Sebagai disiplin ilmu yang memelihara kemajuan manusia, coaching secara alami sesuai untuk mendukung individu dalam memenuhi kebutuhannya dalam hal pemenuhan dan keberhasilan hubungan. Coaching digambarkan sebagai proses pengembangan manusia yang terstruktur, adanya interaksi yang fokus dan penggunaan strategi yang tepat, serta alat dan teknik untuk mempromosikan perubahan yang diinginkan dan berkelanjutan untuk kepentingan klien (Bachkirova et al., 2014). Proses coaching dapat mengeksplorasi kebutuhan dasar manusia untuk berhubungan, dengan cara mencari, mengembangkan dan menjaga hubungan dengan orang lain.International Coach Federation (ICF) mendefinisikan coaching sebagai “hubungan kemitraan dengan individu melalui proses kreatif yang ditujukan untuk memaksimalkan potensi personal dan atau profesional individu.” Coaching melibatkan proses kreatif dimana individu diajak untuk berpikir, menemukan ide-ide, dan membuat strategi. Coaching membuat individu sadar terhadap potensi dan kekuatan yang dimilikinya dan memiliki kemauan untuk memaksimalkan potensi tersebut. Melalui teknik mendengarkan, bertanya dan menggali, seorang coach membantu individu untuk menemukan potensi dan kekuatan dari dalam dirinya, yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan.