Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Kekerasan Pada Anak Nyoman Wiraadi Tria Ariani; Komang Suwarni Asih
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol 6, No 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kekerasan adalah penggunaan kekuatan fisik dan kekuasaan, ancaman atau tindakan terhadap diri sendiri, seseorang atau sekelompok orang yang mengakibatkan atau kemungkinan besar mengakibatkan memar atau trauma, kematian, kerugian psikologis, kelainan perkembangan, atau perampasan hak-hak. Penelitian ini mengkaji dampak kekerasan pada anak yang berlandaskan referensi atau literatur pustaka yang tersedia, terutama dari artikel-artikel yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. Dampak kekerasan pada anak sangat besar, anak akan mengalami rasa takut, rasa tidak aman, gelisah, dendam, menurunnya semangat belajar, hilangnya konsentrasi, menjadi pendiam, serta mental anak menjadi lemah, menurunnya rasa percaya diri, bahkan depresi yang akan mengarah pada kematian anak. Anak yang mengalami kekerasan juga sering bermimpi buruk, dan mengalami kecemasan disertai dengan rasa sakit. Perasaan tidak berdaya mengakibatkan anak merasa lemah sehingga anak merasa dirinya tidak mampu dan kurang efektif dalam bekerja. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik antara pihak keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk melindungi anak dan terhindar dari tindakan kekerasan. Kata kunci: kekerasan anak, hak anak, dampak kekerasan anak
FASILITATOR OUTBOUND EXPERIENTIAL LEARNING MENGHADAPI PASCA PANDEMI COVID-19 I Gde Dhika Widarnandana; Nyoman Wiraadi Tria Ariani
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.87 KB)

Abstract

ABSTRAKFasilitator Outbound Experiential Learning merupakan sebuah profesi yang melakukankegiatan kepemanduan, outbound, team building, outing dan gathering. Dimana profesi inibukan hanya memberikan permainan yang menyenangkan kepada peserta, namun jugamemberikan suatu pembelajaran yang memiliki makna dari aktivitas permainan yangdilakukan. Sebagai Fasilitator Outbound Experiential Learning aktivitas yang dilakukanmelibatkan dinamika antara kognitif, afektif dan psikomotor. Memasuki tahun 2020 dimanamunculnya pandemi Covid-19 yaitu wabah yang melanda seluruh dunia, memberikantantangan pada profesi ini dimana kegiatannya yang biasanya dilakukan dengan carainteraksi bertemu langsung antar peserta, sehingga sulit untuk dilakukan dalam upayameminimalisir penyebaran virus yang terjadi. Sehingga Fasilitator Outbound ExperientialLearning memerlukan upaya-upaya baru yang bisa dilakukan agar tetap bisa menjalankankegiatan profesinya. Dalam menggali penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatifdeskriptif, dengan menyebarkan kuisioner pertanyaan terbuka kepada Fasilitator OurboundExperiential Learning. Dari hasil temuan yang ditemukan berdasarkan hasil survey, padapertanyaan, hal apa yang dirasakan selama pandemi ditemukan 2 temuan yaitu dari sisipsikologis dan materil. Pada pertanyaan kedua aktivitas yang dilakukan berkaitanExperiential Learning didapatkan 3 temuan yaitu mengikuti protokol kesehatan, membuatprogram virtual dan menyusun program destinasi baru.Kata kunci: Fasilitator Outbound Experiential Learning, Pandemi Covid
Dampak Kekerasan Pada Anak Nyoman Wiraadi Tria Ariani; Komang Suwarni Asih
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v6i1.1833

Abstract

Abstrak. Kekerasan adalah penggunaan kekuatan fisik dan kekuasaan, ancaman atau tindakan terhadap diri sendiri, seseorang atau sekelompok orang yang mengakibatkan atau kemungkinan besar mengakibatkan memar atau trauma, kematian, kerugian psikologis, kelainan perkembangan, atau perampasan hak-hak. Penelitian ini mengkaji dampak kekerasan pada anak yang berlandaskan referensi atau literatur pustaka yang tersedia, terutama dari artikel-artikel yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. Dampak kekerasan pada anak sangat besar, anak akan mengalami rasa takut, rasa tidak aman, gelisah, dendam, menurunnya semangat belajar, hilangnya konsentrasi, menjadi pendiam, serta mental anak menjadi lemah, menurunnya rasa percaya diri, bahkan depresi yang akan mengarah pada kematian anak. Anak yang mengalami kekerasan juga sering bermimpi buruk, dan mengalami kecemasan disertai dengan rasa sakit. Perasaan tidak berdaya mengakibatkan anak merasa lemah sehingga anak merasa dirinya tidak mampu dan kurang efektif dalam bekerja. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik antara pihak keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk melindungi anak dan terhindar dari tindakan kekerasan. Kata kunci: kekerasan anak, hak anak, dampak kekerasan anak