Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DINAMIKA ORANG PAPUA DALAM NIEUW GUINEA RAAD (NGR) 1961 DAN MAJELIS RAKYAT PAPUA(MRP) 2005 DI TANAH PAPUA Bernarda Meteray
Masyarakat Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v42i1.353

Abstract

One of the attempts to prevent Indonesia from disintegration is to avoid an inappropriate decision in the making of development policies. In the history of Papua, formation processes of the Nieuw Guinea Raad (NGR), 1961 and the Majelis Rakyat Papua (MRP), the Papuan People Council, 2005, in Papua have influenced the Indonesianess growing process among the Papuans. These two institutions have given a deeply significant meaning in the involvement of Papuans in an institution. Various approaches to improve the well-being of the Papuans have been implemented officially since 1969. Papua is, however, still considered the poorest region and is very often in conflicts. It was found that there has been something wrong with the development in Papua. Acemoglu and Robinson (2014) states that gaps between rich countries and poor ones are not merely due to cultural, geographical, and climatic factors, but they have been caused by political and economic institutions in the country itself as well. It has been these institutions having caused the country to come near the edge of failure. This paper is trying to show whether or not formation of the NGR and MRP had and have been suitable solutions to solve development problems and conflicts in Papua.
PERTUMBUHAN NASIONALISME INDONESIA DI KALANGAN ORANG PAPUA 1963--1969 GROWTH OF INDONESIA NATIONALISM AMONG THE PAPUANS 1963--1969 Bernard Materay
Masyarakat Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v45i1.883

Abstract

Secara  geografis, proses mengindonesiakan orang Papua sejak 1945 hingga dewasa ini di beberapa daerah sebenarnya masih dalam tahap penyemaian, belum ke tahap pertumbuhan apalagi perkembangan. Padahal, sejak 1945 hingga 1961, Jakarta tidak pernah mempersiapkan dan mengirim kelompok nasionalis Indonesia  ke Papua untuk mengindonesiakan orang di Papua. Maka, tidaklah mengherankan apabila ketika Tri Komando Rakyat (Trikomando) diumumkan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta,  nasionalisme orang Papua lebih kuat daripada nasionalisme Indonesia. Sementara sejak pascaintegrasi 1963 hingga kini,  pemerintah  telah menjadikan hampir seluruh tanah Papua  yang dianggap menentang  Jakarta sebagai daerah sasaran operasi militer.   Mengacu pada  kondisi Papua  dewasa ini, memunculkan pertanyaan apakah  keinginan  rakyat Papua pada  masa  kini  yang masih memilih referendum dan memisahkan diri dari NKRI menandakan bahwa  nasionalisme Papua masih dominan daripada nasionalisme Indonesia? Tulisan ini membahas dua hal pokok, yaitu para  aktor yang terlibat dalam proses pertumbuhan kesadaran nasionalisme Indonesia di kalangan orang Papua di Biak  Tahun 1963--1969? dan proses pertumbuhan  kesadaran nasionalisme Indonesia di kalangan orang Papua di Biak  pada 1963--1969.
Klaim Kerajaan Majapahit dan Penyemaian Nasionalisme Indonesia di Kaimana Bernarda Meteray
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional 2022: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional: Edisi Khusus Papua
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jihi.v0i00.5969.1-15

Abstract

Awal bersemainya bibit keindonesiaan di antara orang Papua   di bagian utara Papua baik di Jayapura maupun Serui tidak ada kaitannya dengan adanya klaim Papua bahwa telah menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Majapahit sejak abad XIV. Sebaliknya, klaim kerajaan Majapahit abad XIV  menunjukkan bahwa Papua merupakan bagian dari wilayah negara nusa Majapahit terlihat dalam kitab Negara Kertagama karya Prapanca. Kitab ini  mengungkapkan nama wilayah kekuasaan Majapahit termasuk  Wwanin dan Srandan di Papua. Kata Wwanin adalah nama lain dari Onin (dekat Fak-Fak), sedangkan Sran adalah nama lain untuk Kowiai atau Kaimana. Namun, klaim Majapahit ini ternyata tidak dapat menjadikan Kaimana dan Fakfak  menjadi pusat awal persemaian keindonesiaan di Papua. Kaimana baru  disinggung dalam sejarah Indonesia ketika pada 1962 menjadi salah satu basis operasi militer pemerintah Indonesia menghadapi Pemerintah Belanda di Papua. Tulisan ini membahas dua hal pokok,  siapa aktor yang terlibat dalam proses penyemaian nasionalisme Indonesia di Kaimana 1946-1964 dan bagaimana proses penyemaian dan pertumbuhan kesadaran nasionalisme Indonesia di antara orang Papua di Kaimana 1946-1964? Kata Kunci: Majapahit, Kaimana, Penyemaian, Proses dan  Nasionalisme Indonesia 
A Pengaruh Student Agency terhadap Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Yang Dimediasi Motivasi Diri Wirastuti, Maria Emmaculata Ella; Meteray, Bernarda; Listyarini, Sri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.928

Abstract

Pandemi membawa perubahan dalam dunia Pendidikan. Pembelajaran pada masa pandemi menuntut siswa lebih terlibat dalam pembelajaran, memperhatikan well being serta realistis pada apa yang hendak dicapai. Tujuan penelitian ini, menganalisis pengaruh student agency terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dengan mediasi motivasi diri. Student agency mengacu pada kemampuan siswa mengambil inisiatif, bertanggung jawab atas pembelajaran mereka, dan memiliki kontrol atas proses belajar. Motivasi diri, mencakup motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang mendorong siswa terlibat dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.  Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, melibatkan tiga puluh delapan responden siswa kelas enam SD YPJ Kuala Kencana. Instrumen penelitian berbentuk kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan analisis jalur  dengan aplikasi SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Student Agency  berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan siswa, karena siswa merasa lebih termotivasi, dan lebih bertanggung jawab.
A Pengaruh Student Agency terhadap Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Yang Dimediasi Motivasi Diri Wirastuti, Maria Emmaculata Ella; Meteray, Bernarda; Listyarini, Sri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.928

Abstract

Pandemi membawa perubahan dalam dunia Pendidikan. Pembelajaran pada masa pandemi menuntut siswa lebih terlibat dalam pembelajaran, memperhatikan well being serta realistis pada apa yang hendak dicapai. Tujuan penelitian ini, menganalisis pengaruh student agency terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dengan mediasi motivasi diri. Student agency mengacu pada kemampuan siswa mengambil inisiatif, bertanggung jawab atas pembelajaran mereka, dan memiliki kontrol atas proses belajar. Motivasi diri, mencakup motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang mendorong siswa terlibat dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.  Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, melibatkan tiga puluh delapan responden siswa kelas enam SD YPJ Kuala Kencana. Instrumen penelitian berbentuk kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan analisis jalur  dengan aplikasi SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Student Agency  berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan siswa, karena siswa merasa lebih termotivasi, dan lebih bertanggung jawab.