This Author published in this journals
All Journal agriTECH
Yosaphat Daru
Universitas Mercubuana Yogyakarta, Jl. Wates Km. 10 Yogyakarta 55753

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Rasio Volume Pelarut dan Waktu Ekstraksi terhadap Perolehan Minyak Biji Kelor Muhamad Fajri; Yosaphat Daru
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.488 KB) | DOI: 10.22146/agritech.59062

Abstract

Biji kelor merupakan hasil buah tanaman kelor (Moringa oleifera). Biji kelor mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Biji kelor memiliki kandungan lemak yang relatif tinggi sehingga berpotensi sebagai sumber minyak nabati. Salah satu cara untuk mengambil minyak di dalam biji kelor adalah dengan melakukan ekstraksi pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat minyak biji kelor hasil ekstraksi dengan menggunakan pelarut. Pelarut yang digunakan adalah n-heksan 95%. Sebanyak 50 g biji kelor yang sudah ditumbuk dan diayak dengan ukuran 30 mesh diekstraksi dengan pelarut heksan. Ekstraksi pelarut menggunakan metode refluks dengan labu leher tiga. Jenis perlakuan percobaan ada 2 macam, yaitu variasi volume pelarut dan lama waktu ekstraksi. Volume pelarut dibuat dalam 5 taraf yaitu 300 mL, 400 mL, 500 mL, 600 mL, dan 700 mL. Sedangkan lama waktu ekstraksi dibuat dalam 7 taraf yaitu 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit, 90 menit, 105 menit, dan 120 menit. Suhu ekstraksi berada pada kisaran 60 – 70 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume pelarut dan lama waktu ekstraksi yang optimum untuk menghasilkan rendemen yang konstan adalah 500 mL dan 120 menit. Rasio volume pelarut yang optimum adalah 0,1 g/mL. Hasil perolehan (rendemen) minyak biji kelor maksimum yang dapat diperoleh adalah 11,83 g (23,66 %).