This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika Hutama
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PROGRAM OPEN DEFECATION FREE (ODF) OLEH PEMERINTAH DENGAN KEJADIAN DIARE Muhammad Burdadi Adiwinoto Sinum
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 03 April (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare merupakan permasalahan penyakit yang relatif besar pada negara berkembang termasuk Indonesia. Diare adalah keadaan dimana tinja berubah menjadi cair atau sedikit padat disertai dengan frekuensi buang air besar yang meningkat secara berlebihan (lebih dari 3 kali dalam sehari). Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2014 terjadi 2.549 kasus diare di 5 provinsi dengan jumlah kematian sebanyak 29 orang. Sedangkan pada tahun 2015 terdapat 1.213. kasus pada 13 provinsi dengan jumlah kematian sebanyak 30 orang. Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh yaitu sanitasi lingkungan yang buruk termasuk sarana pembuangan tinja. Pembuangan tinja secara sembarangan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah dan mempengaruhi penyediaan air bersih. Menurut Riskesdas 2013, masyarakat Indonesia yang BAB di jamban baru mencapai 76,2% sedangkan 12,9% lainnya masih BAB sembarangan. Oleh karena itu, pemerintah mecanangkan program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang salah satu pilar utamanya adalah stop buang air besar sembarangan. Program yang dicanangkan pemerintah untuk kerberhasilan dari program ini adalah ODF (Open Defecation Free). ODF adalah keadaan dimana masyarakat secara keseluruhan tidak lagi buang air besar sembarangan, suatu desa dapat dikatakan sukses melaksanakan ODF apabila 100% penduduk desa tersebut memiliki akses untuk BAB pada jamban sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Program STBM dengan kejadian diare pada masyakat yang belum mempunyai jamban, sehingga masyarakat wajib memiliki jamban sehat yang efektif sebagai saniter.