Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menangani Konflik Antara Golongan Kuat dan Golongan Lemah Ruben, Agustinus
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.168

Abstract

Pada masa pelayanan rasul Paulus, jemaat Korintus adalah salahsatu jemaat di mana Paulus begitu banyak memberikan tanggapanapologetis terhadap persoalan multi dimensi yang muncul dalam jemaattersebut. Dapat dikatakan bahwa di antara jemaat-jemaat yang dilayanioleh Paulus, jemaat Korintus menempati peringkat tertinggi mengenaibanyaknya persoalan yang harus diselesaikan.Salah satu persoalan yang membutuhkan jawaban apologetisPaulus adalah soal membeli dan makan makanan (daging) yang telahdipersembahkan kepada berhala, yang pada akhirnya menjadi masalahdilematis antara orang-orang yang merasa bebas untuk segala makanandan bagi mereka yang terikat pada peraturan hukum makanan (I Kor.8:1-13 dan 10:14-33).
Menangani Konflik Antara Golongan Kuat dan Golongan Lemah Agustinus Ruben
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.168

Abstract

Pada masa pelayanan rasul Paulus, jemaat Korintus adalah salahsatu jemaat di mana Paulus begitu banyak memberikan tanggapanapologetis terhadap persoalan multi dimensi yang muncul dalam jemaattersebut. Dapat dikatakan bahwa di antara jemaat-jemaat yang dilayanioleh Paulus, jemaat Korintus menempati peringkat tertinggi mengenaibanyaknya persoalan yang harus diselesaikan.Salah satu persoalan yang membutuhkan jawaban apologetisPaulus adalah soal membeli dan makan makanan (daging) yang telahdipersembahkan kepada berhala, yang pada akhirnya menjadi masalahdilematis antara orang-orang yang merasa bebas untuk segala makanandan bagi mereka yang terikat pada peraturan hukum makanan (I Kor.8:1-13 dan 10:14-33).
Dua Bagian Roh: Tanggung Jawab Profetik Elisa terhadap Allah dalam Mengemban Misi Kenabian Ruben, Agustinus; Datu Rombe, Nelvi
Voice Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal VOICE
Publisher : LPPM STT Baptis Kalvari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54636/1jy76t97

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan kajian biblika tentang tanggung jawab seorang pemimpin yang bernama Elisa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Elisa dipanggil untuk mengemban tanggung jawab profetik yang luar biasa dalam perjalanannya melayani Allah dan umat-Nya. Tanggung jawab ini bukan hanya sekedar memenuhi tugas, tetapi mengandung tujuan yang lebih dalam yaitu menyatakan pentingnya kerinduan yang tulus dalam kepemimpinan rohani. Tanggung jawab yang terdapat pada diri seseorang hendaknya sebagai momen untuk terus mengembangkan integritas dan semangat. Seseorang perlu untuk memahami dirinya dalam tanggung jawabnya bahwa terdapat keterbatasan bahkan ketidakmampuan, dan dengan kesadaran tersebut manusia dapat memusatkan tanggung jawab itu kepada otoritas tertinggi, yaitu Yesus Kristus yang akan menjadi pusat pertolongan. Dengan demikian manusia mampu untuk melangkah maju dalam memimpin umat Allah sebagai bukti tanggung jawab tersebut.