Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Kekerasan Pada Anak Nyoman Wiraadi Tria Ariani; Komang Suwarni Asih
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol 6, No 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kekerasan adalah penggunaan kekuatan fisik dan kekuasaan, ancaman atau tindakan terhadap diri sendiri, seseorang atau sekelompok orang yang mengakibatkan atau kemungkinan besar mengakibatkan memar atau trauma, kematian, kerugian psikologis, kelainan perkembangan, atau perampasan hak-hak. Penelitian ini mengkaji dampak kekerasan pada anak yang berlandaskan referensi atau literatur pustaka yang tersedia, terutama dari artikel-artikel yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. Dampak kekerasan pada anak sangat besar, anak akan mengalami rasa takut, rasa tidak aman, gelisah, dendam, menurunnya semangat belajar, hilangnya konsentrasi, menjadi pendiam, serta mental anak menjadi lemah, menurunnya rasa percaya diri, bahkan depresi yang akan mengarah pada kematian anak. Anak yang mengalami kekerasan juga sering bermimpi buruk, dan mengalami kecemasan disertai dengan rasa sakit. Perasaan tidak berdaya mengakibatkan anak merasa lemah sehingga anak merasa dirinya tidak mampu dan kurang efektif dalam bekerja. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik antara pihak keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk melindungi anak dan terhindar dari tindakan kekerasan. Kata kunci: kekerasan anak, hak anak, dampak kekerasan anak
FASILITATOR OUTBOUND EXPERIENTIAL LEARNING MENGHADAPI PASCA PANDEMI COVID-19 I Gde Dhika Widarnandana; Nyoman Wiraadi Tria Ariani
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.87 KB)

Abstract

ABSTRAKFasilitator Outbound Experiential Learning merupakan sebuah profesi yang melakukankegiatan kepemanduan, outbound, team building, outing dan gathering. Dimana profesi inibukan hanya memberikan permainan yang menyenangkan kepada peserta, namun jugamemberikan suatu pembelajaran yang memiliki makna dari aktivitas permainan yangdilakukan. Sebagai Fasilitator Outbound Experiential Learning aktivitas yang dilakukanmelibatkan dinamika antara kognitif, afektif dan psikomotor. Memasuki tahun 2020 dimanamunculnya pandemi Covid-19 yaitu wabah yang melanda seluruh dunia, memberikantantangan pada profesi ini dimana kegiatannya yang biasanya dilakukan dengan carainteraksi bertemu langsung antar peserta, sehingga sulit untuk dilakukan dalam upayameminimalisir penyebaran virus yang terjadi. Sehingga Fasilitator Outbound ExperientialLearning memerlukan upaya-upaya baru yang bisa dilakukan agar tetap bisa menjalankankegiatan profesinya. Dalam menggali penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatifdeskriptif, dengan menyebarkan kuisioner pertanyaan terbuka kepada Fasilitator OurboundExperiential Learning. Dari hasil temuan yang ditemukan berdasarkan hasil survey, padapertanyaan, hal apa yang dirasakan selama pandemi ditemukan 2 temuan yaitu dari sisipsikologis dan materil. Pada pertanyaan kedua aktivitas yang dilakukan berkaitanExperiential Learning didapatkan 3 temuan yaitu mengikuti protokol kesehatan, membuatprogram virtual dan menyusun program destinasi baru.Kata kunci: Fasilitator Outbound Experiential Learning, Pandemi Covid
Dampak Kekerasan Pada Anak Nyoman Wiraadi Tria Ariani; Komang Suwarni Asih
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v6i1.1833

Abstract

Abstrak. Kekerasan adalah penggunaan kekuatan fisik dan kekuasaan, ancaman atau tindakan terhadap diri sendiri, seseorang atau sekelompok orang yang mengakibatkan atau kemungkinan besar mengakibatkan memar atau trauma, kematian, kerugian psikologis, kelainan perkembangan, atau perampasan hak-hak. Penelitian ini mengkaji dampak kekerasan pada anak yang berlandaskan referensi atau literatur pustaka yang tersedia, terutama dari artikel-artikel yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. Dampak kekerasan pada anak sangat besar, anak akan mengalami rasa takut, rasa tidak aman, gelisah, dendam, menurunnya semangat belajar, hilangnya konsentrasi, menjadi pendiam, serta mental anak menjadi lemah, menurunnya rasa percaya diri, bahkan depresi yang akan mengarah pada kematian anak. Anak yang mengalami kekerasan juga sering bermimpi buruk, dan mengalami kecemasan disertai dengan rasa sakit. Perasaan tidak berdaya mengakibatkan anak merasa lemah sehingga anak merasa dirinya tidak mampu dan kurang efektif dalam bekerja. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik antara pihak keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk melindungi anak dan terhindar dari tindakan kekerasan. Kata kunci: kekerasan anak, hak anak, dampak kekerasan anak
IMPLEMENTASI STRATEGI GURU KELAS DALAM PEMBELAJARAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ADHD KELAS 1 DI SD INSAN PRESTASI KOTA DENPASAR I Luh Sariana; Anak Agung Ngurah Budiadnyana; Nyoman Wiraadi Tria Ariani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56507

Abstract

This research is motivated by the importance of implementing inclusive learning for children with ADHD in elementary schools. Children with ADHD have characteristics such as difficulty concentrating, hyperactivity, and impulsivity, so teachers need appropriate learning strategies to ensure optimal learning. This study aims to determine the implementation of classroom teacher strategies in inclusive learning for first-grade children with ADHD at Insan Prestasi Elementary School, Denpasar City. This study uses a qualitative approach with a descriptive qualitative research type. The theories used in this study are constructivism theory, social learning theory, inclusive learning theory, and learning strategy theory. The research subjects consisted of first-grade teachers, the principal, and students with ADHD. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that teachers have implemented various inclusive learning strategies such as individual approaches, cooperative learning, the use of visual media, providing gradual directions, and special assistance to students with ADHD. These strategies help students with ADHD be more active and able to participate in learning with their friends. However, teachers also encounter several challenges, such as students' difficulty concentrating, hyperactive behavior, diverse classroom management, and limited facilities and infrastructure to support inclusive learning