Brakiterapi adalah jenis radioterapi untuk mengobati kanker prostat, servix, payudara dan jenis kanker lainnya. Sebagai sumber radiasi digunakan radioisotop iridium-192 yang dikemas dalam mikro-kapsul dari bahan stainless steel 316L dengan ukuran diameter dalam 0,6 mm; diameter luar 1,2 mm dan panjang 4,5 mm yang dikenal dengan nama brakiterapi laju dosis tinggi. Iridium-192 merupakan radioisotop pemancar beta pada energi 530 - 670 keV dan juga memancarkan radiasi gamma (γ) pada energi rata-rata 370 keV dengan waktu paro (t½) 73,83 hari. Iridium-192 diperoleh dari hasil iradiasi sasaran kawat iridium alam di dalam reaktor nuklir. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menentukan waktu iradiasi maksimal sehingga diperoleh radioaktivitas Ir-192 yang memenuhi syarat brakiterapi laju dosis tinggi yaitu 10 Ci. Iradiasi 2 buah kawat iridium alam 99,9% telah dilakukan di reaktor G.A. Siwabessy selama ± 4 bulan dengan fluks neutron 1,2 x 1014 n/cm2/detik. Hasil iradiasi tersebut diperoleh radioisotop 192Ir dengan radioaktivitas (aktivitas jenis) rata-rata 4,85 Ci (308 Ci/g) dengan yield rata-rata 33,6 % yang ditentukan sabagai fraksi aktivitas hasil produksi dan aktivitas hasil perhitungan teoritis. Radioaktivitas Ir-192 yang dihasilkan belum memenuhi syarat sebagai sumber radiasi brakiterapi laju dosis tinggi yaitu sebesar 10 Ci.