicara, pandangan mata, cara tersenyum, ekspresi wajah, penampilan, dan bahasa tubuh yang lain. Melalui komunikasi non verbal, pelanggan akan merasakan secara langsung bagiamana pemberian layanan dalam memperlakukan mereka.
Penerapan Etika Kantor dalam Pencitraan Organisasi Iin Kristiyani
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XI, No. 1, Februari 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4121.766 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v11i1.3981

Abstract

Etika merupakan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat yang merupakan pedoman hidup yang benar dan biasanya akan membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik atau benar dan mana yang dapat dinilai tidak baik atau tidak benar. Etika merupakan dasar yang penting dalam suatu pergaulan dan menjadi landasan yang penting bagi sebuah peradaban serta akan menjadi kesan yang mendalam dan terpatri di dalam diri seseorang. Etika tidak hanya berlaku di lingkungan keluarga atau masyarakat tetapi etika berlaku pula dalam lingkungan organisasi. Dalam lingkungan organisasi atau tempat kerja pun memiliki berbagai aturan atau ketentuan­ketentuan yang dipandang baik dan perlu bahkan harus diperhatikan oleh setiap individu yang berada di dalamnya. Etika yang berada di lingkungan organisasi biasanya disebut juga dengan istilah etika Kantor ataupun etika kerja. Etika Kantor merupakan seperangkat norma yang mengatur sikap dan perilaku seseorang dalam bekerja. Etika Kantor tidak hanya mencakup penarnpilan fisik, tetapi banyak faktor lain yang mendukung individu untuk menamp!lkan dirinya sebagai individu yang beretika tinggi. Etika Kantor yang dapat diterapkan dengan baik dan benar oleh setiap individu yang berada di dalam lingkungan organisasi akan dapat menciptakan citra baik bagi organisasi tersebut, dimana setiap individu yang ada didalamnya dapat menciptakan hubungan dan kerjasama yang baik, saling menghormati, mengerti dan menghargai serta menguntungkan sehingga akan tercipta hubungan dan pola kerja yang harmonis, efektif, efisien dan sinergi baik antar individu yang berada di da!am organisasi maupun dengan pihak eksternal organisasi.