Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Struktur Kemukjizatan Al-Qur`an Muhamad Ali Mustofa Kamal
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 1 No 02 (2015): SYARIATI : Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v1i02.1109

Abstract

This study seeks to unravel the question of quranic miracles as a dynamic aspect. By using a qualitative approach, the efforts for re-structuring of miracles aspectsof the Koran into `I'jâz in the text and beyond the text resulted in essence of quranic miracles as proof of the truth of prophetic treatise. The structure of the quranic miracles constantly evolving dynamic in line with the growing public acceptance dimension following the age dimension. The dynamics of the miracle of the Qur`an forms evolved following the development of the rationality of the Muslims in every age. The classical era, `i'jâz Qur`an more confronted with theissue of linguistic (bayân) which focuses on grammar (naẓm), rhetoric and balagha of Koran. In its development, elaboration of the aspects `i’jâz rules of the Koran into major and minor becomes an important issue to find a common thread I’jâz study the Koran and socio-cultural discourse in analyzing aspects of the reception of the Koran in Islamic societies as evidentiary support and response tothe challenges (tahaddi) against aspects of the miracle of the Qur`an.
Kontribusi Qira>'a>t sya>z\z\ah dalam Ma’a>ni al-Qur’a>n dan Kaidah Bahasa Arab Pratomo, Hilmy; Nihayatun Ni’amah; Muhamad Ali Mustofa Kamal
MAGHZA Vol 9 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v9i2.12479

Abstract

a>t sya>z z ah adalah qira> a>t yang tidak memenuhi salah satu atau lebih dari tigarukun qira>a>t s}ah}i>hah, d i antaranya sanadnya harus s}ah}i}h, sesuai dengan mus}h}afus mani dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Meskipun demikian Imam AbuHanifah mendukung qir a> a>t sy a>z z ah untuk dijadikan sebagai istinbat } hukum atausebagai sarana memahami Al Qur an. Abdullah Saeed menyatakan bahwafenomena ini adalah lampu hijau untuk memahami Al Qur an dengan pendekatanyang berbeda Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan artikel ini mengkajisejarah qir a>a>t sy a>z z ah, kontribusi qir a>a>t sy a>z z ah terhadap ma a>ni al Qur a>n danterhadap kaidah bahasa Arab . Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaanlibrary research ), yaitu dengan cara menelaah sumber sumber tertulis dalam bukuatau kitab yang berhubungan dengan topik pembahasan, untuk memperoleh datadata yang akurat. Penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu mengumpulkan datakemudian diuraikan secara objektif untuk dianalisis secara sistematis dankonseptua l. Hasil penelitian ini qira a>t sya>z z ah yang telah ada sejak zamansahabat namun baru dikenal secara formal pada abad keempat Hijriyah, memilikikontribusi yang signifikan dalam dua bidang utama, yaitu pemahaman makna AlQur an dan pengembangan ilmu bahasa Arab. Dalam hal ma ani al Qur a>n , qira a>tsya>z z ah memberikan variasi penafsiran yang memperkaya makna ayat ayat AlQur an, seperti pada QS. Al Baqarah: 238 yang menjelaskan bahwa shal at wuswusṭā merujuk pada shalshalāt ashar dan pada QS. Al MMā idah: 6 yang menegaskankewajiban wudhu bagi orang yang berhadas. Selain itu, qira a>t sya>z z ah jugamemberikan pengaruh dalam penetapan hukum syariat, seperti pada QS. AlBaqarah: 196 mengenai hukum umrah yang dapat dipahami sebagai sunnahmuakkadah. Di bidang bahasa Arab, qira a>t sya>z z ah mem perkaya kaidah nahwu,terutama dalam hal fleksibilitas i rab , seperti pada isim tasniyah yang tetapmenggunakan tanda alif meskipun terjadi perubahan i rab. Dengan demikian,qira a>t sya>z z ah tidak hanya memperkaya pemahaman Al Qur an, tetapi jugamember ikan dampak positif dalam pengembangan dan pelestarian ilmu bahasaArab.