Pribowo .
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POLA ASUH ANAK OLEH IBU PEKERJA DI PETERNAKAN SURYA FARM KABUPATEN SUKOHARJO PROVINSI JAWA TENGAH Azka Hanifah; Pribowo .
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 1 No 2 (2019): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.435 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v1i2.219

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran ganda ibu pekerja. Sebagai seorang perempuan yang telah menikah, perempuan memiliki peran dalam keluarga sebagai seorang istri, seorang ibu, serta sebagai pengurus rumah tangga. Namun saat ini, keadaan ekonomi keluarga menuntut ia bekerja dan ikut terjun ke sektor publik untuk mencari kegiatan yang dapat meningkatkan penghasilan keluarganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang : 1) Kontrol dalam Pengasuhan, 2) Kehangatan dalam pengasuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa sumber data primer yang digunakan berasal dari lima orang informan. Pemilihan sumber data primer dilakukan menggunakan teknik purposive/ bertujuan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indept interview), observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah uji credibility, uji dependability dan uji confirmability. Selanjutnya hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu pekerja telah menerapkan seluruh aspek pola asuh tetapi masih terdapat kekurangan pada pelaksanaannya. Kekurangan pada aspek kehangatan terjadi pada aspek meluangkan waktu bagi anak untuk melakukan kegiatan bersama. Kekurangan pada aspek kontrol terjadi karena ibu tidak melibatkan anak dalam pembuatan peraturan, tidak mengenalkan konsekuensi perbuatan kepada anak, serta tidak ada campur tangan ibu pada hubungan pertemanan anak.
KETAHANAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF DI CIREBON Pribowo .; Ade Subarkah
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 16 No 1 (2017): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.105

Abstract

Abstract This research was motivated by the problem of the spread of drugs in Indonesia which is increasingly worrisome in human life, drug is not only consumed by people who are rich but has penetrated to the lower classes, including the younger generation. The spread of drug-threatening various family as the last bastion on its members to prevent it. This research aims to obtain the characteristics of the respondent, belief systems, organizational patterns, and communication processes respondent's family in facing the danger of Drug Abuse. The method used was descriptive method with quantitative approach. The research population was the head of the family that one of its members as a drug user who was in Cirebon, while the sampling technique used was purposive sampling with a set of 50 samples. Data collection techniques used consisted of: (1) observation of participation, (2) documentary study, (3) questionnaire, and (4) Focus Group Discussion (FGD). The results showed that in general respondents aged 50 years and older, less educated, lower income. The belief system of respondent families generally in category of high value (72%) means being able to face the danger of drug abuse, however there were some aspects of family belief system potentially debilitating family resilience. The pattern of family organization respondents generally categorized high value (60%) means being able to face threats from outside the family but behind the fact that there are vulnerabilities of aspects of organizational patterns that undermine family resilience. The process of family communication in general respondents scored high category (70%) means the process of communication that exists in the respondent's family was able to face a variety of dangers from outside the family. However, some aspects of the communication process could potentially weaken the resilience of families of respondents in facing threats from outside the family.Conclusion of the research that the resilience of respondent’s families could face the danger of drug abuse, however, several aspects needs to get attention because of the potential vulnerabilities that have implications for the weakening of family resilience.Keywords: Communication Process, Family Belief System, Family Resilience, Organizational Pattern Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan penyebaran Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Indonesia yang semakin mengkawatirkan, NAPZA tidak hanya dikonsumsi oleh orang-orang yang kaya akan tetapi sudah mengenai orang kalangan bawah termasuk para generasi muda. Penyebaran NAPZA mengancam berbagai keluarga sebagai benteng terakhir pada anggotanya untuk mencegahnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran karakteristik responden, sistem kepercayaan, pola organisasi, dan  proses komunikasi keluarga responden dalam menghadapi bahaya penyalahgunaan NAPZA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah kepala keluarga yang salah satu anggotanya sebagai pemakai NAPZA yang berada di Kabupaten Cirebon, sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan menetapkan 50 sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas: (1) observasi partisipasi, (2) studi dokumentasi, (3) angket, dan (4) Focus Group Discution (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya responden berusia 50 tahun keatas, berpendidikan rendah, berpenghasilan rendah. Sistem keyakinan keluarga responden secara umum berkategori nilai tinggi (72%) artinya mampu menghadapi ancaman bahaya penyalahgunaan NAPZA, namun demikian terdapat beberapa aspek dari sistem keyakinan keluarga yang berpotensi melemahkan ketahanan keluarga. Pola organisasi keluarga responden secara umum berkategori nilai tinggi (60%) artinya mampu menghadapi berbagai ancaman dari luar keluarga namun dibalik fakta itu ada kerentanan-kerentanan dari aspek pola organisasi yang melemahkan ketahanan keluarga. Proses komunikasi keluarga responden secara umum memperoleh nilai berkategori tinggi (70%) artinya proses komunikasi yang terjalin dalam keluarga responden mampu untuk menghadapi berbagai macam bahaya dari luar keluarga. Namun demikian beberapa aspek dari proses komunikasi berpotensi melemahkan ketahanan keluarga responden dalam menghadapi ancaman dari luar keluarga. Kesimpulan hasil penelitian bahwa ketahanan keluarga responden mampu menghadapi bahaya penyalahgunaan NAPZA, namun demikian beberapa aspek perlu mendapat perhatian karena berpotensi mengalami kerentanan sehingga berimplikasi pada melemahnya ketahanan keluarga. Kata kunci: Communication Process, Family Belief Systems, Ketahanan Keluarga, Organizational Patterns
KONTROL SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH DI KALANGAN MAHASISWA DI KELURAHAN LEBAK GEDE KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG Mochamad Rizky Ramadhan; Pribowo .
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 19 No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.235

Abstract

Kontrol sosial masyarakat Kelurahan Lebak Gede dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengentasan masalah perilaku seks pranikah di kalangan mahasiswa karena tidak sesuai nilai dan norma masyarakat yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan dan dapat mengganggu keberfungsian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan gambaran empiris tentang karakterisitik responden, upaya persuasive, upaya coercive, upaya compulsion, dan upaya pervasion yang dilakukan masyarakat terhadap perilaku seks pranikah di kalangan mahasiswa di Kelurahan Lebak Gede Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian pada penelitian ini adalah ketua RT dan ketua RW yang berjumlah 77 orang dengan menggunakan teknik penarikan sampel sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah rating scale. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas muka dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan SPSS 25. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol sosial yang dilakukan masyarakat terhadap perilaku seks pranikah di Kelurahan Lebak Gede berada pada kategori sedang dengan rincian dari keempat upaya kontrol sosial, yaitu upaya persuasive berada pada kategori sedang, upaya coercive berada pada kategori sedang, upaya compulsion berada pada kategori sedang, dan upaya pervasion dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa upaya kontrol sosial sudah cukup baik, namun beberapa indikator masih belum optimal dan perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian, analisis masalah, analisis kebutuhan, dan analisis sistem sumber yang telah dilakukan, peneliti mengusulkan program “Penyuluhan Sosial dalam Meningkatan Kontrol Sosial Masyarakat Terhadap Perilaku Seks Pranikah di Kalangan Mahasiswa”. Metode yang digunakan dalam program tersebut adalah pengembangan masyarakat. Teknik yang digunakan dalam progam adalah strategi kolaborasi dan taktik implementasi dan capacity building. Program ini terdiri atas beberapa kegiatan seperti penyuluhan sosial, kampanye penolakan perilaku seks pranikah, dan pembentukan forum komunikasi bersama. Kata Kunci:Kontrol Sosial, Masyarakat, Perilaku seks pranikah, Mahasiswa, Kota Bandung
PERILAKU PROSOSIAL MASYARAKAT TERHADAP LANJUT USIA TERLANTAR DI KELURAHAN DERWATI KECAMATAN RANCASARI KOTA BANDUNG Solima Analisa Daeli; Pribowo .
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 19 No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.237

Abstract

Penelitian mengenai “Perilaku Prososial Masyarakat Terhadap Lanjut Usia Terlantar di Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung”, dilatarbelakangi oleh hambatan yang dialami oleh lanjut usia terlantar karena keterbatas fisik dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris mengenai karakteristik responden, perilaku menolong, perilaku berbagi perasaan, perilaku kerjasama, perilaku menyumbang dan perilaku memperhatikan kesejahteraan orang lain oleh masyarakat terhadap lanjut usia terlantar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik penarikan sampel dengan menggunakan sensus. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 44 orang responden yang terdiri dari Ketua RT dan Ketua RW. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah rating scale dengan ukuran ordinal. Pengujian validitas penelitian ini dilakukan dengan uji validitas muka (face validity) dan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perilaku prososial masyarakat terhadap lanjut usia terlantar di Kelurahan Derwati tergolong baik dengan rincian perilaku menolong pada kategori sedang, perilaku berbagi perasaan kategori tinggi, perilaku kerjasama kategori tinggi, perilaku menyumbang kategori tinggi, perilaku memperhatikan kesejahteraan orang lain sedang. Namun terdapat masalah dibeberapa item pernyataan, dimana masyarakat masih memiliki self gain yang tinggi ketika melakukan tindakan prososial terhadap lanjut usia terlantar. Masyarakat ingin melakukan tindakan prososial terhadap lanjut usia terlantar jika pengorbanan yang ia keluarkan tidak terlalu banyak. Program yang diusulkan dalam peningkatan perilaku prososial masyarakat terhadap lanjut usia terlantar adalah “Program Penyuluhan Sosial Mengenai Peningkatan Kesejahteraan Lanjut Usia di Kelurahan Derwati”, menggunakan metode pengembangan masyarakat dan teknik edukasi serta teknik kolaborasi yang terdiri dari pemberian materi tentang hak dan kebutuhan lanjut usia serta peran penting masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia.  Kata Kunci: Perilaku Prososial, Masyarakat, Lanjut Usia Terlantar