Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MODELING PULL-OUT BEHAVIOR OF THE DEFORMED REBAR EMBEDDED INSIDE THE REINFORCED CONCRETE Kohar Yudoprasetyo; Bambang Piscesa; Harun Alrasyid
Journal of Civil Engineering Vol 37, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v37i1.11871

Abstract

Abstract: This study presents the modeling of the pull-out behavior of deformed bars embedded inside the reinforced concrete element. The simulation uses an in-house finite element package called 3D-NLFEA. Sufficiently small solid elements that consider the frictional resistance and mechanical interlocking between the bar thread and the concrete matrix were used in the simulation. The effect of concrete compressive strength, cover thickness, and stirrup configuration on the pull-out capacity of the modeled specimens are investigated thoroughly. The modeling found out that the 3D-NLFEA package can capture the bond-fracture process at the interface between the bars and concrete. The fracture that occurs in the concrete was dominated by tensile splitting failure. The presence of stirrups that confined the concrete and restrained the crack propagation significantly influences the pull-out capacity, cracking pattern, and failure behavior at the bar interface with the concrete. The analysis results from 3D-NLFEA are also compared with the 3D-RBSM analysis results available in the literature. From the comparison between the two packages, it can be concluded that the analysis result from 3D-NLFEA is somewhat more conservative compared to the 3D-RBSM.
Integrasi Bridge Management System (BMS) dan Non-Destructive Testing (NDT) untuk Prediksi Umur Jembatan pada Ruas Jalan Jawa Timur Kohar Yudoprasetyo; Moh. Fadhlan Rosyidi; Ifarrel Rachmanda Hariyanto; Yosi Noviari Wibowo; Moh. Safi’i Mansur
SAINSTEK Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v14i1.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan Bridge Management System (BMS) yang digabungkan dengan pengujian Non-Destructive Testing (NDT) berupa Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) dan Schmidt Hammer Test untuk menilai kondisi jembatan pada ruas jalan Batas Kabupaten Lamongan – Batas Kota Gresik. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan model prediksi umur jembatan yang lebih akurat dengan mengintegrasikan hasil survei visual dan data teknis dari uji NDT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kondisi jembatan (NK) memiliki hubungan yang signifikan dengan mutu beton yang diukur menggunakan metode NDT, di mana semakin tinggi nilai NK, semakin rendah kualitas beton dan kecepatan rambat gelombang ultrasonik. Berdasarkan model prediksi, jembatan dengan nilai kondisi lebih baik diprediksi memiliki umur sisa yang lebih panjang, sementara jembatan dengan nilai kondisi lebih buruk memerlukan tindakan pemeliharaan lebih mendesak. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem manajemen jembatan yang lebih efisien, meningkatkan keselamatan infrastruktur, serta memberikan rekomendasi pemeliharaan berbasis data untuk jembatan-jembatan yang terletak di koridor strategis Provinsi Jawa Timur.
Modifikasi Jembatan Jurug-B dengan Box Girder Beton Prategang Balanced Cantilever Kohar Yudoprasetyo; Muhammad Sigit Darmawan; Ifarrel Rachmanda Hariyanto; Rayhan Aufa Rahman
Composite: Journal of Civil Engineering Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/cjce.v5i1.17264

Abstract

Jembatan Jurug-B menghubungkan Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar serta menggantikan jembatan eksisting Callender Hamilton yang telah melampaui umur rencana. Penelitian ini mengevaluasi rancangan box girder beton prategang multi-cell sepanjang 169 m dengan metode cast-in-situ balanced cantilever. Analisis struktur dilakukan menggunakan SAP2000 dengan elemen shell dan beban tendon, serta diverifikasi melalui perhitungan manual. Evaluasi meliputi tegangan, lendutan, tegangan utama web, geser, dan karakteristik dinamis. Tegangan tekan dan tarik maksimum pada tahap kantilever sebesar 16,78 MPa dan 1,50 MPa, sedangkan pada tahap bentang menerus sebesar 12,24 MPa dan 0,97 MPa, seluruhnya di bawah batas izin. Lendutan tahap konstruksi dan layan masing-masing sebesar 63 mm dan 23,8 mm. Tegangan tarik dan tekan utama maksimum sebesar 1,29 MPa dan 11,68 MPa, dengan rasio geser kritis 0,75. Frekuensi natural vertikal pertama sebesar 2,635 Hz dan partisipasi massa kumulatif 99%, sehingga rancangan memenuhi kriteria kinerja struktur yang ditinjau.
Investigasi Retak Dinding pada Jembatan Tipe Post Tensioned Prestressed Concrete Box Girder di Indonesia Kohar Yudoprasetyo; Andi Candra Irawan; Mohammad Sigit Darmawan; Nur Ahmad Husin
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post-tensioned prestressed concrete segmental box girder banyak digunakan pada jembatan bentang panjang karena efisiensi struktural dan kemudahan konstruksinya. Namun, keretakan pada web dapat menurunkan kinerja, durabilitas, dan keandalan struktur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik retak, mengevaluasi mutu material eksisting, menganalisis respons serta kapasitas geser struktur, dan menentukan faktor dominan penyebab keretakan. Metode penelitian mencakup inspeksi visual dan pemetaan retak, pengujian non-destruktif melalui rebound hammer, Ultrasonic Pulse Velocity, dan bar locator, pengujian destruktif melalui core drill dan uji tarik baja, serta pemodelan elemen hingga menggunakan CSI Bridge dengan elemen shell. Model dievaluasi pada kondisi layan dan ultimit, serta mempertimbangkan mutu material aktual, gaya prategang, creep, susut, dan tegangan tambahan pada zona pengangkaran. Hasil menunjukkan retak didominasi pola diagonal dan lentur-geser dengan orientasi 30°–45°, terutama di sekitar blok angkur deviasi tendon. Kuat tekan karakteristik beton aktual sebesar 31,97 MPa lebih rendah daripada mutu rencana 41,50 MPa. Tegangan tarik utama kritis mencapai 2,45 MPa, melampaui batas tarik izin beton sebesar 1,86 MPa. Evaluasi geser menunjukkan beberapa node tidak memenuhi kriteria RSNI T-12:2004, SNI 2847:2019, dan AASHTO. Pengaruh creep dan susut menurunkan angka keamanan sekitar 10–15%. Korelasi spasial menunjukkan bahwa zona tegangan tinggi berimpit dengan sebaran retak yang teridentifikasi selama inspeksi lapangan secara langsung. Keretakan disimpulkan terjadi akibat kombinasi defisit kapasitas geser, konsentrasi tegangan pada blok angkur, kehilangan prategang, dan variasi mutu beton eksisting.
Performance Based Structural Analysis of a Bulk Carrier Pier Using Soil Structure Interaction Modeling Irwansyah; Mohammad Sigit Darmawan; Nur Ahmad Husin; Kohar Yudoprasetyo
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accurate representation of pile-soil interaction is essential for performance-based assessment of pile-supported wharves because lateral resistance, effective fixity, and plastic-hinge development depend strongly on surrounding soil conditions. This study compares a conventional virtual-fixity-point (VFP) idealization with a calibrated soil-structure interaction (SSI) model for a bulk carrier wharf in Gresik, Indonesia. Three models were evaluated: the existing wharf with VFP supports, the same structure with distributed SSI springs, and an optimized SSI model with reduced steel-pipe-pile diameters. The 20 m-wide platform was modeled in SAP2000 under operational, berthing, mooring, environmental, and seismic loads. Lateral springs were derived from LPILE p-y analyses, assigned at 1 m depth intervals, and validated using pile-deflection profiles under a 100 kN lateral load. Linear analysis evaluated demand-capacity ratios and serviceability displacements, while nonlinear pushover analysis used fiber hinges and strain-based criteria. Relative to the VFP model, the SSI model reduced earthquake DCR from 0.648 to 0.548 and seismic displacement from 76.92 to 43.17 mm, while increasing performance-point base shear by 27%. The optimized model reached a DCR of 0.770, and maximum pile strains remained within 19.2–21.0% of the Minimal Damage limit, confirming safer and more efficient structural optimization for comparable pile-supported marine infrastructure in seismic regions
Structural Capacity Assessment of Cremona Steel Bracing and Connections for Coastal Embankment Strengthening: A Case Study of Muara Baru, Jakarta Kusuma Indrasurya; Kohar Yudoprasetyo; Yerry Kahaditu Firmansyah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13783

Abstract

Damage to the coastal protection embankment at Muara Baru required a strengthening system capable of controlling wall response while providing a structural load path that could be verified at both member and connection levels. This case study evaluates the capacity of a Cremona-type steel bracing system and its connections using data from an actual rehabilitation project. A global SAP2000 model was developed using structural loads transferred from PLAXIS 2D geotechnical analysis. Piles and tiebacks were represented by frame elements, the pilecap by shell elements, and soil-structure interaction by soil springs. Steel-member adequacy was assessed using a demand-to-capacity ratio limit of 1.0. Local connection checks were subsequently performed using finite-element analysis in IDEA StatiCa for two critical details: the WF 200×200-to-pilecap connection and the WF 200×200 Cremona bracing connection. The global model indicated that all steel members remained below the specified unity ratio. For the 1200-mm-diameter spun pile, the maximum axial utilization ratio was 0.211, whereas the maximum bending utilization ratio reached 0.933 based on the project capacity-check table. Both local steel connection details satisfied the reported acceptance criteria. The principal connection configuration comprised ASTM A572 Grade 50 plates, ASTM A325 bolts, ASTM A307 anchors, and 16-mm gusset and base plates. The results show that a staged assessment from global structural response to local connection verification provides a practical means of checking force-transfer continuity in pile-supported coastal embankment strengthening and highlights bending demand as the more critical response for the spun-pile wall.
Studi Komparatif Kinerja Seismik Gedung 13 Lantai RC-SW dan USPSW-CFST Berbasis Analisis Respons Spektrum di Surabaya Ifarrel Rachmanda Hariyanto; Yuyun Tajunnisa; Buntetriana Shanti; Kohar Yudoprasetyo; Moh. Safii Mansur; Yosi Noviari Wibowo; Moh. Fadhlan Rosyidi
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.1.246

Abstract

Bangunan bertingkat memerlukan sistem penahan gaya lateral yang mampu mengendalikan simpangan dan tetap efisien terhadap berat struktur. Penelitian membandingkan struktur eksisting gedung perkuliahan 13 lantai setinggi 56 m di Surabaya yang menggunakan portal momen beton bertulang dengan reinforced-concrete shear wall dan struktur modifikasi yang menggunakan USPSW dengan kolom CFST. Analisis dilakukan dengan pemodelan tiga dimensi dan respons spektrum sesuai SNI 1726:2019. Hasil analisis digunakan untuk memeriksa panel USPSW, elemen batas, sambungan, pondasi tiang, serta biaya material. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya meninjau perilaku panel atau elemen secara terpisah, penelitian ini membandingkan respons struktur, kapasitas elemen utama, pondasi, dan biaya pada satu objek gedung. Hasil menunjukkan partisipasi massa kedua model lebih dari 99%. Periode fundamental turun dari 1,76 s menjadi 1,61 s dan berat model berkurang 28,15%. Simpangan maksimum arah Y turun 20,9%, sedangkan arah X naik 8,3% namun masih memenuhi batas izin. Pada model modifikasi tanpa shear wall, simpangan maksimum mencapai 64,34 mm pada arah X dan 54,59 mm pada arah Y, sedangkan setelah USPSW dipasang turun menjadi 24,21 mm dan 22,71 mm. Panel kritis menggunakan pelat 4,8 mm dengan rasio kebutuhan-kapasitas 0,72, sedangkan rasio interaksi EBV CFST sebesar 0,91. Pondasi modifikasi menggunakan spun pile D600 mm sepanjang 36 m dan memenuhi pemeriksaan yang dilakukan. Biaya struktur bawah turun 7,51%, tetapi biaya material total meningkat sekitar 160% dari Rp37,01 miliar menjadi Rp96,24 miliar. Dari hasil tersebut, USPSW-CFST dapat mengurangi berat struktur dan simpangan arah Y, tetapi belum memberikan hasil yang lebih baik pada seluruh parameter dan biaya.