Mesrida Simarmata
AKPER Harapan Mama Deli Serdang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELLITUS TERHADAP TERJADINYA LUKA DIABETIKUM DI RUMAH SAKIT UMUM MARTHA FRISKA PULO BRAYAN MEDAN TAHUN 2018 Mesrida Simarmata
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.286 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.45

Abstract

Berdasarkan hasil survey awal yang peneliti lakukan di Rumah Sakit Umum Martha Friska Pulo Brayan, jumlah pasien DM dari Januari s/d Desember Tahun 2017 mencatat mencapai 153 kasus, wawancara dari 8 pasien penderita diabetes mellitus menyimpulkan semuanya  tidak mengetahui terhadap terjadinya luka diabetikum, karena faktor pendidikan, pekerjaan, umur, dan sumber informasi. Penyakit Diabetes Mellitus berisiko 32 kali terjadi komplikasi ulkus diabetik. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah (hyperglycemia) kronik yang dapat menyerang banyak orang dari semua lapisan masyarakat. Kadar gula darah yang tinggi secara berkepanjangan pada penderita DM dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Pada penderita DM banyak yang mengeluhkan terjadinya Luka Diabetik sehingga diabetes mellitus menjadi penyebab terjadinya amputasi kaki pada penderita DM. Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui “Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Terhadap Terjadinya Luka Diabetikum. Lokasi penelitian ini adalah Rumah Sakit Umum Martha Friska Pulo Brayan Tahun 2018. Penelitian ini bersifat Deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Adapun sampel yang digunakan sebanyak 31 responden dengan cara mengambil sampel menggunakan rumus (acidental sampling) yakni sampel yang di dapatkan secara kebetulan ada saat dilakukan penelitian. Pengolahan data di lakukan dengan cara editing, coding, entry dan tabulating. Hasil di analisa dengan melihat presentase data yang telah terkumpul dan di sajikan dalam bentuk tabel dan di lanjutkan membahas hasil penelitian dengan menggunakan teori yang ada. Dari hasil penelitian Tingkat pengetahuan pasien Diabetes mellitus Terhadap Terjadinya Luka Diabetikum Di Rumah Sakit Umum  Martha Friska Pulo Brayan Medan Tahun 2018 di dapatkan hasil pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 responden (51,61%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 7 responden (22,58%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 8 responden (25,80). Saran kepada Pasien untuk lebih banyak mencari informasi tentang Diabetes Mellitus dan penanganan yang akan di lakukan terhadap Diabetes Mellitus.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG TEKNIK STERIL PADA PERAWATAN LUKA DEKUBITUS DI RUMAH SAKIT MARTHA FRISKA PULO BRAYAN MEDAN TAHUN 2017 Mesrida Simarmata; Evita Andriani
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 1 (2018): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.47 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i1.21

Abstract

Luka dekubitus adalah kerusakan kulit, terjadi akibat gangguan aliran darah setempat dan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang menonjol, dimana kulit mendapatkan tekanan dari tempat tidur, kursi roda atau benda keras lainnya dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan perawat tentang teknik steril pada perawatan luka decubitus di Rumah Sakit UmumMartha Friska Pulo Brayan. Jenis Penelitian adalah Deskriptif. Populasi adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum Martha Friska Pulo Brayan Medan sebanyak 256 orang. Sampel penelitian mengambil 10% dari 256 perawat yaitu 26 perawat dengan menggunakan teknik sampel rando. Data diolah secara manual. Hasil penelitian didapatkan bahwa Pengetahuan Perawat Tentang Teknik Steril Pada Perawatan Luka Decubitus Di Rumah Sakit Martha Friska Pulo Brayan adalah Baik. Kesimpulan penelitian sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang baikdengan teknik steril pada Perawatan Luka Decubitus sebanyak 14 orang (53,9%), dan minoritas cukup sebanyak 12 orang (46,1%). Responden mayoritas berumur 25-30 tahun sebanyak 21 orang (80,8%) dan minoritas berumur 31-35 tahun sebanyak 5 orang (19,2%),Responden mayoritas berpendidikan DIII Keperawatan 17 orang (65,4%) dan minoritas berpendidikan S1 Keperawatan sebanyak 9 orang (34,6%). Responden mayoritas lama bekerja1-5 tahun sebanyak 16 orang(61,6%), dan minoritas lama bekerja 6-10 tahun sebanyak 10 orang (34,4%). Saran bagi responden agar memperhatikan dan meningkatkan pengetahuan tentang teknik steril pada perawatan luka dekubitus.