This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika Hutama
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Hasil Uji Aktivitas Antibakteri Metode Well Diffusion dan Kirby bauer Terhadap Pertumbuhan Bakteri amalia agatha sari zada
Jurnal Medika Hutama Vol. 2 No. 04 Juli (2021): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan kejadian dimana laju pertumbuhan bakteri tidak dapat lagi dihambat oleh antibiotik yang seharusnya dapat menghambat pertumbuhan suatu bakteri. Banyak kerugian yang ditimbulkan dari kejadian resistensi antibiotik. Penyebab tersering dari resistensi antibiotik adalah kesalahan dalam peresepan antibiotik, apabila hal itu tidak ditangani maka dampak buruk dari resistensi antibiotik akan semakin meluas. Salah satu upaya dalam mencegah hal tersebut adalah dengan memilih antibiotik yang terbukti masih sensitif dan tepat dalam menghambat laju pertumbuhan bakteri, dimana hal untuk menentukan hal tersebut dapat dilakukan uji aktivitas antibakteri. Setiap uji antibiotik memiliki kekurangan dan kelebihannya maka dari itu dirasa perlu dilakukan studi literatur untuk melihat metode mana yang lebih baik dalam menentukan daya aktivitas antibakteri. Hasil studi literatur mengungkapkan bahwa dari dua metode difusi, metode well difussionlah yang dianggap lebih baik dibanding metode kirby bauer apabila dilihat dari diameter zona hambat yang terbentuk. Keywords: Antibakteri; Cakram disk; Kirby bauer; Well diffusion; Sumuran