Pembangunan wilayah melalui pendekatan sektor pertanian harus mampu memanfaatkan keunggulan komparatif dan kompetitif dari setiap wilayah yang berbeda, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi pada wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi komoditas cabe merah di Kabupaten Brebes, seberapa besar tingkat konsentrasi dan spesialisasi wilayah yang mengalami pertumbuhan dan mempunyai daya saing baik, dan dampak kebijakan pemerintah pada pengembangan komoditas cabe merah. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Masing-masing kecamatan memiliki potensi komoditas basis yang jumlah dan jenisnya berbeda-beda. Tiap-tiap komoditas basis cenderung menyebar tidak merata dan tidak ada satu pun wilayah yang melakukan konsentrasi dan
spesialisasi. Ada kecenderungan Kecamatan Banjarharjo memiliki pertumbuhan dan daya saing yang baik untuk usahatani cabe merah disbanding dengan wilayah lain. Tidak cukup alasan untuk menyatakan bahwa dampak kebijakan pemerintah menguntungkan petani cabe merah. Secara financial dan ekonomi, petani lebih efisien menggunakan sumberdaya domestik untuk usahatani cabe merah. Harga finansial lebih rendah dari pada harga sosial, sehingga ada pengurangan penerimaan petani. Dampak kebijakan pemerintah secara total telah terjadi disinsentif, surplus produsen berkurang, karena terjadi pengalihan laba usaha kepada masyarakat. Disarankan kebijakan pengembangan cabe merah diarahkan dan memperhatikan pemanfaatan sektor basis ekonomi potensial dan sektor yang menyediakan masukan
maupun sektor yang memanfaatkan lebih lanjut produk dari sektor basis tersebut.