Herman Ruswan Suwarman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SKENARIO KEPUTUSAN BERDASARKAN TINGKAT RISIKO UNTUK MENGURANGI BIAYA CACAT (Studi Kasus: Home Industri Milik Bapak Sutarmo, Produksi Jeruji Sangkar Burung Di Modinan, Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan) Nunuk Lestari; Herman Ruswan Suwarman
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 2 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i2.42

Abstract

Kualitas merupakan salah satu hal yang sangat penting didalam sebuah proses produksi. Di mana pada saat proses produksi dimulai dari proses masukan (input) menjadi keluaran (output) haruslah dipastikan untuk produk tidak memiliki kekurangan dalam kualitas. Risiko cacat dalam proses produksi akan selalu dihadapi oleh pelaku usaha. Begitu juga dalam usaha kecil (home industri) yang memiliki latar belakang modal yang kurang kuat, risiko ini akan menyebabkan gangguan operasional dan kerugian finansial. Walaupun risiko terdapatnya produk cacat dalam proses produksi memiliki berbagai kemungkinan yang beragam, namun dampak yang mungkin timbul dari risiko produk cacat dapat dideteksi lebih awal sehingga dapat di antisipasi. Dengan membuat proses perencanaan produksi yang mempertimbangkan berbagai alternatif dan kemungkinan melalui dibuatnya suatu skenario keputusan, di mana skenario keputusan ini disusun berdasarkan metode analisis keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan scenario keputusan yang akan dibuat dengan didasarkan pada tingkat risiko dalam mengurangi biaya cacat produksi jeruji sangkar burung di industri rumahan Bapak Sutarmo, dan 2) Menentukan scenario yang terpilih sebagai scenario terbak dalam memberikan keuntungan pada produksi jeruji sangkar burung di industri rumahan Bapak Sutarmo Metode analisis keputusan adalah metode pengambilan keputusan yang melibatkan kondisi ketidakpastian sebagai kemungkinan (probabilitas) yang harus dipertimbangkan di mana dalam penelitian ini kondisi ketidakpastian berasal dari bahan baku dan kondisi fisik (cuaca). Dari hasil penelitian berbagai skenario yang ada diperoleh keputusan yang di mana pada saat cuaca buruk bahan baku yang digunakan adalah bambu Betung dan pada saat cuaca bagus digunakanlah bambu Apus. Keputusan tersebut diambil berdasarkan analisis tiga aspek yang meliputi aspek kecocokan, aspek biaya, dan aspek risiko.
EVALUASI PENERAPAN EVOLUTIONARY ALGORITHM UNTUK PEMECAHAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM Herman Ruswan Suwarman
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 9 No 1 (2021): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v9i01.53

Abstract

Komputasi dalam memecahkan Traveling Salesman Problem (TSP) dihadapkan pada kombinasi solusi yang meningkat secara eksponensial seiring dengan bertambahnya node pada rute. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode dalam memecahkannya. Penelitian ini akan menggunakan Evolutionary Algorithm (EA), salah satu algoritma heuristik untuk menangani beban komputasi tersebut. Walaupun demikian algoritma heuristik selalu dihadapkan dengan tantangan konvergensi. Konvergensi solusi yang diperoleh dari algoritma eksak seperti Linear Programming (LP) tidak selalu bisa dicapai oleh algoritma heuristik. Solver merupakan add in program Microsoft Excel yang mampu memecahkan masalah komputasi TSP melalui pendekatan EA (heuristik) dan simplex LP (eksak). Tujuan penelitian ini adalah pertama mendapatkan gambaran mengenai kinerja suatu metode heuristik EA dalam memecahkan TSP. Kedua, mendapatkan gambaran mengenai kompleksitas yang dihasilkan akibat penambahan jumlah node pada TSP. Sampel yang digunakan adalah jarak gudang dan 14 gerai minimarket terdekat di Kota Bandung. TSP untuk 15 node tersebut dipecahkan menggunakan EA dan kemudian dibandingkan dengan luaran dari hasil komputasi LP. Hasil perbandingan dianalisis secara deskriptif yaitu dengan melihat pola-pola yang dihasilkan oleh kedua metode. Semua komputasi baik EA dan LP menggunakan fitur yang disediakan oleh Microsoft Excel Solver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EA memiliki kualitas dalam mendekati konvergensi LP dengan baik dan layak digunakan dalam mendapatkan solusi pada jumlah node yang banyak. Hal ini ditunjukkan oleh pola luaran dari kedua metode dan linearitas yang dihasilkannya. Selain itu juga ditunjukkan pada node yang cukup banyak pada kasus ini, LP menghasilkan solusi tidak layak, di pihak lain solusi tersebut masih bisa diberikan oleh EA.