Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PLTA Pikohidro untuk Masyarakat Desa Batu Layang Kabupaten Bengkulu Utara Angky Puspawan; Helmizar; Anshori, Mohammad
Dharmakayana Vol 1 No 1 (2024): Mei : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific ac
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v1i1.36173

Abstract

Rural areas far from the city, people with less than average income have the right to get adequate sources of electrical energy. The availability of electricity is compulsory for economic productivity, supporting education and health. The construction of piko-hydroelectric power plant is one solution for this purpose. The advantages are affordable construction and maintenance costs as well as transferable technology to villagers. The object of devotion in Batulayang Village is technology transfer to the community. This activity received a response and enthusiasm from residents and the local administrator.
Pelatihan Pembuatan Arang Tempurung Kelapa Menggunakan Retort di Sawah Lebar Baru, Kota Bengkulu Hendri Hestiawan; Nurul Iman Supardi; Angky Puspawan
Dharmakayana Vol 1 No 2 (2024): November : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientif
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v1i2.38913

Abstract

Coconut shell waste has not been utilized into useful ones. Its condition is a potential problem for the environment. Coconut shells can be made into charcoal using a retort. Training on making charcoal from coconut shells in a retort furnace was given to community groups in Sawah Lebar Baru, Bengkulu City. The activity includes several stages: observation, preparation, implementation and evaluation of the activities carried out. The implementation involved lecturers and students from the Mechanical Engineering Study Program, Faculty of Engineering, University of Bengkulu. Participants from the community were quite helped by the presence of students so that they were very enthusiastic and played an active role during the activity. At the evaluation stage, an assessment was given to participants in two stages, pre-test and post-test. The assessment results showed that the activity was able to increase participants' understanding of the material from 52% to 80%.
THE Sosialisasi Pengetahuan dan Pemahaman Ilmu Oli Mesin untuk Masyarakat Desa Lokasi Baru, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu Angky Puspawan; Agustin Gunawan; Fepy Supriani; Hardiansyah
Dharmakayana Vol 1 No 2 (2024): November : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientif
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v1i2.38916

Abstract

Engine oil is widely found in the remote village in many types of oil for engines. The more alternative engine oil products there are, the more choices of engine oil that are appropriate, correct, valid, and ideal. Many standards are referred such as SAE, API Service, and JASO. Buyers are not free to choose engine oil according to their wishes. Apart from that, there are also many fake engine oils circulating. Therefore, efforts are needed to overcome this problem. One way is to provide basic knowledge and understanding to villagers in choosing valid and correct types of engine oil based on engine characteristic specifications. The selection of valid and correct engine oil according to engine specifications in order to prevent and maintain engines from damage is the focus of community service. Strategies and methods in selecting valid and correct engine oil according to specifications are solutions in maintaining and caring for engines
Socialization of New and Renewable Energy for Community of Sawah Lebar Baru Sub-District, Ratu Agung District, Bengkulu City: Sosialisasi Sumber Energi Baru dan Terbarukan untuk Masyarakat Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu Angky Puspawan; Afdhal Kuniawan Mainil; Helmizar; Fepy Supriani; Hardiansyah; Hendri Hestiawan; Khairul Amri; Makmun Reza Razali; Nurul Iman Supardi
Dharmakayana Vol 2 No 1 (2025): Mei : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific ac
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v2i1.41616

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi akan menyebabkan tingginya penggunaan energi. Sebagian besar energi di dunia menggunakan sumber energi berbasis fosil, dimana penggunaannya menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berdampak buruk pada lingkungan, seperti pemanasan global dan dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Karenanya beberapa negara maju dan berkembang melakukan aksi dalam pembatasan penggunaan energi fosil dan mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan lebih berkelnajutan (sustainable). Diantara aksi tersebut adalah Paris Agreement pada tahun 2015 yang mendorong setiap negara melakukan kegiatan untuk menurunkan iklim global setidaknya 1,5°C – 2°C. Energi baru dan terbarukan adalah sumber daya energi alami yang dapat digunakan secara bebas, terus diperbaharui, tak terbatas, dan terus berkelanjutan. Hal-hal terpenting adalah terkait jenis, sumber, dan manfaat dari energi baru dan terbarukan. Kebutuhan manusia akan sumber daya energi tidak dapat diabaikan, karena setiap aktivitas memerlukan sumber daya, baik itu terbarukan maupun tidak. Namun, penggunaan sumber daya energi yang tidak dapat diperbaharui berlebihan telah menyebabkan kerusakan lingkungan alam yang serius dan akhirnya menghasilkan polusi yang berbahaya bagi Kesehatan manusia dan lingkungan. Dalam menghadapi keterbatasan sumber daya energi yang tak terbarukan, para ilmuwan dari berbagai negara telah mulai mengembangkan sumber daya energi baru dan terbarukan. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan konsep energi baru dan terbarukan, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap masalah sampah yang telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Masalah sampah, khususnya limbah anorganik, telah menjadi salah satu isu utama yang dihadapi masyarakat modern. Setiap hari, tumpukan sampah kian menggunung, menciptakan dampak negatif yang signifikan, terutama ketika musim hujan tiba. Krisis ini tidak hanya berdampak pada keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan banjir yang melanda daerah pemukiman. Sampah anorganik, seperti plastik, tidak dapat terurai secara alami, sehingga memerlukan intervensi yang inovatif dan berkelanjutan. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, tim pengabdi mengembangkan teknologi mesin pencacah sampah anorganik yang revolusioner. Teknologi ini mampu mengubah limbah plastik menjadi serbuk atau biji plastik, sehingga memfasilitasi proses daur ulang yang lebih efisien. Dengan inovasi ini, kita tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah pada limbah yang selama ini dianggap sebagai masalah. Proses distilasi merupakan salah satu cara atau solusi untuk menghasilkan minyak hasil proses distilasi dengan metode pirolisis untuk bahan bakar cair dan ini menjadi salah satu sumber energi alternatif. Energi alternatif ini diperoleh dari sampah berbagai macam atau tipenya. Karena bahan bakunya berlimpah maka selain menjadi bahan bakar alternatif juga mampu menyelesaikan masalah sampah anorganik yang nyata tidak dapat diperbaharui dan dapat merusak tanah dan lingkungan.
Sosialisasi Ilmu Mitigasi Tsunami Bagi Masyarakat Pesisir dan Dataran Rendah di Pagar Dewa angky, puspawan; Gunawan, Agustin; FA, A. Sofwan; Razali, Makmun Reza; Bismantolo, Putra; Zuliantoni, Zuliantoni
Dharmakayana Vol 2 No 2 (2025): November : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientif
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v2i2.45821

Abstract

Bengkulu City is a region with a high risk of tsunami due to its location adjacent to the Indian Ocean and its position in an active subduction zone. The low level of public knowledge regarding disaster mitigation increases the potential for casualties in the event of a tsunami. This community service activity aimed to enhance the understanding, awareness, and preparedness of residents in Pagar Dewa Village, Selebar District, Bengkulu City, regarding tsunami hazards through mitigation-based education and socialization. The implementation methods included socialization (counseling), interactive discussion and dialogue, presentation of evacuation routes, and information on prevention and emergency response. The results showed a significant increase in public knowledge and preparedness, demonstrated by participants’ ability to recognize early tsunami signs and take appropriate evacuation actions. Residents also showed high enthusiasm and emphasized the importance of ongoing training to maintain mitigation awareness. This activity successfully built synergy between the university, local government, and the community in reducing disaster risks in coastal and lowland areas around Bengkulu City. Therefore, tsunami mitigation education is a strategic step toward creating a disaster-resilient community and strengthening readiness for future natural threats.