Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Kebutuhan bawang merah semakin hari semakin meningkat, seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, baik di Indonesia secara umum, maupun di tingkat provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah produksi yang besar tentunya harus ditunjang dengan struktur dan kinerja pemasaran yang memadai, agar proses distribusi bawang merah berjalan dengan lancar dan kebutuhan konsumen terpenuhi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar komoditi bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2022. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang diambil adalah penjualan pada tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tingkat petani mengarah pada struktur pasar persaingan sempurna dengan nilai CR4 39,37%, tingkatan pedagang pengumpul dan pedagang besar mengarah pada struktur pasar oligopoli ketat dengan nilai CR4 masing-masing 75,85% dan 83,16%, sedangkan untuk tingkatan pedagang pengecer mengarah pada struktur pasar oligopoli longgar dengan nilai CR4 59,63%. Hambatan keluar masuk pasar, berdasarkan hasil analisis Minimum Efficient Scale (MES), maka diketahui bahwa penjualan pedagang terbesar periode tahun 2021 adalah sebesar 25 ton, sedangkan Output Pasar secara keseluruhan adalah sebesar 450 ton. Dari hasil tersebut didapatkan nilai Minimum Efficient Scale (MES) sebesar 5,56%, ini berarti bahwa hambatan keluar masuk pasar mudah, karena nilai MES lebih kecil dari 10%.